UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 03 Februari 2019 13:01
Jenis Kopi Ini Sulit Dijumpai tapi Berpotensi Dikembangkan di Kalbar

Disbun Kalbar Kembangkan Kopi Liberika

ilustrasi

PROKAL.CO,

Pontianak-RK. Melihat permintaan kopi yang dinilai meningkat, namun pasokannya terbatas, Dinas Perkebunan (Disbun) Kalbar saat ini melakukan pengembangan. Di Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya. Sejak tahun lalu. Khusus untuk kopi berjenis Liberika.

"Diprediksikan komoditas ini sudah dapat berproduksi dua hingga tiga tahun mendatang, yang mana dari dana APBN kami sentrakan satu wilayah untuk pengembangan kopi Liberika, yakni di Padang tikar, Batu Ampar, di lahan seluas 400 hektare," ungkap Kabid Pengembangan Tanaman dan Penyuluhan Disbun Kalbar, Juniar, Sabtu (2/2).  Juniar menilai, kopi Liberika cocok untuk ditanam di daratan Kalbar. Memiliki rasa asam dan pahit yang khas, dia menilai kopi ini potensial untuk dikembangkan.

"Jenis kopi ini juga kita yakin pasarnya ada, baik itu secara lokal maupun luar negeri, sebab kopi ini penikmatnya juga cukup banyak, dan yang kita kembangkan ini sekitar dua tahun sampai tiga tahun lagi baru bisa produksi," ucapnya.

Untuk saat ini, kata dia, pihaknya memang sedang mengembangkan kopi. Meski komoditas tersebut bukan menjadi unggulan. Pengembangan komoditas ini berangkat dari menjamurnya warung-warung kopi, khususnya di Kota Pontianak.  "Menjamurnya warung kopi ini, menandakan kebutuhan akan biji berwarna hitam tersebut cukup banyak, namun disayangkan, dari banyak kopi kebanyakan kopi yang digunakan disuplai dari luar Kalbar, padahal kita juga memiliki potensi yang cukup kalau bicara soal kopi," papar Juniar.

Selain kopi Liberika, jenis kopi lainnya juga dikembangkan. Saat ini, kata Juniar, beberapa daerah di Kalbar sudah mengembangkan komoditas ini. Seperti Singkawang, Sambas, dan Sintang. Ada pula Ketapang, yang oleh Disbun Kalbar dijadikan pusat pengembangan kopi.

Sementara itu, pengusaha kopi asal Kota Pontianak, Abdurrahman, memuji langkah Disbun Kalbar ini. Mengingat permintaan akan biji kopi untuk kebutuhan lokal sangat potensial. Terlebih, Kota Pontianak telah dikenal sebagai kota tujuan untuk ngopi. Untuk itu, perlu kiranya menghadirkan kopi ciri khas kota berjuluk Kota Khatulistiwa ini. "Kebanyakan brand kopi lokal yang ada di sini, mendapatkan pasokan biji kopi dari luar daerah, hanya ada beberapa saja yang lokal," kata Owner Kopi Sepok itu.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers