UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 24 Maret 2019 11:28
Restorasi Ekosistem Lahan Gambut, Ini yang Sudah Dicapai
TERNAK KAMBING: Ternak kambing menjadi salah satu upaya revitalisasi ekonomi dalam rangka merestorasi ekosistem gambut di Kalbar. SITI SULBIYAH/PONTIANAK POST

PROKAL.CO, Sebanyak 42.755 hektare ekosistem gambut di Kalimantan Barat (Kalbar) telah dilakukan upaya restorasi hingga tahun 2018. Badan Restorasi Gambut (BRG) bersama dengan Pemda Kalbar melakukan upaya aktif restorasi ekosistem gambut tersebut melalui kegiatan pembasahan kembali (rewetting), revegetasi, revitalisasi sosial-ekonomi masyarakat, dan Program Desa Peduli Gambut. Dari upaya tersebut, hasilnya kini telah dirasakan manfaatnya.

Catatan: SITI SULBIYAH

MANFAAT dari restorasi ekosistem gambut kini sudah dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya adalah masyarakat Dusun Parit Mas, Desa Madu Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Desa yang mendapatkan bantuan berupa sekat kanal ini, telah mampu mengatasi persoalan kebakaran lahan gambut yang mengancam kawasan tersebut sewaktu musim kebakaran lahan.

“Insyaallah dengan adanya sekat ini, kebakaran lahan gambut dapat dicegah, karena airnya tertahan, dan membuat gambutnya menjadi basah,” ungkap Ahmad Musyiri, ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Madu Sari, saat ditemui di desanya, Rabu (20/3).

Ke depan pihaknya juga akan memanfaatkan lahan gambut di desa tersebut untuk bercocok tanam tanaman holtikultura. Masyarakat sekitar, saat ini berencana untuk terjun ke pertanian jagung. Inilah salah satu hasil dari revitalisasi ekonomi masyarakat yang diharapkan melalui bantuan tersebut. 

Selain mendapatkan bantuan sekat kanal, desa tersebut di tahun 2018 juga telah menerima bantuan 50 ekor kambing untuk diternakkan. Kambing-kambing yang diternakkan ini, dijelaskan Ahmad, akan dimanfaatkan kotorannya, yang kemudian diolah menjadi pupuk. Para petani di sana, menurut dia, akan memanfaatkan pupuk ini untuk menanam sayur-sayuran, serta tanaman lainnya.

“Lahan gambut di sini humusnya minim sekali, karenanya perlu dibantu dengan pupuk kandang, sehingga sayur-sayuran yang kami tanam dapat tumbuh di sini,” katanya seperti dikutip Pontianakpost.co.id.

Ahmad berharap melalui bantuan ini dapat membantu perekonomian masyarakat desa. Terlebih, menurut dia, bagi mereka yang dominan bertumpu pada pekerjaan noreh karet. Komoditas klasik tersebut harganya, diakui dia, kerap anjlok, sehingga menyulitkan ekonomi petani.

Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah Kalbar, Adi Yani mengatakan, upaya restorasi ekosistem gambut di provinsi ini akan terus melibatkan masyarakat di tingkat desa. Pengembangan kapasitas dan ekonomi masyarakat desa melalui mekanisme tugas pembantuan dilakukan mereka guna meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat, dalam mendukung kelancaran pelaksanaaan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), restorasi gambut dan ekonomi produktif yang terus dilaksanakan. “Salah satu wujud pengembangan ekonomi masyarakat desa adalah dengan 19 paket revitalisasi ekonomi berupa peternakan dan perikanan yang telah didistribusikan di Kalimantan Barat," terangnya. 

Tahun ini, diungkapkan dia, ada sejumlah program revitalisasi ekonomi masyarakat yang direalisasikan di Kalbar. Di antaranya, sebut dia, peningkatan produksi holtikultura, pengembangan peternak ayam potong, peternakan kambing, peternakan sapi, pengolahan produk nanas, maupun penanaman jahe dan pengolahan produk turunan jahe. 

Sementara untuk memantau kinerja intervensi Pembangunan Infrastruktur Pembasahan Gambut (PIPG) yang telah dibangun, sambung dia, BRG bersama mitra mengembangkan teknologi pemantauan tinggi muka air (TMA) di lahan gambut secara realtime melalui Sistem Pemantauan Air Lahan Gambut (SIPALAGA). Hingga Desember 2018, menurut dia, telah terpasang 12 unit alat pemantau TMA di Kalimantan Barat. Alat pemantau TMA ini, menurut dia, akan merekam parameter tinggi muka air, kelembaban tanah dan curah hujan per 10 menit dan akan mengirimkan data setiap harinya ke server. 

“Pada tahun 2019 ini diharapkan seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha berkomitmen untuk terus menjaga ekosistem gambut di Kalimantan Barat, sehingga kebakaran Iahan di Kalimantan Barat yang menimbulkan bencana kabut asap tidak perlu terulang,” jelasnya.

Deputi Bidang Perencanaan dan Kerjasama Badan Restorasi Gambut, Budi Wardhana menyebut, luas kebakaran gambut di area target restorasi gambut BRG berkurang dari 26.664 hektare pada tahun 2015 menjadi 2.599 hektare pada tahun 2019. Interevensi melalui PIPG, menurut dia, telah berhasil menurunkan titik panas secara signifikan di area sekitar lokasi PIPG. Jika berada pada radius 0 – 1 kilometer dari PIPG, kata dia, rata-rata hanya ada 2,4 persen hotspot. 

“Semakin jauh dari PIPG, hotspot bertambah. Misalnya pada jarak 1 – 2 kilometer, ditemukan 5,6 persen hotspot dan pada jarak lebih dari 2 kilometer ada 92 persen hotspot,” sebut Budi. Dari tahun 2016, hingga 2018 PIPG yang berhasil dibangun, sebut dia, terdiri dari 326 unit sumur bor dan 479 unit sekat kanal.

Deputi Bidang Edukasi Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna A Safitri menambahkan, pembasahan ekosistem gambut merupakan upaya awal pencegahan kebakaran. Namun demikian, dia menambahkan, tetap diperlukan kewaspadaan karena kebakaran masih berpotensi terjadi. Kerusakan gambut yang sangat parah, menurut dia, memerlukan waktu panjang untuk pemulihan karena gambut belum sepenuhnya kembali pada kondisi semula.

Karena itulah, dikatakan dia, diperlukan kegiatan penyiapan dan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui Program Desa Peduli Gambut (DPG). Untuk Kalbar, tutur Myrna, program DPG pada 2017 – 2018 dilakukan BRG bersama para mitra pada 31 desa/kelurahan yang berada di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Pontianak Mempawah, Kabupaten Kayong Utara, dan Kabupaten Sambas. ”Program DPG berkontribusi pada peningkatan status kemajuan desa. Kami membuat Indeks Desa Peduli Gambut sebagai pendetilan Indeks Desa Membangun,” pungkas dia. (*)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*