UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 10 April 2019 13:31
Kasus Dugaan Penganiayaan Siswi SMP oleh 12 Siswi SMA
KPPAD: Tak Ada Arahan Jalur Damai

PROKAL.CO, PONTIANAK – Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) akan terus memantau perkembangan kasus pengeroyokan yang menimpa Audrey. Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati, menjelaskan lembaganya terlebih dahulu fokus kepada kondisi korban. Dia juga menegaskan KPPAD tidak pernah mengarahkan adanya jalur damai dalam kasus tersebut.

Dia menjelaskan, tupoksi lembaga yang dipimpinnya itu, konsen pada pengawasan dan perlindungan anak, baik pelaku maupun korban.

 “Dalam perkara ini, kami fokus pada korban terlebih dahulu. Untuk pelaku, sudah diserahkan ke pihak kepolisian,” tegas dia.  Dia juga pertegas, bahwa KPPAD Kalbar tidak pernah mengarahkan kedua belah pihak untuk mengambil jalur damai. Semuanya, kata dia, dikembalikan kepada pihak korban untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.

Penegasan yang disampaikan KPPAD tersebut sekaligus membantah tudingan yang disampaikan akun twitter Ziana Fazura. KPPAD juga menyampaikan kejengkelan terhadap  cuitan akun tadi, yang menyebutkan bahwa KPPAD meminta kasus berakhir dengan damai. Atas tuduhan tak berdasar itu, lembaga itu melaporkan secara resmi akun tersebut ke Polda Kalbar.

 “Kami melaporkan secara resmi ke Polda Kalbar dengan nomor registrasi 240 dan dilaporkan langsung oleh Tumbur Manalu dan Anggi Febian Lubis mewakili KPPAD Kalbar,” ungkap Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati.

Pangaduan yang dilayangkan itu tentang dugaan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Eka mengatakan, langkah ini pihaknya ambil karena pihaknya menemukan bahwa statemen yang dicuit di akun tersebut menggiring opini yang membelokkan tupoksi lembaga ini yang sebenarnya.  “Kami merasa statemen tersebut meruncing dan membelokkan tupoksi kami yang sebenarnya, yakni perlindungan dan pengawasan anak yang ada di Kalbar,” kata dia.

Sehari sebelumnya KPPAD Kalbar mengungkapkan bahwa korban sudah diberikan pendampingan berupa hypnoprana, therapi, dan akan menyusul pendampingan psikolog klinis untuk trauma healing. Hal itu dilakukan agar bisa menghilangkan trauma atas peristiwa tersebut. (sti)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.