UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 15 Mei 2019 00:14
Kapal Milik Nelayan Asing Kembali Ditenggelamkan
Dua Kapal Kandas, 3 Lainnya Jadi Sarang Ikan
TENGGELAMKAN Pemusnahan 3 kapal ikan asing dilakukan dengan cara mengisi air dan pasir di badan kapal yang sudah dilubangi, Sabtu (11/5) di perairan Tanjung Datu, Kabupaten Mempawah. Tri Yulio Hartaza Putra/Rakyat Kalbar

PROKAL.CO,

PONTIANAK– Diberitakan Rakyat Kalbar ,sebanyak lima kapal ikan asing (KIA) tindak pidana perikanan telah berkekuatan hukum (inkracht), Sabtu (11/5) dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan di perairan Tanjung Datu, Kabupaten Mempawah. Namun, hanya tiga kapal yang bisa dieksekusi. Dua kapal lainnya batal dijadikan ‘rumah’ bagi ikan, karena kandas ketika ditarik menuju lokasi.

Plt Direktur Penanganan Ulang Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak, Eko Rudianto mengatakan, rencanannya, dua kapal ini akan ditarik kembali dan akan dimusnahkan pada tahap selanjutnya, bersama kapal-kapal yang belum dieksekusi, sekitar dua minggu setelah hari raya Idulfitri. “Makin cepat kosong (dimusnahkan semua, red) makin bagus,” ucap Eko.

Selain itu, dia berharap, kapal-kapal yang masih dalam proses hukum, kasasi maupun banding agar bisa secepatnya dieksekusi. Hal tersebut senada dengan apa yang dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, beberapa waktu lalu saat pemusnahan kapal tahap pertama di Tanjung Datu. Susi tidak ingin menyisakan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, sebelum masa jabatannya berakhir, apabila dirinya tidak dipilih kembali menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Di tempat yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Baginda Polin Lumban Gaol SH MH mengatakan, terkesan lamanya proses eksekusi pemusnahan kapal ini dan dilakukan secara bertahap dikarenakan mengikuti proses hukum yang ada. Apalagi terkait dengan permintaan Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang menginginkan adanya aturan percepatan pemusnahan kapal pencuri ikan di Indonesia. Kata dia, hal tersebut tidak bisa serta merta dilakukan begitu saja. Untuk membuat aturan ini, harus mengikuti proses dan aturan yang ada. “Ya, kita mau saja segera melakukannya, tapi kita harus mengikuti aturan yang ada dan tunduk pada tatanannya,” tutupnya.

Dengan pemusnahan barang bukti kapal ini, artinya dari 25 buah kapal dan satu buah sekoci yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap (incracht), saat ini masih menyisakan sekitar delapan kapal lagi. Kemudian ditambah dengan satu buah sekoci. Sebelumnya, Sabtu (4/5), di tempat yang sama telah dilakukan pemusnahan sebanyak 13 kapal.

Sebetulnya, jumlah ini merupakan setengah dari kapal yang diamankan di perairan Indonesia yang telah incracht di Kejaksaan. Sedangkan yang masih menunggu kepastian hukum, dalam proses banding dan kasasi masih tersisa sebanyak 90 kapal.  (Tri Yulio Hartaza Putra/rk)


BACA JUGA

Minggu, 12 Juli 2020 11:59

Tahun Ini Kemarau Tapi Ada Hujan, Semoga Karhutla Berkurang

PONTIANAK – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak Saptiko…

Minggu, 12 Juli 2020 11:03

Alhamdulillah, Angka Kesembuhan Kalbar di Atas 90 Persen, Tujuh Daerah Bebas Covid-19

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengumumkan perkembangan…

Minggu, 12 Juli 2020 10:59

Hujan Terus Turun, Banjir Rendam Ribuan Rumah di Kalbar

SINTANG – Banjir akibat meluapnya Sungai Melawi melanda beberapa kecamatan di…

Minggu, 12 Juli 2020 10:54

Gara-Gara Ini, Perusahaan Ini Didenda Rp 1 Miliar

PONTIANAK – PT. Putra Sari Lestari (PSL) di Kabupaten Ketapang didenda…

Sabtu, 11 Juli 2020 11:14

BANJIR DI KALBAR..!! Paling Parah di Ketapang, Air Capai 3 Meter, Rumah Tersisa Atap

KETAPANG – Banjir bandang melanda sejumlah daerah di Kalimantan Barat. Kondisi…

Sabtu, 11 Juli 2020 11:06

Kalbar Minta Diberi Kebebasan Kelola Perbatasan

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meminta Badan Nasional Pengelola Perbatasan…

Selasa, 07 Juli 2020 13:38

Punya Pantai yang Indah-Indah, Temajuk Harus Jadi Destinasi Wisata Andalan Kalbar

SAMBAS – Daerah di ujung negeri yakni Temajuk Kecamatan Paloh, memiliki…

Selasa, 07 Juli 2020 13:36

Infrastruktur Belum Cukup Baik, Gubernur Kalbar Minta Maaf

PONTIANAK – Hampir dua tahun masa kepemimpinan Gubernur Sutarmidji dan Wakilnya…

Selasa, 07 Juli 2020 13:33

ALAMAKKK...!! Nenek-Nenek Sedang Mandi Mau Diperkosa, Pelaku Lari Telanjang Bulat

MEMPAWAH – Warga Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir dihebohkan dengan…

Minggu, 05 Juli 2020 11:28

Bukan Hanya di Kalbar, Katanya Seluruh Kalimantan Krisis Ayam Potong

PONTIANAK – Krisis pasokan daging ayam segar ternyata bukan hanya terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers