UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Rabu, 10 April 2019 13:37
Tak Ada Foto di Kertas Suara, Caleg Khawatir
SURAT SUARA: Petugas KPU Pusat memperlihatkan contoh surat suara yang akan dicoblos pada 17 April mendatang, yang terdiri dari lima jenis surat suara, di mana untuk surat suara caleg tak memampangkan foto calon. JAWAPOS.COM

PROKAL.CO, Tidak ada foto calon legislatif (caleg) dalam kertas surat suara menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Rajuliansyah usai Rapat Persiapan Pelaksanaan Pemilu 2019, di Ruang Rapat Bupati Kapuas Hulu, kemarin.

“Saya banyak menerima laporan masyarakat, sampai saat ini masyarakat masih bingung karena tidak ada foto caleg," kata politikus Partai Persatuan Pembangunan tersebut. 

Untuk diketahui, pada Pemilu serentak kali ini, setiap pemilih akan mendapat lima lembar kertas surat suara dengan warna petunjuk berbeda-beda, serta peruntukannya berbeda-beda. Masing-masing kertas surat suara untuk memilih Presiden/Wakil Presiden, anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD Provinsi, dan anggota DPRD Kabupaten/Kota. Sedangkan yang dilengkapi foto kontestan hanya pada kertas suara untuk Presiden/Wakil Presiden dan anggota DPD RI. Banyak pemilih yang tak mengetahui akan hal ini.

Menurut Rajuliansyah, sosialisasi tentang pencoblosan dan pengenalan surat suara masih sangat perlu dilakukan, agar masyarakat paham masing-masing surat suara. Dia meminta seluruh pihak membantu penyelenggara Pemilu menyosialisasikan jenis-jenis surat suara, baik itu masyarakat itu sendiri yang saling mengingatkan, mau pun peserta pemilu itu sendiri. “Itu kan tanggung jawab kita semua, namun memang saya khawatir masyarakat bingung,” jelas Rajuliansyah.

Selain itu, dirinya juga mengajak masyarakat untuk cerdas dalam menentukan pilihan, terutama memilih wakil rakyat. Ia mengingatkan warga agar tidak memilih caleg yang bermain politik uang. “Pemimpin yang terpilih hasil politik uang tidak akan bisa mewakili rakyat dan bukan kehendak rakyat,” katanya.

Menurutnya, peranan masyarakat saat Pemilu bukan hanya menyukseskan dan menggunakan hak pilih, namun masyarakat juga dapat berperan mengawasi pelaksanaan Pemilu. Setiap peserta pemilu juga diharapkan dia, mampu memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat, kemudian bisa menerima kekalahan dan menerima kemenangan. “Bagaimana pun juga yang memilih adalah masyarakat, masyarakat pasti memiliki orang tepat untuk menjadi wakil rakyat, bukan karena politik uang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kapuas Hulu, Musta'an pernah mengatakan setiap individu warga negara Indonesia juga berperan dalam mengawasi pelaksanaan pemilu. “Jika masyarakat menemukan ada praktik politik uang, segera laporkan kepada petugas Bawaslu terdekat, maka laporan tersebut akan kami tindaklanjuti dan mesti disertai alat bukit yang kuat,” ucap Musta'an.

Ditegaskan Musta'an, mereka tidak akan segan-segan menindak tegas pelanggaran pemilu termasuk politik uang tanpa pandang buluh. Oleh karena itu, kata Musta'an, peranan masyarakat sangat kami harapkan dalam turut serta mengawasi Pemilu. “Kami tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan semua pihak termasuk masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan pemilu,” kata mantan jurnalis Pontianak Post tersebut.

Di sisi lain, Ketua KPU Kapuas Hulu Ahmad Yani mengatakan, sosialisasi pelaksanaan Pemilu hingga proses pencoblosan terus dilakukan. Bahkan, katanya, relawan demokrasi yang telah dibentuk KPU menyampaikan langsung di tengah masyarakat untuk berbagai kalangan, baik itu pemilih pemula, usia lanjut, dan kalangan lainnya. “Kami terus melakukan sosialisasi. Bahkan kami juga sudah mengerahkan Relawan Demokrasi untuk melakukan sosialisi itu ke tingkat desa. Baik untuk pemilih pemula, lanjut usia, bahkan pada masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus,” katanya. “Tentunya kami juga minta dukungan semua pihak agar pelaksanaan pemilu berjalan lancar,” pungkasnya. (arf)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 12:13

Badan Usaha Milik Kacab Bank BUMN di Ketapang Eksplorasi Pasir Pantai?

KETAPANG-. Belum lagi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dicabut pemerintah…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:23

ASTAGA..!! Ada Aksi Vandalisme di Balai Praja Kantor Bupati

SUKADANA- Siapa aktor dan pelaku aksi radikalisme (pinjam istilah medsos)…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:22

Brankas Dibobol Mantan Karyawan, Alfamart Alami Kerugian Rp38,6 Juta

PONTIANAK -  Diberitakan Rakyat Kalbar, bobol brankas Alfamart, Febli Chandra…

Kamis, 05 Desember 2019 11:26

Bupati Bilang, Sintang adalah Jantungnya Dunia

SINTANG- Setelah dibangun beberapa bulan lamanya, akhirnya via ferrata atau…

Kamis, 05 Desember 2019 11:24

Sungai Sambas di Desa Puringan Tercemar CPO

SAMBAS-. Masyarakat Desa Puringan, Kecamatan Teluk Keramat mengeluhkan adanya genangan…

Senin, 02 Desember 2019 13:51

Masih Ada di Kalbar, Warga yang Hidup dalam "Gubuk Derita"

SUNGAI KAKAP. Hari-hari menjalani hidup, keluarga Lebek Adam, menempati gubuk…

Senin, 02 Desember 2019 13:45

Hebohh..!! Ditemukan Meriam Kuno Peninggalan Kerajaan Sambas

Meriam sepanjang kurang lebih 2,40 meter dan berat sekitar 3,1…

Senin, 02 Desember 2019 13:44

Senyabang, Danau Wisata dan Pusat Ikan Air Tawar

Pasca disulap komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) dua bulan lalu,…

Senin, 02 Desember 2019 13:40

Selamatkan Sungai Singkawang, Ini yang Dilakukan Aktivis Pro Lingkungan

SINGKAWANG — Aktivis pecinta lingkungan hidup yang tergabung dalam Forum Sungai…

Senin, 02 Desember 2019 12:04

"Hanya dengan Sebuah HP, Orang Bisa Mencuci Otak"

NGABANG-. Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR, Drs. Cornelis, MH, yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.