UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 15 Mei 2019 00:16
Kasus Penganiayaan Siswi SMP Berlanjut
Diversi Gagal, Tiga Penganiaya AU ke Kursi Pesakitan
TERDUGA PELAKU Tujuh terduga pelaku menceritakan penganiayaan yang dilakukan terhadap AU, salah satu siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Pontianak, Rabu (10/4) sekira pukul 18.00 WIB di Mapolresta Pontianak. Andi Ridwansyah/Rakyat Kalbar.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Masih ingat kasus penganiayaan yang sempat viral hingga mengundang perhatian nasional ? Ya, kasus ini berlanjut ke Pengadilan Negeri (PN) Pontianak. Pasalnya, upaya diversi dan pendekatan sosiologi hukum antara AU, 14, pelajar SMP dan tiga siswi SMA yang diinisiasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak kembali gagal.

“Kasus ini telah kita limpahkan ke pengadilan, Selasa, (7/5)  lalu,” kata Agus Sahat ST Lumban Gaol SH MH, Kepala Kejari (Kajari) Pontianak kepada Rakyat Kalbar ketika ditemui di Kejari Pontianak belum lama ini.

Diberitakan Rakyat Kalbar, dia mengatakan, Kejari telah berupaya maksimal menangani kasus tersebut. Sebelumnya, kata dia, pihaknya telah melakukan upaya diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses diluar peradilan pidana, dengan mempertemukan kedua belah pihak, namun tidak menemukan titik temu.

Tak berhenti disitu, Kejari Pontianak juga telah melakukan pendekatan sosiologis, dengan menggandeng tokoh Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) guna melakukan pendekatan dengan kedua belah pihak. “Namun tidak menemukan titik temu, sehingga kasus ini pun telah kita limpahkan ke pengadilan,” jelasnya.

Terpisah, Humas PN Pontianak, Sutarmo mengatakan, pelimpahan kasus AU dari Kejari Pontianak telah diterima PN, beberapa waktu lalu. “Sudah dilimpahkan ke kita (PN Pontianak red). Pelimpahannya kita terima beberapa hari yang lalu,” katanya kepada Rakyat Kalbar, saat ditemui di PN Pontianak, Jumat (10/5 ) sekira pukul 15.00 WIB.

Dia berujar, saat ini PN Pontianak sudah menetapkan waktu persidangan kasus tersebut. “Sesuai jadwal, persidangan perdana itu akan digelar pada Selasa (14/5),” jelasnya.

Sidang perdana tersebut dijadwalkan akan digelar pada pukul 09.00 WIB. Mengingat perkara ini menarik perhatian masyarakat, PN Pontianak juga telah membentuk majelis hakim yang beranggotakan tiga orang yang diketuai Udjianti SH MH, dengan hakim anggota Riya Novita SH MH dan Rendra SH MH. “Biasanya kalau perkara anak  menggunakan hakim tunggal. Namun karena perkaranya ini sempat menarik perhatian masyarakat, makanya kita bentuk majelis, yang berjumlah tiga orang,” paparnya.

Sutarmo melanjutkan, sesuai aturan, agenda sidang pertama itu pihak pengadilan akan melakukan diversi kembali, sebagaimana diatur dalam undang-undang (UU). “Kemarin kan kepolisian melakukan diversi gagal. Kejaksaan pun melakukan diversi tapi gagal. Pengadilan juga akan  melakukan diversi, karena ancamanya dibawah tujuh tahun,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, apabila upaya diversi yang dilakukan pengadilan nanti membuahkan kesepakatan, maka kasus ini selesai. “Kalau tidak ada, ya lanjut sidang,” lanjutnya.

Sutarmo mengatakan, untuk kasus anak berhadapan dengan hukum (ABH) ini mengacu pada sistem peradilan anak, sehingga berbeda dengan perkara lain. “Jadi sidangnya juga tertutup, dia kan harus ada pendampingnya juga, dari orangtua, dari Balai Pemasyarakatan (Bapas),” pungkasnya. (Andi Ridwansyah/rk)


BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 00:24

Pilkada Serentak di Depan Mata, Polda Kalbar Petakan Potensi Masalah

PONTIANAK—Tahapan Pilkada serentak tahun 2020 sudah berjalan. Sebanyak tujuh Kabupaten…

Senin, 24 Februari 2020 10:51

Survei: Dari Unsur Kepala Daerah, Anies Capres Terkuat di 2024

Lembaga survei Indo Barometer menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan…

Senin, 24 Februari 2020 10:47

Jangan Kriminalisasikan dan Tangkap Peladang Tradisional

PONTIANAK – Kasus kriminalisasi yang dialami peladang terus mendapat perhatian…

Senin, 24 Februari 2020 10:44

750 Batang Kayu Hasil Pembalakan Liar Diamankan Lantamal

PONTIANAK- Lantamal XII Pontianak melalui Posal Lanal Ketapang berhasil menggagalkan…

Rabu, 12 Februari 2020 12:51

Ke Singkawang dan Sambas, Gubernur Hadiri Cap Go Meh sampai ke PLBN Aruk

GUBERNUR Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji melaksanakan rapat kerja (raker) di Kota…

Rabu, 12 Februari 2020 12:48

Tunggu Air Surut, Keruk Lumpur Siang Malam

PONTIANAK—Eskavator difungsikan untuk mengeruk sendimen yang berada di Parit Sungai…

Rabu, 12 Februari 2020 12:44

Korban Trafficking Usia 14 Tahun Melahirkan di Rumah Sakit Kuching

PONTIANAK – Seorang gadis 14 tahun asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat…

Minggu, 09 Februari 2020 21:53

Tak Bisa Berenang, Bocah Tenggelam di Kolam

KETAPANG – Bocah 9 tahun tenggelam di Kolam Renang Pawan…

Sabtu, 08 Februari 2020 13:06

Rapat Lintas Instansi di Kantor Staf Presiden, Gubernur Minta Jangan Buru-Buru Larang Kratom

JAKARTA – Gubernur Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menghadiri rapat terkait…

Rabu, 05 Februari 2020 14:37

Transaksi Non Tunai Cegah Kebocoran

PONTIANAK – Pembayaran nontunai atau cashless di feri penyeberangan Bardanadi Siantan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers