UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

KRIMINAL

Jumat, 07 Desember 2018 08:58
Peragakan 19 Adegan, Ayah Banting Bayi Itu Dalam Keadaan Sadar
REKONSTRUKSI. Supardi Supriyatman memperagakan adegan membanting bayi kandungnya hingga meninggal saat rekonstruksi di Mapolresta Pontianak, Kamis (6/12). Abdul Halikurrahman-RK

PROKAL.CO,

PONTIANAK- Satreskrim Polresta Pontianak gelar rekonstruksi kasus penganiayaan hingga mengakibatkan kematian yang dilakukan ayah kepada anak kandungnya sendiri, Kamis (6/12). Reka adegan dilakukan di Mapolresta Pontianak.  Ada 19 adegan yang diperagakan Supardi Supriayatman (36). Termasuk bagaimana ia membanting anak kandungnya sendiri bernama Putri Aisyah yang baru berusia setahun empat. Rekontruksi kunci berada di adegan ke 17 dan 18.

Pada adegan ke 17 dan 18, terungkap tersangka sempat rebut-rebutan anak dengan istrinya, Hamisah (36) di ruang tamu hingga ke kamar. Rebutan anak tersebut berlanjut hingga ke dapur. Saat di dapur, Hamisah berusaha meraih korban dari gendongan Supriadi. "Saat itulah emosi tersangka memuncak,” ujar Wakasat Reskrim Polresta Pontianak, Iptu Muhammad Resky Rizal.

Tersangka sempat memukul istrinya hingga terjatuh. Setelah itu,  tersangka langsung menghempaskan anaknya ke lantai sebanyak tiga kali. Berdasarkan hasil rekonstsruksi dan pendalaman akhirnya penyidik menyimpulkan motif pembunuhan yang dilakukan tersangka terhadap anak kandungnya tersebut karena emosi sesaat.  "Dari beberapa adegan tadi juga terlihat bagaimana rebutan anak terjadi. Di situ lah memicu emosi tersangka meningkat," tuturnya.

Mengenai kondisi kejiwaan tersangka, Resky memastikan tidak ada ganguan apapun. Bahkan saat peristiwa keji itu terjadi, tersangka melakukannya dalam keadaan sadar. "Hasil pemeriksaan psikologi sebanyak dua kali, tersangka dinyatakan normal dari awal," ungkapnya.

Dijelaskan dia, tersangka akan jerat Pasal 83 Ayat 4 Undang-Undang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Tak hanya itu, tersangka akan ditambah sepertiga ancaman dari hukuman tersebut.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa tragis tersebut dilakukan Supardi pada Sabtu 24 November 2018 di Jalan Usaha Baru, Parit Langgar, Sungai Rengas, Kubu Raya. Kejadian itu pun sontak membuat geger warga. Istri tersangka, Hamisah yang diwawancarai di hari kejadian lalu mengatakan, suaminya sebelumnya sempat mengaji di ruang tamu. Ia cekcok dan menghempaskan anak perempuanya hingga tewas. Namun menurutnya, saat tersangka mengaji memang sudah ada gelagat aneh. Raut wajah tersangka saat itu terlihat pucat. Seperti kelelahan dan tak bertenaga.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 11:02

Lift Kerja Jatuh dari Lantai Enam, Buruh Bangunan Tewas

<p><strong>PONTIANAK</strong> &ndash; Sanuar, seorang buruh bangunan di Pontianak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers