UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 11 September 2018 09:49
Harga Material Merangkak Naik
Gara-gara Ini, Pelaku Sektor Properti Kalbar Mengeluh
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Rupiah kemarin memang menguat terhadap dolar AS. Namun, sejumlah pengusaha yang bergerak di bidang properti sudah keburu mengeluh harga bahan baku bangunan merangkak naik. Keuntungan yang diperoleh mereka semakin mengecil.

Salah satunya yang “menjerit” adalah Anggota Real Estate Indonesia (REI) Kalbar, Iwan Santoso. Pengusaha properti ini menyatakan, beberapa kebutuhan material memang diperoleh dengan harga lebih tinggi belakangan ini. Karena melemahnya rupiah yang sempat menyentuh level Rp15.000.

"Kenaikan dolar ini berpengaruh besar bagi kita pelaku usaha di bidang properti, sebab harga kebutuhan material industri usaha yang juga ikut naik, ini yang buat kita sedikit kesulitan," ujar Iwan kepada Rakyat Kalbar, Kamis (6/9).  Ia menjelaskan, modal yang dikeluarkan oleh dirinya dan pengembang lain bertambah gara-gara naiknya harga material tersebut. Di sisi lain, naiknya kapital untuk membangun perumahan dan bangunan lainnya itu tidak sejalan dengan harga penjualannya. Terutama untuk perumahan bersubsidi.

"Jadi kita tidak boleh menaikkan harga rumah, artinya dengan naiknya bahan-bahan material ini pengeluaran kita besar, tapi menjualnya dengan harga yang sama, tidak boleh dinaikkan, karena sudah ada ketentuannya,” beber Iwan.

Rumah subsidi tahun 2018 paling tinggi dijual sebesar Rp142 juta. “Sehingga keuntungan yang kita dapatkan kecil, terkecuali kita menjual rumah komersil, itu bebas, " ungkap anggota Hipmi Kalbar ini.

Padahal, menurut dia, ketika pembangunan perumahan dilakukan, tak sedikit jenis usaha yang tumbuh. Terjadi multiplier effect untuk perekonomian secara regional. "Kalau kita lihat, itu kontribusi dari pengembang saat membangun perumahan, ada ratusan jenis usaha yang tumbuh, seperti pembuat kusen, pembuat batako, penjual seng, semen, belum lagi tukang, kita berharap kondisi seperti ini nantinya bisa kembali stabil," harap Iwan. (nov/rk)

 


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 14:25

Asap di Malaysia, Tidak Semuanya Kiriman

PONTIANAK- Asap dari Kalimantan dan Sumatera kini sudah melanglang ke…

Rabu, 18 September 2019 14:22

Tiga Hari, 138 Flight di Supadio Terkendala

SUNGAI RAYA- Arus transportasi penumpang udara di Kalbar, utamanya dari…

Selasa, 17 September 2019 15:46

Jarak Pandang Super Rendah, Maskapai Stop Penerbangan

PONTIANAK- Kabut asap pekat yang menyelimuti sebagian besar Kalimantan Barat…

Selasa, 17 September 2019 15:42

Poros Pelang-Tumbang Titi Masih Membara

KETAPANG- Korban Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Ketapang yang…

Selasa, 17 September 2019 15:39

ISPU Berbahaya, Layanan Kesehatan Siaga 24 Jam

PONTIANAK- Asap yang menyelimuti Kota Pontianak dan sebagian besar Kalbar…

Selasa, 17 September 2019 08:00

Sudah 61 Tersangka Karhutla, 9 Korporasi Disegel

 PONTIANAK-. Polda Kalbar sudah menetapkan 61 tersangka Karhutla, dua diantaranya …

Selasa, 17 September 2019 06:43

Kabut Makin Pekat, Dinkes Sediakan 7 Rumah Oksigen

PONTIANAK-Kondisi udara di Kota Pontianak berdasarkan informasi konsentrasi Partikulat (Pm10)…

Selasa, 17 September 2019 06:40

24 Penerbangan Sempat Delay, Semoga Asap Tak Terlalu Tebal Lagi

SUNGAI RAYA — Masih tebalnya kabut asap membuat aktivitas penerbangan…

Senin, 16 September 2019 14:26

Asap Bikin Ekonomi Kalbar Sesak Napas

PONTIANAK- Ahad (15/9), akhirnya apa yang dikhawatirkan Presiden Joko Widodo…

Senin, 16 September 2019 14:23

Duh Derita Banget, Sudah Kena Asap, Warga Juga Susah Dapat Air Bersih

SAMBAS – Selain rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan, cuaca panas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*