UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 23 Agustus 2018 12:23
Kabut Asap Makin Mengerikan, Anak Sekolah Diliburkan
Kabut asap (ilustrasi)

PROKAL.CO, Kabut asap makin mengerikan di Kalbar. Melihat kondisi yang semakin parah ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar mengeluarkan surat edaran. Mulai Senin (20/8) agar SMA/SMK yang wilayahnya terpapar kabut asap meliburkan seluruh siswanya. Terutama Kota Pontianak dan Kubu Raya. Masuk kembali seperti biasa pada 23 Agustus 2018.

 Sedangkan bagi daerah-daerah di luar Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya yang saat tidak terkena dampak kemarau kabut asap dan buruknya udara, diharapkan tetap melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa. Surat edaran ini diterbitkan setelah dilakukan koordinasi lisan dengan Badan Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kesehatan Kalbar, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Pontianak dan Kubu Raya.

"Besok kami siapkan edaran libur sampai udara sehat atau asap sudah tidak membahayakan kesehatan lagi. Dan akan segera kami laporkan ke pimpinan," ungkap Kepala Disdikbud Kalbar Suprianus Herman kepada Rakyat Kalbar. Libur sekolah ini diakui Suprianus tentu mengganggu perjalanan kurikulum. Akan tetapi, kesehatan para siswa lebih penting. Proses belajar mengajar bisa disesuaikan.

"Saya pesan buat para siswa yang diliburkan serta imbauan kepada orangtua untuk tetap mengontrol aktivitas di luar rumah, selama cuaca belum pulih," pesan Suprianus. Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Andy Jap menjelaskan terjadi kenaikan penderita ISPA sebesar 5 hingga 10 persen. Kenaikan itu memang tidak terlalu signifikan. Pasalnya masyarakat sudah mulai mengerti cara menghadapi cuaca seperti ini. Dengan mengurangi aktivitas di luar rumah. "Masker juga sudah disiapkan," ulasnya.

Dinkes Kalbar setuju dengan adanya kebijakan meliburkan anak sekolah. Hal tersebut juga harus dimonitor oleh Disdikbud Kalbar.

"Dari kebijakan kota tetap akan dipertimbangkan kalau kabutnya sudah berbahaya anak sekolah terutama TK dan SD harus istirahat dulu dalam batas tertentu,” tuturnya.   “Kalau kita di provinsi dari kota sudah mulai mengantisipasi. Makanya tetap kita monitor," timpal Andy.  Sementara itu, Wali Kota Pontianak Sutarmidji melalui akun Facebooknya membenarkan sekolah diliburkan.

“Assalamu'alaikum wr wb, Sehubungan dgn kondisi udara di Kota Pontianak sangat buruk maka saya instruksikan untuk meliburkan anak sekolah PAUD, TK , SD libur hingga tgl 26, masuk 27 Agustus dan untuk SMP masuk tgl 24 Agustus. Demikian untuk dimaklumi,” tulisnya pukul 19.07 WIB di akun Bang Midji.

Menyikapi kabut asap, Inspektur Jendral (Irjen) Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI Oscar Primadi berpesan kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk tetap berprilaku hidup bersih dan sehat. "Konsumsi makanan yang bergizi," pesannya melalui Rakyat Kalbar.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kalbar ini juga menyarankan kepada masyarakat Kalbar untuk menghindar kontak dengan asap secara berlebihan. Warga sarankan menggunakan penutup mulut (masker).

"Untuk masyarakat jangan memperparah dan memperbanyak asap. Dinkes setempat juga harus terus meningkatkan penyuluhan," pungkas Oscar.  (Rizka Nanda, Ari Sandy, Andi Ridwansyah, Abdu Syukri/rk)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*