UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Rabu, 17 April 2019 13:43
Tahun Ini, Segini Beras yang Ditargetkan Bulog
PANEN. Bupati Sintang, Jarot Winarno saat panen padi di salah satu desa di Kabupaten Sintang beberapa waktu lalu. Bulog Divre Sintang menyatakan hasil beras petani belum memenuhi kebutuhan di Sintang. (Saiful Fuat-RK)

PROKAL.CO, SINTANG Perum Bulog Sub Divre Sintang memasang target 321 ton beras bisa dihasilkan oleh petani pada tahun ini. Tentu target ini mesti melalui kerja keras.

“Hingga dengan saat ini, kita sudah menyerap sekitar 18 ton 300 kg, hasil beras dari petani Kabupaten Sintang,” ujar Kepala Perum Bulog Sub Divre Sintang, Maradona Singal, kemarin.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Maradona meyakini target ini bakal terwujud. Mengingat dalam waktu dekat beras akan bertambah karena masih ada panen lagi. “Kemungkinan akan masuk lagi sekitar 25 ton dalam waktu dekat ini, karena akan ada panen lagi,” jelasnya.

Dirinya optimis, target tersebut dapat tercapai, lantaran masih banyak panen-panen yang akan dilakukan ke depannya oleh petani. “Kita yakin target tersebut dapat terwujud,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Sintang, beras yang dihasilkan dari produk asli Bumi Senentang ini tidaklah cukup. Karena kebutuhannya per bulan mencapai 362 ton.

“Jadi apa yang dihasilkan dari petani Sintang ini, hanya dapat menutupi sepersekian persen saja untuk masyarakat di sini,” terangnya.

Diakui Maradona, sejauh ini pihaknya masih mengandalkan beras yang didatangkan dari luar untuk menutupi kebutuhan masyarakat Sintang.

“Kita masih mengandalkan beras dari Jawa Tengah untuk menutupi kebutuhan di sini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, berbagai macam masalah atau kendala pertanian masih sering ditemui di Kabupaten Sintang. Semacam lahan kurang luas, kurang sering ditanam dan kurang banyak.

“Meskipun Kabupaten Sintang ini seluas Provinsi Jawa Barat, namun lahan padi sawah cuma 7700 hektare,” ujar Jarot.

Ditambah lagi, belum semuanya bisa panen dua sampai tiga kali setahun. Di mana hanya rata-rata panen satu kali setahun, karena kurang sering ditanam dan ditambah lagi, sekali panen hanya dua hingga tiga ton saja per hektarenya. “Kalau di Jawa, sekali panen bisa lima sampai enam ton per hektare,” pungkasnya. (Saiful Fuat/rk)


BACA JUGA

Minggu, 18 Agustus 2019 20:25

Jawawut Dipromosikan Sebagai Produk Lokal Sintang

SINTANG- Dari laman Rakyat Kalbar, Bupati Sintang, Jarot Winarno didampingi…

Minggu, 18 Agustus 2019 20:23

Depotnya Ada Izin, Tapi Belum Lengkap

Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) bersama Dinas Lingkungan…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:21

Leher Kekasih Dijerat, Tewas, Lalu Keningnya Dicium....

Minggu (7/7), sekitar pukul 11.30 WIB, korban dan pelaku berada…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:14

Ini Kisah Warga Parit Baru Mendulang Rupiah dari Jamur Tiram

Jamur tiram dikenal sebagai bahan pangan eksotis yang memiliki banyak…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:06

Asap Cair Solusi Tanggulangi Karhutla

KUBU RAYA- Setelah asap lumayan mereda di sebagian Kabupaten Kubu…

Jumat, 16 Agustus 2019 08:00

Disuruh Bersih-Bersih Rumah Camat, Eh Ngga Taunya Digrepe-grepe...

SAMBAS- Miris. Belum selesai penyidikan dugaan pencabulan yang diduga dilakukan…

Jumat, 09 Agustus 2019 09:24

Lahan Terbakar, Api Tak Bisa Dikendalikan, Rumah Pun Jadi Korban

KAYONG UTARA- Kepala Desa Simpang Tiga, Rajali menyebutkan sudah dua…

Selasa, 06 Agustus 2019 22:51

Gila Judi dan Karaoke, Sales Sikat Duit Perusahaan Ratusan Juta

PONTIANAK - Seorang warga Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Edi Sugianto…

Senin, 05 Agustus 2019 12:55

Buayanya Ngga Dapat-Dapat, Warga Kian Resah

SINGKAWANG - Keberadaan Buaya di Sungai Singkawang membuat heboh. Beberapa…

Minggu, 04 Agustus 2019 10:57

Motivasi Keluarga untuk Merawat Penderita Gangguan Jiwa

SINGKAWANG - Bun Nyit Sin (51), Orang Dengan Gangguan Jiwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*