UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 14 Juli 2018 12:07
BAGUSLAH....Bank Dunia Bantu Atasi Banjir di Pontianak

Midji: Bangun Drainase Jangan Asal-asalan

PAPARAN. Bestieen dari Deltares dan Rinsan Tobing dari perwakilan Bank Dunia mendengar paparan Sutarmidji mengenai geografis Kota Pontianak di Aula Abdul Muis Muin Kantor Bappeda Kota Pontianak, Jumat (13/7). Humas Pemkot for RK

PONTIANAK- Persoalan banjir di Kota Pontianak masih belum ada penyelesaian. Pasalnya, drainase semakin tertutup lantaran pesatnya pembangunan.  Berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Pontianak. Melakukan pembersihan secara rutin serta sosialisasi ke masyarakat. Namun tetap saja belum membuahkan hasil optimal.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Kota Pontianak menjadi salah satu lokasi program Bank Dunia. Kemudian ada, Kota Ambon, Manado, Padang dan Bima.  Perwakilan Bank Dunia, Rinsan Tobing menjelaskan, urbanisasi memang memberikan peluang-peluang. Akan tetapi ada kemungkinan juga dampak negatifnya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan mitigasi. Salah satunya konteks program ini adalah risiko banjir perkotaan dan pengurangan bencana.

“Salah satunya terkait infrastruktur perkotaan yang menjadi kajian kita terkait drainase dan faktor-faktor lainnya,” katanya usai melakukan pertemuan dengan Wali Kota Pontianak Sutarmidji di Aula Abdul Muis Muin Kantor Bappeda Kota Pontianak, Jumat (13/7).

Sedikitnya ada 30 kota yang menjadi target. Jumlah ini kembali disaring hingga dipulihkan lima kota. Dinilai profil masing-masing dari risiko banjir kota-kota yang terpilih tersebut. “Kita melihat apa kira-kira masalah dan kondisi atau situasi yang mengakibatkan terjadinya risiko banjir di kota-kota tersebut,” katanya.

Hasil kajian yang dilakukan di lima kota akan dipaparkan pada 13-14 Agustus 2018. Pihaknya akan mengundang kota-kota yang telah didukung melalui bantuan teknis ini. “Nanti kita akan memaparkan hasil dari kajian ini dan juga akan mendapatkan pengalaman dari kota-kota lain dan juga pengalaman dari kota lain,” tuturnya.

Ia berharap dari hasil kajian ini akan muncul pembelajaran sekaligus rekomendasi-rekomendasi yang diharapkan. Sehingga bisa ditindaklanjuti dalam perencanaan dan implementasinya di kota-kota tersebut. “Langkah selanjutnya kita akan mencoba frameware untuk penanganan banjir tingkat nasional,” tutup Rinsan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bestieen dari Deltares. Yakni sebuah lembaga penelitian independen di bidang air, permukaan dan infrastruktur. Menurut Bestiee, dalam mengatasi banjir di masa mendatang, ada dua pendekatan yang bisa dilakukan. “Yakni secara struktural seperti membangun kanal atau bendungan dan lainnya,” jelasnya.

Kemudian pendekatan secara non struktural. Yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengatasi banjir perkotaan. Seperti mengarahkan masyarakat untuk tidak bermukim di kawasan rentan banjir. “Kemudian menentukan jenis bangunan apa yang sesuai untuk kawasan tersebut dan sebagainya,” katanya. Menganalisis permasalahan dalam bantuan teknis, pihaknya menerapkan beberapa cara. Pertama, dengan melakukan maping (pemetaan) kawasan atau area mana saja yang rentan terhadap banjir. Kedua, kawasan-kawasan mana yang terpapar dampak banjir. “Ketiga, tentang kemungkinan-kemungkinan seberapa rentan dampak yang terjadi ke depannya,” imbuh Bestieen.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengungkapkan, pihaknya ingin menyelesaikan masalah genangan atau banjir yang bisa saja sewaktu-waktu terjadi. Dengan bantuan teknis dari Bank Dunia, ia berharap ada solusi yang harus dilakukan Pemkot Pontianak dalam mengatasi persoalan tersebut. “Pastinya harus bersinergi dengan kabupaten/kota di sekelilingnya. Kalau tidak, sulit untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” lugasnya.

