UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Rabu, 22 Mei 2019 01:31
Atasi Krisis Pangan Melalui Budaya, Bagaimana Caranya..??
GAWAI DAYAK Senin (20/5), Gubernur Kalbar, Sutarmidji membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-34 di Rumah Radakng Pontianak. Humas Pemprov Kalbar for Rakyat Kalbar

PROKAL.CO, PONTIANAK- Mulai Senin (20/5), Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-34 digelar di Rumah Radakng Pontianak. Budaya yang digelar setelah panen padi ini, diharapkan menggerakan seluruh potensi masyarakat dalam mengatasi krisis pangan yang menjadi isu dunia.

Dari laman Equator.co,id, Gubernur Kalbar, Sutarmidji menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar berkomitmen terus mendukung pelaksanaan PGD. “Dukungan yang akan kita berikan ini bukan hanya dalam bentuk dukungan moril, tetapi juga materil, mengingat PGD sudah dilaksanakan setiap tahun dan sudah menjadi agenda pariwisata daerah, sehingga akan terus kita dukung,” kata Sutarmidji saat membuka PGD ke-34.

Dia mengatakan, Pemprov Kalbar telah menganggarkan dana Rp300 juta untuk mendukung pelaksanaan PGD, dimana pos anggarannya berada di Dinas Pariwisata Kalbar. “Namun, tadi kata panitia, dana tersebut belum diambil oleh panitia. Saya sarankan agar cepat dicairkan,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan PGD terbukti dapat menyedot perhatian wisatawan, baik domestik maupun internasional. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya wisatawan asing, baik dari Malaysia, Brunei Darusalam, maupun beberapa negara Eropa datang ke Kota Pontianak. “Ini jelas memberikan dampak positif terhadap pariwisata kita, dimana hotel penuh, restoran dan rumah makan penuh. Ini jelas memberikan kita keuntungan pada percepatan perputaran ekonomi daerah,” katanya.

Dia menambahkan, kegiatan itu bersamaan dengan umat Muslim melaksanakan ibadah puasa. Namun, terbukti pengembangan budaya sarat dengan toleransi dan saling menghormati. “Untuk itu, saya selaku Gubernur memberikan kesempatan kepada semua budaya apapun untuk mengembangkannya di Kalimantan Barat. Panitia juga telah menyesuaikan jadwal kegiatannya, karena untuk menghormati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Ia menjelaskan, panitia telah menyampaikan bahwa kegiatan PGD mulai menjelang berbuka puasa sampai lepas salat Tarawih, tidak ada kegiatan PGD. “Pada tanggal 22 Mei juga tidak ada kegiatan. Tapi nanti akan menyesuaikan lah,” kata Sutarmidji.

Sementara itu, Ketua Majelis Adat Dayak Nasional, Cornelis mengungkapkan, tujuan diselenggarakan PGD ke-34 agar masalah pangan dan pembangunan manusia serta pariwisata bisa diatasi, sehingga bermanfaat bagi bangsa dan negara ini. “Tujuannya untuk memanfaatkan masalah pangan, pembangunan manusia dan pariwisata di daerah ini, bukan hanya sekedar hura-hura. Dan sudah dimasukkan kedalam muatan lokal sehingga mengenal budayanya sendiri,” ungkap Cornelis.

Terkait masalah pangan, ia menambahkan, bahwa gawai yang dicetus oleh mantan Gubernur Kalbar Kadarusno, supaya orang Dayak itu terpusatkan satu titik menggelar gawai Dayak. Agar tidak lupa turun ke lading, guna memperkuat pangan di Kalbar. “Gawai ini kan digagas oleh pak Kadarusno, supaya orang Dayak agar tidak melaksanakan gawai di setiap kampung gawai sampai sebulan, sehingga lupa turun ke ladang. Ini dalam rangka antisipasi krisis pangan, sehingga Dayak itu bisa bertanam dan membantu pemerintah,” tuturnya.

Menurutnya, permasalahan pangan sangat penting, agar kita tidak terhadi krisis pangan. Sebab di dunia saat sedang menggalami krisis pangan. Dia meminta seluruh masyarakat untuk membantu pemerintah di sektor pangan. “Apalagi situasi dunia saat ini krisis pangan sedang melanda kita. Maka dari itu, kita berpatner dengan pemerintah agar tidak terjadi krisis pangan dan mengelola dengan baik, masyarakat bisa menidak lanjutinya,” ujarnya. (Rizka Nanda/rk)


BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 11:29

Sulit Dapatkan Solar Sopir Truk Unjuk Rasa

SINGKAWANG- Puluhan sopir truk menyampaikan aspirasi terkait kelangkaan solar bersubsidi…

Senin, 16 September 2019 13:57

KENAPA INI..? Tiga Perusahaan Sawit Malaysia Disegel

KETAPANG – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menyegel dua…

Senin, 16 September 2019 01:01

Siswanya Libur karena Asap Kebakaran, Ehh...Sekolahnya Malah Ikut Terrbakar

SAMBAS-  Jumat (13/9) sekitar pukul 11.00 WIB pekan lalu, giliran…

Senin, 16 September 2019 00:49

Belasan Ruko Hangus, Kerugian Belasan Miliar

SINTANG–Sebanyak 18 rumah toko (ruko) di Jalan Majapahit, Kelurahan Kapuas…

Minggu, 15 September 2019 10:08

Dua Kepala Daerah Bertemu, Bahas Masalah Ini..

SINTANG-Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha…

Minggu, 15 September 2019 10:00

10 Perusahaan Sawit Terindikasi Karhutla, Satu Membantah

PUTUSSIBAU – Satu dari sepuluh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terindikasi…

Minggu, 15 September 2019 09:50

Enam Lokal Kelas SD Terbakar, Siswanya Terpaksa Menumpang

Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Kali…

Kamis, 12 September 2019 14:29

Sekda Sintang Diperiksa 5 Jam

SINTANG- Mobil berplat merah bernopol KB 6 E terlihat parkir…

Rabu, 11 September 2019 15:12

Mahkamah Agung Tolak PK PT WHW-AR

KETAPANG-  Mahkamah Agung RI melalui Surat Putusan Nomor 475 PK/PDT/2019…

Rabu, 11 September 2019 00:03

Dilantik, Wakil RAkyat Diminta Tidak Ego Sektoral

Sebanyak 25 Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara 2019- 2024 secara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*