UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Rabu, 04 Juli 2018 21:38
Pilkada Dorong Lonjakan Penumpang Pesawat
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Tidak hanya Ramadan dan Idul Fitri, momen Pilkada serentak juga mendorong lonjakan penumpang pesawat. Lantaran banyak masyarakat yang pulang untuk mencoblos. “Momen Pilkada juga mendorong peningkatan pemesanan tiket pesawat,” ujar Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Kalbar, Nugroho Henray Eka Saputra, Selasa (3/7).

Diberitakan Rakyat Kalbar, dia menilai, antusias warga terhadap Pilkada serentak cukup tinggi. Terbukti, warga banyak pulang ke daerah asalnya untuk mencoblos. “Penambahan tingkat penumpang ini bisa diakumulasikan sekitar 30-40 persen, jika dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya.

Kendati begitu kata dia, momen Ramadan dan Lebaran tetap mendominasi lonjakan penumpang pesawat. Sebelum hari raya, lonjakan penumpang terhadap pemesanan tiket pesawat cukup siginifikan. Akibatnya harga tiket transportasi udara ini cukup tinggi.  “Dari H-7 dan H-3 saya sudah memantau tiket pesawat merangkak naik, utamanya ke tujuan Pontianak-Jakarta. Kelas ekonomi harganya fantastis mencapai Rp1,5 juta-Rp1,7 juta. Meskipun demikian, peminatnya cukup banyak,” papar Owner Travel Pak Kasih ini.

Terlebih, perayaan Idul Fitri ini berbarengan dengan libur panjang sekolah. Momen ini diamanfaatkan masyarakat untuk berkunjung ke suatu daerah atau pulang kampung halaman. Distric Area Manager Lion Air Pontianak, Lukman Nur Jaman menuturkan, sebelum Lebaran hingga pada saat ini pihaknya masih dipadati penumpang. “Sampai hari ini penumpang kita penuh full, utamanya di rute Pontianak-Jakarta,” jelasnya.

Dibandingkan tahun lalu, momen Idul Fitri kali ini terjadi peningkatan penumpang yang cukup tinggi. Hal ini lantaran ditambah momen libur sekolah yang cukup panjang. “Jadi long season-nya memang cukup panjang, ditambah lagi ada kegiatan Pilkada,” ucapnya.

Kendati begitu Lukman mengklaim pihaknya tidak serta merta menaikkan harga tiket pesawat. Namun disesuaikan dengan tarif batas atas dan batas bawah. Kemudian mengikuti tren positif dari tingginya permintaan publik terhadap layanan penerbangan. “Besaran tarif yang dijalankan telah sesuai aturan Lion Air Group. Artinya kita tidak menjual yang melebihi batas atas atau maksimum untuk layanan kelas ekonomi domestik,” tuturnya.

Tiket penerbangan yang dijual lanjut dia, merupakan implementasi penggabungan beberapa komponen. Sehingga  menjadi kesatuan harga tiket pesawat. “Konsep layanan ini lebih memberikan kemudahan, kepraktisan dan kenyamanan kepada pelanggan dalam melakukan perjalanan udara,” tutup Lukman. (Nova Sari/rk)


BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*