Menurutnya, hal ini tidak hanya kaitan persoalan drainase. Namun juga mencakup pemukiman dan urbanisasi. Sehingga kawasan-kawasan pemukiman baru harus dipersiapkan. Kawasan itu tidak akan menjadi penyebab banjir ke depannya. "Sehingga daerah-daerah itu harus dibuka. Saya berharap daerah pinggiran kota itu menjadi kawasan pemukiman, tetapi infrastrukturnya harus disiapkan, terutama drainasenya," tukasnya.

Pria yang karib disapa Midji ini meminta dalam membuat drainase, tidak asal-asalan. Membuat drainase harus ada kajian tentang topografi daerah. Ketinggian daerah satu dengan daerah lain. Demikian pula ketinggian antara drainase tersier, sekunder dan primer harus menjadi perhatian.  “Jangan sampai nanti drainase tersier lebih rendah dibandingkan drainase sekunder, sehingga air tidak bisa mengalir ke drainase primer. Jangan asal buat dalam dan lebarnya tetapi ketinggian juga harus diperhatikan sehingga hasilnya sesuai,” terangnya.

Pemetaan titik-titik rawan banjir sudah dilakukan pihaknya. Dengan adanya bantuan teknis Bank Dunia ini, antisipasi bagaimana ke depan. “Meskipun kondisi sekarang sudah cukup baik, tetapi akan berubah jadi masalah kalau tidak mengendalikan urbanisasi,” pungkas Midji. (Gusnadi/rk)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 28 Juni 2022 11:35

Harus Dilindungi, Ada 202 Jenis Burung Berkicau Diperdagangkan Secara Online

 Yayasan Planet Indonesia (YPI) mencatat sebanyak 202 jenis burung berkicau,…

Jumat, 17 Juni 2022 11:40

Kalbar Kekurangan Tenaga Ahli Konstruksi

Pembangunan infrastruktur yang masif di Kalimantan Barat (Kalbar) belum diimbangi…

Senin, 13 Juni 2022 10:56

Ketika Para Bocah Meraup Cuan di Kota Layak Anak, Mereka Ngaku Tak Terpaksa

Beberapa tahun ini, jamak dilihat anak-anak menenteng keranjang berisi dagangan.…

Rabu, 08 Juni 2022 23:55

Wali Kota Pontianak: Pelaku Usaha Masih Banyak yang Tidak Jujur

 Wali kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melihat, masih terdapat pelaku…

Rabu, 08 Juni 2022 23:53

Kebijakan Penghapusan Tenaga Honorer Bikin Ketar Ketir 4 Ribuan Honorer di Pemkot Pontianak

Kebijakan penghapusan tenaga honorer di lingkup institusi pemerintah yang dikeluarkan…

Senin, 06 Juni 2022 10:56

Wali Kota Pontianak Kaji Pemutusan Tenaga Honorer

Wali kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono belum bisa menanggapi soal…

Jumat, 03 Juni 2022 10:07

Solar Subsidi Dijual ke Industri, Polisi Ringkus 24 Tersangka

 Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalbar meringkus komplotan penampung dan penjual…

Jumat, 03 Juni 2022 10:04

Jangan Main-Main..!! Jika Tak Bayar PBB, TPP ASN Bisa Ditangguhkan

 Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mendorong agar Pembayaran PBB menjadi…

Jumat, 03 Juni 2022 10:03

Lima Bandit yang Resahkan Warga Pontianak Berhasil Diringkus Polisi

 Lima pelaku kejahatan yang beraksi di beberapa wilayah Pontianak berhasil…

Senin, 30 Mei 2022 23:17

Dokter di Jongkong Tertangkap Saat Transaksi Sabu

Seorang oknum dokter berinisial F, yang bertugas di Kecamatan Jongkong,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers