UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Selasa, 20 November 2018 13:30
Edi Fokus Kelola Anggaran, Midji Beri Pekerjaan Rumah
Sutarmidji

PROKAL.CO, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan akan fokus mengelola anggaran. Ia akan berupaya agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2018 terserap dengan maksimal. Edi dilantik oleh Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji untuk menyelesaikan sisa periode jabatan 2013-2018.

"Setelah saya dilantik di sisa jabatan hingga Desember nanti, persoalan utama tentang penyerapan APBD 2018 menjadi fokus saya. Selain itu, saya juga akan menyelesaikan pembahasan anggaran 2019," ungkapnya usai pelantikan, Senin (19/11) di Balai Petitih.

Setelah periode ini tuntas, Edi akan kembali dilantik menjadi Wali Kota Pontianak untuk masa periode 2018-2023 pada 23 Desember nanti. Khusus penyerapan anggaran 2018 yang tinggal menyisakan sebulan lebih, ia menyatakan akan melakukan pengawasan ketat.

Hal ini agar semua pekerjaan yang tengah dikerjakan dapat selesai sesuai jadwal. Kecuali pekerjaan yang bersifat multiyears maka akan dilanjutkan tahun depan. Menurutnya, sebagian pekerjaan sudah selesai 100 persen tetapi ada juga yang baru 90 persen. "Tapi saya yakin di sisa waktu ini semua dapat selesai," ungkapnya.

Selain penyerapan APBD 2018 dan pengesahan APBD 2019, ia juga punya prioritas lain. Di akhir tahun, katanya, Pontianak akan menghadapi puncak musim penghujan. Karena itu, ia sudah mengintruksikan dinas terkait untuk mengambil langkah persiapan. Di samping itu, perayaan hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru juga akan diperhatikan. Bakal ada kesiapan yang dilakukan, terutama pengamanan lalu lintas serta koordinasi dengan pihak terkait agar perayaan hari raya berjalan sesuai harapan.

Terkait pesan Gubernur Kalbar yang memintanya menyelesaikan persoalan kompleks Kota Pontianak, Edi menyatakan siap melaksanakan.  Ia akan berupaya merealisasikannya setelah dilantik sebagai Wali Kota Pontianak untuk periode jabatan 2018-2023 pada 23 Desember 2018 mendatang.

"Saya rasa masukan beliau akan menjadi salah satu warning dan pendorong agar lebih semangat untuk berbuat demi kebaikan Kota Pontianak," ungkapnya. Dalam hal ini, ia juga meminta masyarakat dapat memahami aturan pemerintah, soal perundang-undangan, perda sampai aturan kementerian. Karena dalam menerapkan aturan, tak jarang terjadi kontra dengan masyarakat di lapangan.

Misalnya soal penertiban badan jalan bagi pedagang kaki lima, pelanggaran Perda IMB (Izin Mendirikan Bangunan), limbah sampai parkir yang semrawut. Menurutnya,  semua masalah itu bakal diselesaikan sesuai aturan. "Untuk pelayanan, akan coba kita berikan secara maksimal," tandasnya.

 

Midji Beri Edi PR

Sebelumnya, Gubernur Kalbar, Sutarmidji memang menyampaikan beberapa pesan kepada Edi Kamtono. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan sebelum dilantik kembali sebagai wali kota definitif, ada beberapa hal yang dinilainya perlu dibenahi Edi.

Orang nomor satu di Kalbar itu mengaku sudah memantau perkembangan kota. Setidaknya ada empat sampai lima persoalan yang dianggap sepele tetapi perlu segera dibenahi. Midji, sapaan akrabnya, sengaja tidak menyebutkan satu per satu kelima persoalan itu. Ia justru ingin Edi Kamtono mencari tahu sendiri dan lantas membenahinya.

"Keliling saja. Lihat, ada tidak yang tidak ditangani, padahal itu hal sepele. Saya ada empat sampai lima, tapi saya tidak sampaikan sekarang. Saya mau lihat, Pak Edi lihat tidak barang itu, tapi kalau tidak lihat, nanti tanggal 24 Desember baru saya omongkan,"  terang Midji dalam sambutannya saat pelantikan, Senin (19/11).

Pernyataannya tersebut seolah memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada Edi Kamtono. Ia meminta Edi rajin berkeliling memantau apa saja hal yang perlu dibenahi. Kebiasaan itu menurutnya sudah ia lakukan selama menjabat wali kota dulu. 

"Saya harap Pak Edi lihat empat hal itu. Saya tidak mau kasih tahu. Keliling saja, nanti tanggal 24 Desember baru rapornya saya umumkan," tegasnya. Ia berharap di kepemimpinan Edi Kamtono ke depan bisa terus meningkatkan pembangunan di Kota Pontianak. Sebab, Kota Pontianak adalah wajah terdepan Provinsi Kalbar.

 “Citra Kalbar itu dilihat dari Kota Pontianak, sehingga orang kalau ingat Kalbar, ingat Pontianak,” ujar mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini. Pontianak menurutnya adalah barometer pembangunan di provinsi ini. Jika pembangunan di kota ini meningkat, daerah-daerah lain di Kalbar juga akan berlomba-lomba meningkatkan pembangunan di wilayahnya masing-masing.

Midji juga menegaskan, Pemprov Kalbar akan berlaku adil dalam hal menganggarkan pembangunan di seluruh Kalbar. Tidak ada daerah yang dianakemaskan atau dianaktirikan. Sekalipun ada kemungkinan Provinsi Kapuas Raya terbentuk dan lima kabupaten yang termasuk dalam rencana provinsi baru itu akan terlepas dari Kalbar.

Kelima daerah tersebut  tetap akan mendapat kucuran anggaran untuk pembangunan. “Kami akan berlaku adil dalam menganggarkan pembangunan di kabupaten/kota yang ada di Kalbar,” pungkasnya. (iza/bar)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*