UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

KRIMINAL

Selasa, 09 Oktober 2018 10:41
Sipir Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Pontianak
Kemenkumham Tak Beri Bantuan Hukum

PROKAL.CO,

PONTIANAK- Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalbar akan menindak tegas petugas yang terlibat dalam peredaran narkoba di dalam Rutan dan Lapas. Hal tersebut dilakukan menyusul ditangkapnya sipir Rutan Kelas II A Pontianak berinisial WF oleh BNNP dan Polda Kalbar di Jalan Sungai Raya Dalam di Ruko sekitar 1 Km dari Rutan, Jumat (5/10).

Diberitakan Rakyat Kalbar, WF diamankan bersama dengan barang bukti berupa 400 butir ekstasi yang diduga akan diserahkan kepada salah seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas II A Pontianak. Setelah berhasil mengamankan WF, keesokan harinya di Rutan Kelas II A Mempawah, kembali terjadi peredaran narkoba. Namun kali ini dibawa oleh pengunjung Rutan berinisial MI.  Pengungkapan kedua kasus tersebut dibenarkan Kepala Kanwil Kemenkumham Kalbar Rochadi Iman Santoso. "Iya benar pengungkapan pertama pihak kepolisian dan BNN berhasil mengamankan salah satu petugas kita yang bertugas di Rutan Kelas II A Pontianak, WF,” ujarnya kepada wartawan, Senin (8/10). Setelah tertangkapnya WF, dalam waktu bersamaan pihaknya kemudian menggelar razia di dalam Rutan yang diduga sebagai

tempat dua WBP ini mengendalikan narkoba. “Sekarang WF dan semua barang bukti juga sudah diangkut pihak kepolisian untuk proses penyelidikan,” katanya.

Setelah tertangkapnya WF, keesokan harinya Rutan Mempawah juga berhasil mengagalkan sekitar lima gram sabu yang dibawa pengunjung. Barang haram tersebut disembunyikan dalam rexona yang rencananya akan diserahkan ke salah satu warga binaan.  “MI rencananya akan diberikan kepada warga binaan berinisial DN alias Dod yang saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” ungkapnya.

Dirinya menuturkan, dari dua kejadian tersebut pihaknya akan meningkatkan kembali pengawasan narkotika baik di luar maupun di dalam Lapas. "Baik itu melibatkan pihak lain maupun dan melibatkan petugas," tegasnya.

Secara internal kata dia, Kanwil Kemenkumkam Kalbar akan melakukan pembinaan dan melaksanakan strategi kepegawaian guna mencegah kasus serupa terulang. Dengan masuknya PNS baru nanti, mereka mereka yang lama akan ditarik, agar tidak terprovokasi.   “Ini suatu tantangan bagi kita di Kalbar. Dari dua kasus ini kita belajar banyak meskipun adanya keterbatasan di bidang SDM, akan tetapi bukan menjadi alasan bagi pihak kita untuk terkait pemberantasan narkotika,” terangnya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 11:02

Lift Kerja Jatuh dari Lantai Enam, Buruh Bangunan Tewas

<p><strong>PONTIANAK</strong> &ndash; Sanuar, seorang buruh bangunan di Pontianak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers