UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:00
Sidang Kasus Pembunuhan, Ruang Sidang Malah Dipenuhi Tulisan Dukungan Terhadap Terdakwa

Pengacara Tuding Kasus Pembunuhan Dipaksakan

BENTANGKAN POSTER. Puluhan warga membentangkan poster memenuhi ruang sidang PN Pontianak untuk memberikan dukungan moril terhadap keempat terdakwa kasus pembunuhan terhadap Zainal Makmur, Selasa, (14/8). Andi Ridwansyah-RK

PROKAL.CO,

PONTIANAK- Sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Zainal Makmur di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak dipenuhi keluarga dan warga keempat terdakwa, Selasa, (14/8) sekira pukul 15.00 WIB. Mereka membawa poster bertuliskan dukungan terhadap terdakwa. Sidang dipimpin Hakim Ketua, Rudi Kindarto. Kendati begitu sidang agenda pembacaan pembelaan pihak terdakwa tersebut  berlangsung dengan tertib. Pasalnya, masyarakat hanya menyampaikan aspirasi dengan membawa kertas beruliskan seruan kepada aparat penegak hukum agar memberikan keadilan kepada empat tersangka.

Adapun keempat terdakwa yakni Rachmad Kurniawan, 37, Muhammad Hanafiah, 40, Nizar Maulana, 33 dan Firman Syamsul Rizal, 32. Keempatnya  ditetapkan menjadi terdakwa dengan tuduhan melakukan pembunuhan kepada Zainal Makmur, 44, warga asal Padang Tikar Kabupaten Kubu Raya. Korban tewas di Gang Peniti Baru Jalan Imam Bonjol pada 20 Desember 2017.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Ketua RT II/RW XI, Nuriman mengatakan, kedatangan puluhan warganya ke dalam ruang persidangan dalam rangka aksi solidaritas. Guna memberikan dukungan moral kepada keempat tersangka. “Itu spontanitas dari masyarakat. Karena merasa ini banyak kejanggalan-kejanggalan yang perlu diungkapkan,” ujarnya kepada wartawan.

Pria 50 tahun ini menuturkan, warga membawa kertas bertulisan seruan agar hakim dapat menghadirkan saksi Abdul Hadi dan mengungkap barang bukti di rumah No. H 2. “Sebagaimana saya ketahui rumah H 2 di situlah mulai kedapatan kaca pecah,” ujarnya.

Kemudian percikan darahnya tidak pernah diungkapkan pihak penyidik sebagai barang bukti. Begitu pula saksi awal yang pertama memanggil empat terdakwa yakni Abdul Hadi. “Saya yakin mereka tidak bersalah dalam kasus ini, karena masyarakat mengetahui keseharian mereka,” ucapnya.

Keempat terdakwa itu sangat aktif berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Tidak pernah ada kasus hukum. Apabila dalam kasus ini disalahkan, bagaimana mereka mau berpartisipasi. “Seperti kasus ini mereka malah menjadi terdakwa,” sebutnya.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers