UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 05 Mei 2019 09:54
Ada “Bioskop” di Perairan Tanjung Datuk
Ramai-ramai Menonton Penenggelaman 13 Kapal Asing, Susi: Mereka Harus Jera..!!
DIISI AIR. Sebelum ditenggelamkan, kapal Vietnam dilubangi, diisi air, untuk mempercepat proses penenggelaman, di perairan Tanjung Datu, Kabupaten Mempawah, Sabtu (4/5). Tri Yulio HP-RK

PROKAL.CO,

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memusnahkan barang bukti tindak pidana perikanan di Kalbar, Sabtu (4/5). Berupa 13 kapal ikan asing (KIA). Semuanya berbendera Vietnam. Di perairan Tanjung Datu, Kabupaten Mempawah. Pejabat-pejabat pemerintah pusat maupun daerah menyaksikannya.

"Saya sebagai gubernur sangat mendukung keputusan seperti ini, cuma kadang perlu kita berikan satu pemikiran, supaya barang bukti ini cepat (dimusnahkan,red), jangan dibiarkan lama," ucap Midji, karib Gubernur Kalbar, Sutarmidji, disapa.

Bila perlu, menurut ia, pemusnahan barang bukti kapal illegal fishing yang telah menjarah kekayaan laut Indonesia tersebut tak perlu menunggu putusan pengadilan. "Yang buat aturan kan kita, yang diproses hukum sampai ke pengadilan cukup orangnya, atau perusahaannya saja," terangnya.

Sebab, argumen mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu, barang bukti tangkapan kapal illegal fising itu, bila dibiarkan terlalu lama akan menjadi beban negara. "Karena perlu biaya perawatan," sebut Midji.

Ia juga tak sependapat bila ada pemikiran bahwa barang bukti kapal tersebut dilelang. Alasannya jelas: siapa yang mau beli? "Kita sudah beberapa kali, gak ada yang maju (ikut lelang,red), kelompok nelayan kita tidak mampu," tegasnya.

Alasan lainnya: dari sisi prestise negara. "Sepertinya tak elok juga (melelang,red), karena seakan-akan kita merampas barang bukti itu untuk kebutuhan kita, kalau bisa seminggu sudah dimusnahkan," pinta Midji.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Minggu, 12 Juli 2020 11:59

Tahun Ini Kemarau Tapi Ada Hujan, Semoga Karhutla Berkurang

PONTIANAK – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak Saptiko…

Minggu, 12 Juli 2020 11:03

Alhamdulillah, Angka Kesembuhan Kalbar di Atas 90 Persen, Tujuh Daerah Bebas Covid-19

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengumumkan perkembangan…

Minggu, 12 Juli 2020 10:59

Hujan Terus Turun, Banjir Rendam Ribuan Rumah di Kalbar

SINTANG – Banjir akibat meluapnya Sungai Melawi melanda beberapa kecamatan di…

Minggu, 12 Juli 2020 10:54

Gara-Gara Ini, Perusahaan Ini Didenda Rp 1 Miliar

PONTIANAK – PT. Putra Sari Lestari (PSL) di Kabupaten Ketapang didenda…

Sabtu, 11 Juli 2020 11:14

BANJIR DI KALBAR..!! Paling Parah di Ketapang, Air Capai 3 Meter, Rumah Tersisa Atap

KETAPANG – Banjir bandang melanda sejumlah daerah di Kalimantan Barat. Kondisi…

Sabtu, 11 Juli 2020 11:06

Kalbar Minta Diberi Kebebasan Kelola Perbatasan

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meminta Badan Nasional Pengelola Perbatasan…

Selasa, 07 Juli 2020 13:38

Punya Pantai yang Indah-Indah, Temajuk Harus Jadi Destinasi Wisata Andalan Kalbar

SAMBAS – Daerah di ujung negeri yakni Temajuk Kecamatan Paloh, memiliki…

Selasa, 07 Juli 2020 13:36

Infrastruktur Belum Cukup Baik, Gubernur Kalbar Minta Maaf

PONTIANAK – Hampir dua tahun masa kepemimpinan Gubernur Sutarmidji dan Wakilnya…

Selasa, 07 Juli 2020 13:33

ALAMAKKK...!! Nenek-Nenek Sedang Mandi Mau Diperkosa, Pelaku Lari Telanjang Bulat

MEMPAWAH – Warga Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir dihebohkan dengan…

Minggu, 05 Juli 2020 11:28

Bukan Hanya di Kalbar, Katanya Seluruh Kalimantan Krisis Ayam Potong

PONTIANAK – Krisis pasokan daging ayam segar ternyata bukan hanya terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers