UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 17 November 2018 13:00
Biadab..!! Tiga Paman Nodai Tiga Keponakannya
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Malang nian nasib tiga anak perempuan di bawah umur di Kecamatan Pontianak Utara ini. Panggil saja mereka dengan sebutan Bunga (15), Melati (12) dan Mawar (9).

Diberitakan Rakyat Kalbar, sejak sang ayah dan kakeknya meninggal, ketiga kakak adik kandung ini dititipkan di rumah pamannya. Tak lain adalah saudara kandung dari ayahnya.

Namun tak seperti yang dibayangkan. Lelaki dewasa yang diharapkan menjadi pelindung justru menghancurkan harapan dan amanah yang diberikan. Ketiga pamannya masing-masing berinisial AU, AK dan AT, tega mencabuli Bunga, Melati dan Mawar. Kini, ketiga korban yang masih mengalami trauma itu mendapat pendampingan hukum sekaligus pendampingan psikologis dari Komisi Perlindungan Anak Indonesa Daerah (KPAID) Kalbar.

Komisioner KPAID Kalbar, Nany Wirayani mengungkapkan, persitiwa biadap yang dialami tiga bocah perempuan itu sebenarnya sudah terjadi cukup lama. Bunga, kata dia, merupakan korban pertama yang dicabuli oleh AU.

Dijelaskan Nany, Bunga bersama Melati dam Mawar awalnya tinggal serumah dengan AU. Saat mendapat pelecehan itu, Bunga tak bisa melawan. Ia hanya bisa pasrah. Sebab merasa tidak punya tempat tinggal lagi. Hingga akhirnya, Bunga sendiri dipindahkan tempat ke rumah pamannya yang lain, AK.

Rupanya kata Nany, di rumah AK, Bunga pun juga tak aman. Ia kembali menjadi mangsa birahi oleh adik kandung mendiang ayahnya itu. Sementara Melati dam Mawar yang masih tinggal serumah dengan AU, juga mendapatkan perlakukan yang sama. Bahkan satu orang pamannya, AT, yang tinggal serumah dengan AU juga ikut mencabuli dua ponakannya tersebut.

Lambat laun, perbuatan bejat ini pun terungkap. Pada 20 Agustus 2018, nenek korban, FN yang tinggal di Jakarta tiba-tiba pulang ke Pontianak. Tujuannya, kata Nany, FN ingin menjenguk tiga cucunya tersebut.

Setiba di Pontianak, FN langsung bertemu dengan Bunga yang masih tinggal di rumah AK. Saat pertemuan tersebut, Bunga pun bercerita kepada neneknya. Bahwa, dia telah dicabuli oleh dua paman kandungnya sendiri, AU dan AK.  FN kemudian marah besar. Ia lantas mengambil keputusan untuk mengambil asuh cucunya. Namun, AK tak sadar diri. Dia tidak mengizinkan. Bahkan FN diancam akan dikeroyok jika tetap nekat membawa pergi cucu-cucunya tersebut.

"Karena itu, nenek korban pun malaporkan pelaku ke Polresta Pontianak," kata Nany kepada wartawan saat ditemui di Kantor KPAID Kalbar, Senin (12/11) sore.

Dari laporan tersebut, sambung Nany, penyidik Polresta Pontianak melakukan visum terhadap korban Bunga. Kemudian, Bunga meminta penyidik agar menyelamatkan dua adiknya yang masih tinggal di rumah AU. Sebab, kepada penyidik, kedua adiknya itu juga telah diperlakukan sama seperti dirinya.

"Pada 20 Agustus itu, penyidik meminta nenek korban ke KPAID untuk membantu menyelamatkan dua adiknya Bunga itu. Hari itu juga kami langsung ke lokasi," ceritanya.

Upaya penyelamatan itu belum membuahkan hasil. Pihak KPAID tidak menemukan Melati dan Mawar. "Selepas Magrib, kami pergi lagi. Lagi-lagi kami tidak menemukan mereka. Setelah keesokan harinya, pihak keluarga pelaku menyerahkan ke dua korban," sambungnya.

Menurut Nany, berdasarkan pengakuan Melati, kekerasan seksual yang dialaminya sejak ia masih berumur 6 tahun. Sementara adiknya, Mawar juga mengaku dicabuli. Dia dipaksa melakukan oral seks.

Saat ini, kata Nany, Polresta Pontianak sudah menangai kasus pencabulan yang menimpa tiga anak kakak beradik tersebut. "Dua pelaku yakni AK dan AT sudah ditangkap. Sementara satunya lagi, AU masih buron," ucapnya.

Ketua KPAID Kalbar, Alik Rosyad berharap kepolisian segera menangkap satu pelaku yang kini masih buron. "Saya kira tidak terlalu sulit bagi polisi untuk menangkap pelaku yang buron ini. Apalagi indentitasnya sudah jelas," katanya.

Ia menegaskan, dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, ada dua yang menjadi konsen. Pertama soal jaminan advokasi terkait penegakan hukum. Dan kedua, pendampingan psikologi terhadap korban-korban tersebut.

Dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli membenarkan bahwa pihaknya sudah menangkap dua pelaku cabul terhadap tiga anak di bawah umur kakak beradik tersebut. "Iya (kedua pelaku paman kandung korban, red)," ujarnya singkat ketika ditanya apakah dua pelaku yang diamankan tersebut adalah paman kandung para korban.

Saat ini kata Husni, pihaknya masih memburu satu orang tersangka lagi. "Satu orang masih kita kejar," pungkasnya. (Abdul Halikurrahman/rk)

 


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 11:35
Tekad 2020 Zero Karhutla

29 Korporasi Ditangani Polda Kalbar

PONTIANAK- Setelah mendengar klarifikasi dari bupati/wali kota yang daerahnya terdampak…

Sabtu, 21 September 2019 11:32

PANIK..!! Lagi Rapat, Gedung DPRD Sekadau Mau Roboh, Pejabat Berhamburan Menyelamatkan Diri

SEKADAU- Mulanya biasa saja. Gedung DPRD Sekadau dipenuhi anggota dan…

Sabtu, 21 September 2019 11:04
1.061 Hotspot Terdeteksi di Ketapang

Lihat Nih..!! Ada Spiderman Bagi Masker di Sambas

KETAPANG- Bertetangga dengan Kalteng, Kabupaten Ketapang sampai hari ini masih…

Jumat, 20 September 2019 11:27

TEGAS..!! Polisi Segel Lahan di Punggur Kecil dan Sekadau Hilir

SUNGAI KAKAP-  Tak ada kepala daerah yang main-main dalam penanganan…

Jumat, 20 September 2019 11:24

SEMOGA BENAR..!! BMKG Prediksi Hari Ini Hujan

Turunnya hujan memang menjadi harapan semua pihak, untuk mengakhiri bencana…

Jumat, 20 September 2019 11:23

Gubernur Ingatkan Pemerintah Pusat Segera Tertibkan Izin Tambang

PONTIANAK-. Kalimantan Barat akan mengulangi sejarah kelam Hak Pengusahaan Hutan…

Jumat, 20 September 2019 11:20

Pantau Cuaca dan Angin, Semoga Ada Awan Biar Bisa Buat Hujan

Dalam upaya menanggulangi Karhutla akibat kemarau panjang yang kering, Pangdam XII…

Jumat, 20 September 2019 11:17

Pangdam: Bara Api Lahan Gambut Bisa Merambat

PONTIANAK- Dua hari jabatan Pangdam XII Tanjungpura diletakkan di pundaknya,…

Kamis, 19 September 2019 11:35

Dua Bulan Menghirup Asap, Tembus 6.025 Kasus ISPA

PONTIANAK-  Seorang pekerja pers di Kota Pontianak pun tutur jadi…

Kamis, 19 September 2019 11:32

Lima Perusahaan di Sintang Disegel Polisi, 10 Menyusul

SINTANG- Sudah lima lahan konsesi perusahaan di Kabupaten Sintang yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*