UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Selasa, 14 Agustus 2018 12:47
Sidang Putusan Perceraian di Pengadilan Agama Pontianak
Wanita Ini Terbukti Bersuami 2, Eddy Dapat Hak Asuh Anak
DIKABULKAN. Eddysan Farel (kemeja biru muda) bersama tim kuasa hukumnya mengucapkan takbir ketika keluar dari ruang sidang PA Pontianak, Senin (13/8) siang—Ocsya Ade CP

PROKAL.CO,

PONTIANAK- Babak panjang dari kemelut rumah tangga antara Eddysan Farel dengan Nurhidayati akhirnya berakhir. Permohonan cerai yang diajukan Nur terhadap suaminya, dikabulkan majelis hakim Pengadilan Agama (PA) Pontianak, dalam sidang tertutup, pada Senin (13/8) siang.

 “Alhamdulillah, putusan sidang hari ini sesuai yang kita harapkan. Majelis hakim memutuskan keputusan-keputusan yang sangat adil seadil-adilnya, bijaksana sesuai bukti dan saksi yang kami sampaikan,” kata Syarif Kurniawan SH, kuasa hukum Eddy dari Kantor Advokat Syarif Kurniawan SH dan Rekan usai sidang.

Ia menjelaskan, ada tiga gugatan yang awalnya dilayangkan dan diharapkan pihak Nur kepada kliennya. Yakni, cerai, hak asuh anak dan masa iddah, dalam hal ini mengenai finansial. “Hanya satu yang dikabulkan majelis hakim, yakni perceraian. Namun, Alhamdulillah, klien kami selaku tergugat mendapat hak asuh atas kedua anaknya. Sedangkan dana masa iddah tidak dikabulkan,” ujar Wawan, sapaan akrab Syarif Kurniawan.

Dengan demikian, lanjut Wawan, secara otomatis urusan nafkah atas kedua anak itu adalah tanggung jawab dan kewajiban kliennya. “Nafkah untuk anak, biaya pendidikan, biaya pendidikan agama anak serta yang lain-lainnya menjadi tanggung jawab klien kami,”  tuturnya. Meski hak asuh anak jatuh ke tangan Eddy, Nur masih diberikan keleluasaan untuk memberikan kasih sayang kepada kedua buah hatinya. “Sesuai dalam duplik kami, bahwa klien kami tidak akan memutuskan kasih sayang seorang ibu. Karena anak-anak masih memerlukan kasih sayang ibunya,” terang Wawan.

Setelah adanya putusan ini, Wawan mengharapkan pihak Nur untuk bisa mematuhi dan menghormati keputusan ini dengan segera memberikan hak asuh anak sepenuhnya kepada kliennya. Jangan menghalang-halangi. “Klien kami sudah komitmen tidak membatasi terkait dengan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Apalagi masih tinggal dalam satu kota. Silakan untuk mengunjungi. Yang penting konfirmasi dulu dengan klien kami,” tegasnya.

Untuk diketahui, kasus ini mendapat sorotan publik ketika dugaan poliandri Nur dengan berondong berinisial WD diunggah oleh seseorang di media sosial. Postingan itu berupa kalimat dan foto-foto yang menjelaskan bahwa wanita kelahiran Sekadau 1977 itu menikah siri dengan pemuda asal Jawai, Kabupaten Sambas.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers