UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Sabtu, 08 September 2018 10:46
Ekonomi Kian Sulit, Pria Paruh Baya Gantung Diri
EVAKUASI. Jenazah korban dibawa petugas untuk dilakukan visum di RSUD MTh Djaman Sanggau, Kamis (6/9)—Kiram Akbar

PROKAL.CO, SANGGAU- Di tengah kemeriahan Festival Budaya Paradje' X, warga Kota Sanggau dihebohkan dengan peristiwa gantung diri Ra, alias Sk, 43. Warga Gang Muhammad, Kelurahan Tanjung Sekayam, Kecamatan Kapuas itu ditemukan tergantung di kamar lantai dua rumahnya, Kamis (6/9).

Diberitakan Rakyat Kalbar, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.30 tersebut sempat menghebohkan warga setempat dan pengunjung Festival Budaya Parade'. Mengingat lokasi kejadian berada di sebelah Istana Surya Negara Sanggau. Kapolsek Kapuas, Iptu Sri Mulyono saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, bahwa korban pertama kali ditemukan abangnya, Ismail. Kala itu, Ismail hendak menjemur pakaian di lantai dua.

“Ismail kemudian teriak memanggil istrinya yang sedang mengayun anaknya di lantai bawah dan meminta bantuan tetangga menghubungi polisi,” kata Kapolsek.

Setelah ditemukan tergantung, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD MTh. Djaman untuk dilakukan visum oleh dokter Suharyadi Sasmanto. “Hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan. Hanya terdapat bekas jeratan di leher korban,” terang Kapolsek.

Ia menambahkan, menurut keterangan saksi-saksi, korban Ra pada 31 Agustus 2018 sudah mulai berubah. Ia lebih banyak diam dan meminta diajarkan salat serta meminta rambutnya dipotong, kepada Ismail. Pada 4 September 2018 malam, Ra diketahui mengamuk dan membawa parang keluar rumah seperti sedang berhalusinasi.

Sebelum ditemukan tak bernyawa pun, Kamis sekira pukul 08.00, keponakan korban sempat melihat pamannya masih bersantai sambil minum kopi di rumah. “Kemudian keponakan korban sempat menyampaikan kepada korban. ‘Paman jangan keluar, di rumah saja saya mau masang dekorasi di acara Paradje’,” kata Kapolsek menirukan ucapan keponakan korban.

Hingga saat ini kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian korban. Namun, Kapolsek mengatakan, aksi nekat nelayan tersebut kemungkinan disebabkan faktor ekonomi. (KiA/rk)


BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 00:32

Satu Warga Tanam Pohon Ganja

SANGGAU – Satu batang pohon ganja hidup disita Satuan Reserse…

Kamis, 27 Februari 2020 00:29

Hujan Melulu, Beberapa Sungai di Landak Meluap

NGABANG – Curah hujan yang meningkat sepanjang minggu ini mengakibatkan…

Minggu, 09 Februari 2020 21:56

11 Tahun Penantian, Masjid Ini Akhirnya Diresmikan

SAMBAS-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meresmikan Masjid Besar At-Taqwa Pemangkat,…

Minggu, 09 Februari 2020 21:47

Atraksi Tatung, Hadirkan Tamu Ke Pemangkat

PEMANGKAT – Barisan peserta tatung, tak putus-putus. Bahkan barisan para…

Selasa, 04 Februari 2020 23:56

Suami Ngamuk, Istri dan Tetangga Ditimpas

PUTUSSIBAU- Peristiwa berdarah terjadi di barak pemukiman perkebunan sawit di…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:21

Bupati Landak Kesal, Acara Belum Selesai Pejabat Sudah Ribut

NGABANG – Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa meluapkan kekesalannya…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:17

Perusahaan Ini Dideadline 10 Hari untuk Bayar Pesangon

PONTIANAK–Alot, lelah dan sarat emosi mewarnai proses mediasi antara Serikat…

Kamis, 30 Januari 2020 22:43

Begini Akibatnya Kalau Main Korek dekat Bensin

SENGAH TEMILA – Yuliana Sumiati Perempuan (50), warga Dusun Keranji…

Kamis, 30 Januari 2020 22:41

Suami Istri Minum Racun Rumput, Ya Meninggal...!!

SINTANG – Warga Kecamatan Tempunak dihebohkan dengan meninggalnya pasangan suami-istri yang…

Kamis, 30 Januari 2020 13:33

Warga Sambas Susah Dapatkan Gas 3 Kg

Antrian warga memanjang untuk mendapatkan gas melon di sejumlah pangkalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers