UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 24 November 2018 11:27
Ekspor Hasil Laut Indonesia Meningkat

Tahun Ini Pemasukan Negara Rp87 Miliar

ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Permintaan sertifikat kepada Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) RI mengalami peningkatan. Bahkan melebihi target yang ditetapkan.

Diberitakan Rakyat Kalbar, untuk memastikan jumlah peningkatan ini, bisa diakses secara online di web resmi BKIPM RI. Karena saat ini semua layanan sudah dilakukan secara online.  “Secara umum untuk Indonesia pengguna semakin meningkat, kita bisa lihat data bahwa jumlah yang memanfaatkan fasilitas karantina ini semakin hari semakin meningkat itu terlihat dari sertifikat yang meningkat cukup banyak di atas target,” terang Kepala BKIPM RI, Rina, Jumat (23/11).

Produk perikanan Indonesia setiap tahun bertambah. Bisa dilihat dari penerimaan negara yang juga meningkat dari sektor ini. Hasil produk perikanan Indonesia sudah diterima di 161 negara.   “Tentu saja yang keluar secara legal itu pasti membutuhkan karantina untuk mendapatkan sertifikat supaya produknya bisa keluar dan itu trennya semakin naik,” katanya.

Menurut Rina, pihaknya harus siap menghadapi kondisi ini. Salah satunya dengan meningkatkan kemampuan pelayanan. Memberikan ruang yang layak untuk stakeholder dalam memanfaatkan layanan mereka. Di samping itu, dengan peningkatan ini juga diharapkan para pegawai bisa lebih profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

 “Kita kan sudah online, jadi teman-teman yang ingin mendaftar mendapatkan sertifikat tidak harus datang ke kantor dulu. Karena bisa mendaftar secara online,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya tidak lagi menerima uang kes untuk proses sertifikat. Namun bisa dibayar menggunakan e-money. Langkah ini ambil dalam rangka meningkatkan pelayanan yang bersih, transparan dan akuntabel. “Kemudian menjadikan kantor ini nyaman bagi mereka yang membutuhkan layanan dari kami,” jelasnya. Rina mengklaim pemasukan untuk negara meningkat seratus persen dan melampaui target. Dari target Rp70 miliar, saat ini telah tercapai Rp87 miliar. Meski angka tersebut tidak besar, tapi tren peningkatannya tinggi.

Ia menuturkan, tahun 2015 pemasukan dari sektor ini hanya berkisar di angka Rp25 miliar - Rp30 miliar. Tahun 2019, strategi yang dilakukan tetap sama, yakni meningkatkan pelayanan yang efektif dan efisien. Kemudian mempertajam pengawasan di pintu-pintu masuk. Terutama seperti di Kalbar ini, karena berbatasan dengan negara lain. "Kita jaga betul dengan bermitra bersama Pol Air Polda Kalbar, Angkatan Laut, Reskrim dan semua pihak untuk menjadikan kawasan perikanan ini aman, legal dan sumber daya ikan kita terjaga,” tutup Rina.

Ditambahkan Kepala Kantor Layanan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Kemananan Hasil Perikanan Pontianak, Miharjo mengatakan, dengan adanya gedung yang baru diresmikan kemarin tentu akan semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat membutuhkan.  “Kita di Kalbar tahun 2017, perusahaan yang bisa ekspor itu hanya 3 perusahan beku, 3 perusahaan CKIB. Nah, sekarang kita benahi sampai tahun 2018 itu ekspor untuk perusahana yang beku sudah 8 kemudian CKIB dari 3 sekarang jadi 16,” terangnya.

Dengan peningkatan ini artinya kata Miharjo, pelayanan yang diberikan pihaknya juga semakin baik, transparan dan akuntabel. Sebagai bentuk untuk mewujudkan pelayanan yang semakin prima. “Ini persembahan untuk Kalbar terkait karantina ikan. Harapannya memotivasi pengguna jasa kita agar lebih eksis dalam hal pengurusan ekspor ikan,” ujarnya.

Saat ini kata dia, untuk yang sudah CKIB hasil perikanan Kalbar diekspor ke 11 negara. Sementara untuk yang beku ada dengan negara mitra dan non mitra. Ia memastikan kedepan akan terus tingkatkan agar hasil perikanan Kalbar semakin banyak diminati.  “CKIB ke 11 negara itu mitra grade A, grade B, grade C tergantung negara tujuan mempersyaratkan apa,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Kalbar banyak Arwana, dan ikan hias lainnya. Kemudian untuk konsumsi ada Bawal, Kakap, Betutu, dan Udang. “Untuk Arwana paling banyak ke Cina, Vietnam, Thailand, Singapura, ada juga Australia dan Amerika Serikat serta Kanada,” jelas Miharjo.

Sementara itu, ?Direktur Pol Air Polda Kalbar Kombes Pol Alex Fauzi mengatakan, hingga saat ini pihaknya dengan Kantor Layanan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Kemananan Hasil Perikanan Pontianak berjalan dengan baik. “Tentunya sesuai slogan dan motto Polda Kalbar Berkibar yakni berkinerja dengan benar,” katanya.

Miharjo kata Alex selama ini memfasilitasi dengan sangat baik dalam memberikan informasi kepada pihaknya. Mulai dari saksi ahli, informasi tentang ikan jenis apa yang tidak boleh dan harus dilindungi serta hal-hal lainnya. “Dan itu sudah berjalan baik, yang kami dapat informasi itu kami tindak lanjuti,” ujarnya.

 “Alhamdulillah kemarin kita juga ada pers rilis degan pak Kapolda terkait kepiting petelur yang berhasil kita amankan karena tidak memiliki izin dimana ada 3.607 ekor berhasil kita amankan dan lepas lagi khabitatnya,” timpal Alex.

Ia berharap, dengan adanya  gedung maka pihak Kantor Layanan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Kemananan Hasil Perikanan Pontianak bisa semakin semangat dalam bekerja dan bersinergi dengan pihak kepolisian, dalam hal ini Pol Air Polda Kalbar. (riz/rk)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*