UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 17 November 2018 13:58
Kasus Tiga Paman Perkosa Tiga Kakak Beradik
Ayah dan Kakek Meninggal, Tiga Kakak Beradik Digarap Bertahun-Tahun
GELAR PERKARA. Kompol Muhammad Husni Ramli menggelar konferensi pers terkait hasil gelar perkara penanganan kasus pencabulan anak di bawah umur dan menghadirkan kedua tersangka di Mapolresta Pontianak, Selasa (13/11). Abdul Halikurrahman-RK

PONTIANAK- Satreskrim Polresta Pontianak gelar perkara kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan tiga orang pamannya, Selasa (13/11). Korbannya pun tiga kakak beradik, sebut saja Bunga (15), Melati (12) dan Mawar (9).

Gelar perkara dengan tersangka AK dan AT itu dipimpin langsung Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Hayono di Mapolresta Pontianak secara tertup. Saat gelar perkara berlangsung lebih dari satu jam tersebut AK dan AT turut dihadirkan. Sementara seorang korban lagi AU masih buron.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli mengungkapkan, berdasarkan hasil gelar perkara tersebut diketahui pencabulan yang dilakukan para tersangka terhadap ke tiga korbannya sudah berlangsung sejak tahun 2013. Kejadian bermula, tiga korban tinggal di rumah AU. Setelah ayah dan kakek ketiga korban meninggal dunia. "Anak paling tua (Bunga) yang pertama menjadi korban AU," katanya kepada wartawan di Mapolresta Pontianak.

Prilaku biadap tersebut pun kembali dilakukan tersangka secara berulang-ulang selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya Bunga, pindah ke rumah AK. Sedangkan kedua adiknya (Melati dan Mawar) masih tinggal di rumah AU. Saat pindah ke rumah AK, Bunga juga dicabuli.

Melati dan Mawar yang tinggal di rumah AU juga mengalami nasib sama seperti Bunga. Ironisnya, paman mereka berinisial AT ikut-ikutan mencabuli Melati dan Mawar. Selama bertahun-tahun, ketiga korban hanya bisa pasrah diperlakukan tak senonoh.

Korban tak berani membongkar prilaku bejat tiga orang saudara mendiang ayahnya tersebut. Korban didoktrin, jika cerita dan pelaku masuk penjara nanti tidak ada yang menghidupi dan mengurus mereka. “Karena itu, korban pun bungkam," jelas Husni menceritakan.

Tahun 2017, perbuatan bejat tiga pelaku pencabulan tersebut terbongkar. Pada Agustus 2018, korban didampingi keluarga, baru membuat laporan polisi ke Polresta Pontianak. Setelah mendapat laporan tesebut pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Di September kemarin AK berhasil ditangkap.

"Dan satu pelaku inisial AT kita amankan di Oktober 2018 kemarin. Kemudian masih ada satu orang pelaku lagi inisial AU, saat ini masih kita kejar," jelas Husni. Kepada para tersangka akan dijerat Pasal 81 dan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan AnakTtahun 2014. Ancaman hukuman paling rendah lima tahun penjara.

Kasus kekerasan seksual yang dialami ketiga perempuan di bawah umur tersebut turut menjadi atensi Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalbar. Sebelumnya, Komisioner KPAID Kalbar, Alik Rosyad berharap polisi segera menangkap seorang pelaku yang masih buron. "Saya kira tidak terlalu sulit bagi polisi untuk menangkap pelaku yang buron ini. Apalagi indentitasnya sudah jelas," katanya.

Ia menegaskan, dalam penanganan kasus kekerasan seksual  terhadap anak di bawah umur warga Pontianak timur ini, ada dua yang menjadi konsen. Pertama, soal jaminan advokasi terkait penegakan hukum. Kedua, berkaitan dengan pendampingan psikologi terhadap korban-korban tersebut. (abd/rk)


BACA JUGA

Selasa, 28 Juni 2022 11:39
Polemik RUU Kesehatan Ibu dan Anak

Bakal Ada Perpanjangan Cuti Hamil dan Bersalin, Apindo Kalbar Khawatir Porsi Pekerja Perempuan Berkurang

DPR RI tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak…

Selasa, 28 Juni 2022 11:36

Ternyata Ini Penyebab Langkanya Pupuk Subsidi di Kalbar

 PT Pupuk Indonesia (Persero) menjawab keluhan petani terkait kelangkaan pupuk…

Rabu, 22 Juni 2022 13:13

GAWAT..!! Ratusan Kantong Darah di Pontianak Terinfeksi Penyakit Menular, PMI Perketat Skrining

 Ratusan kantong darah di PMI Kota Pontianak terinfeksi penyakit menular,…

Senin, 20 Juni 2022 11:57

Perjuangan Para Ayah yang Terhantam Pandemi, Ada yang Menjadi Robot hingga Badut untuk Bertahan Hidup

Minggu ketiga Juni setiap tahunnya diperingati sejumlah negara sebagai Hari…

Senin, 13 Juni 2022 10:57

Ada Indikasi Pekerja Anak di Perkebunan Sawit

International Labour Organization (ILO) atau Organisasi Perburuhan Internasional meluncurkan Hari…

Senin, 13 Juni 2022 10:44

PPDB 2022 Tidak Dipungut Biaya, Gubernur Kalbar Ingatkan Sekolah Negeri

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengingatkan bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru…

Jumat, 10 Juni 2022 13:13

Gubernur Kalbar Minta Izin Pegawai Kontrak Diwadahi di Bawah Koperasi Pegawai

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji memperkirakan, sebanyak 80 persen pegawai…

Jumat, 10 Juni 2022 13:12

Semua Daerah di Kalimantan Barat PPKM Level Satu

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Hary Agung Tjahyadi mengatakan 14…

Rabu, 08 Juni 2022 23:50

Panjang Perbatasan Kalbar-Malaysia 1.000 Km, Ada Lebih dari 52 Jalur Tikus

Kalimantan Barat merupakan provinsi yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia.…

Rabu, 08 Juni 2022 23:47

GILA..!! 31 Kg Sabu dari Malaysia Mau Diselundupkan ke Indonesia Lewat Paloh, Polisi Amankan Lima Tersangka

Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Barat bersama Polda…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers