UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Minggu, 24 Maret 2019 11:37
Pliissssss...!!! Jangan Bakar Lahan Gambut di Pinyuh
Kebakaran lahan di salah satu kabupaten di Kalbar.

PROKAL.CO, MEMPAWAH- Memasuki musim kemarau, Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan. Pasalnya, pembakaran lahan di musim kemarau sangat berdampak terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bahkan asapnya bisa mengganggu kesehatan.

“Khususnya di daerah gambut di Kecamatan Sungai Pinyuh demi mengantisipasi kebakaran lahan. Saya meminta warga Sungai Pinyuh tidak melakukan pembakaran, jika ingin membuka lahan,” kata Ismail, seperti dilansir Rakyat Kalbar.

Ismail menilai, jika kebakaran lahan terjadi, kemungkinan akan menyebabkan kerugian bagi masyarakat sendiri. Terlebih bila kebakaran sampai merambat ke pemukiman warga, bahkan perkebuan juga ikut terbakar.

“Akibat kebakaran lahan banyak yang dirugikan, tidak hanya masyarakat bahkan bisa merugikan negara luar akibat kabut asap,” katanya.

Untuk itu, Ismail sangat mengharapkan warga jangan asal membakar lahan sembarangan. Meskipun itu merupakan lahan pribadi. Sebab, dampaknya bisa meluas dan mengganggu kesehatan masyarakat.

“Kita juga meinta petugas pemadam kabakaran agar siap siaga. Dan sering melakukan patroli untuk memantau titik-titik api yang ada. Demi mengantisipasi terjadinya kebakaran yang lebih luas,” ucapnya.

Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso juga mengimbau masyarakat yang akan membuka kebun baru tidak dengan cara membakar.

Imbauan ini disampaikan untuk mengantisipasi terjadi kebakaran hutan di Kabupaten Mempawah. Didik Dwi juga meminta masyarakat tidak memanfaatkan cuaca panas saat ini untuk menjalankan aktivitas membakar lahan. Bisa memicu munculnya titik api dan kabut asap.

“Jika masyarakat membakar lahan, dikhawatirkan akan merambat ke hutan dan sampai ke pemukiman penduduk, yang akhirnya akan merugikan bagi siapapun. Pemicu kebakaran hutan maupun kabut asap, selain bisa disebabkan faktor alam, apabila suhu mencapai 30 derajat celsius, juga dikarenakan kegiatan manusia itu sendiri. Seperti pembukaan lahan untuk perkebunan dengan sengaja membakar,” katanya.

Akibat a pembakaran hutan atau lahan, tentu saja dikhawatirkan dapat mengakibatkan terjadinya kabut asap yang mengganggu kesehatan karena udara menjadi kotor dan tidak sehat. (Ari Sandy/rk)


BACA JUGA

Senin, 16 September 2019 13:57

KENAPA INI..? Tiga Perusahaan Sawit Malaysia Disegel

KETAPANG – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menyegel dua…

Senin, 16 September 2019 01:01

Siswanya Libur karena Asap Kebakaran, Ehh...Sekolahnya Malah Ikut Terrbakar

SAMBAS-  Jumat (13/9) sekitar pukul 11.00 WIB pekan lalu, giliran…

Senin, 16 September 2019 00:49

Belasan Ruko Hangus, Kerugian Belasan Miliar

SINTANG–Sebanyak 18 rumah toko (ruko) di Jalan Majapahit, Kelurahan Kapuas…

Minggu, 15 September 2019 10:08

Dua Kepala Daerah Bertemu, Bahas Masalah Ini..

SINTANG-Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha…

Minggu, 15 September 2019 10:00

10 Perusahaan Sawit Terindikasi Karhutla, Satu Membantah

PUTUSSIBAU – Satu dari sepuluh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terindikasi…

Minggu, 15 September 2019 09:50

Enam Lokal Kelas SD Terbakar, Siswanya Terpaksa Menumpang

Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Kali…

Kamis, 12 September 2019 14:29

Sekda Sintang Diperiksa 5 Jam

SINTANG- Mobil berplat merah bernopol KB 6 E terlihat parkir…

Rabu, 11 September 2019 15:12

Mahkamah Agung Tolak PK PT WHW-AR

KETAPANG-  Mahkamah Agung RI melalui Surat Putusan Nomor 475 PK/PDT/2019…

Rabu, 11 September 2019 00:03

Dilantik, Wakil RAkyat Diminta Tidak Ego Sektoral

Sebanyak 25 Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara 2019- 2024 secara…

Selasa, 10 September 2019 11:30

Pelantikan Anggota DPRD Disambut Demonstrasi

SAMBAS- Sekitar 300 mahasiswa Kabupaten Sambas menggelar aksi damai pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*