UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 04 Juli 2018 21:25
Sikapi Gejolak Pilkada Kalbar, Sampaikan Petisi ke Gubernur, Polda dan Kodam
Polisi Diminta Berantas yang Picu Ketegangan
SAMPAIKAN PETISI. Sejumlah elemen masyarakat Kota Pontianak menyampaikan petisi menyikapi gejolak Pilkada Kalbar di kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin (2/7). Rizka Nanda-RK

PROKAL.CO,

PONTIANAK- Sejumlah elemen masyarakat Kota Pontianak menyampaikan petisi menyikapi gejolak Pilkada Kalbar, Senin (2/7). Petisi tersebut ditujukan kepada Gubernur dan Polda Kalbar, serta Kodam XII Tanjungpura. Rakyat Kalbar melaporkan, petisi disampaikan sebagai respon atas gejolak yang terjadi di Kalbar, khususnya di Kabupaten Landak. Petisi ditandatangani POM, PFKPM, PP, Paguyuban Jawa, SPM, PPrM, FPI, IKDI, DDII, Dewan Masjid, Majelis Pengajian Madani, Miftahut Taubah, Pemancing Bershalawat, PMB, dan lain-lain.

Ketua Persatuan Orang Melayu (POM) Kalbar, Agus Setiyadi mengatakan, selama 10 tahun kepemimpinan Gubernur sebelumnya, pihaknya tidak pernah melakukan protes sedemikian rupa akibat kekalahan Pilkada. "Kita berharap kepada Pemprov Kalbar mengantisipasi hal-hal yang dapat memicu keributan selama menunggu hasil rapat pleno dari KPU nanti," ujarnya ketika menyampaikan petisi ke Kantor Gubernur Kalbar.

Mereka mengajak Pemprov Kalbar bersama-sama menyampaikan kepada masyarakat bahwa semua bersaudara. Baik Dayak maupun Melayu memiliki anggota keluarga yang berasal dari dua suku tersebut. "Sangat merugi kalau kita ribut. Semuanya berkeluarga. Jadi kita tidak ada konflik suku dan agama," tegas Agus.

Mereka berharap kepada para aparat penegak hukum memberantas hal-hal yang dapat memicu ketegangan selama proses Pilkada. Jangan yang telah terjadi kemarin terulang. Asisten III Administrasi dan Umum Setda Kalbar, Marlyna Al-Mutahar menuturkan, berbagai elemen masyarakat menyampaikan petisi ke Pemprov. Tujuannya meminta Pemprov dapat terus menjaga keamanan selama proses Pilkada. Agar hingga hasil penetapan rapat pleno KPU nanti berlangsung aman dan lancar.

"Pemprov harus menjaga keamanan dan kedamaian di Kalbar. Menegakkan hukum sehingga mengarah yang baik dan kedamaian tercipta," kata Marlyna.  Kemudian dalam petisi itu, mereka meminta Pemprov Kalbar tetap berlaku netral dalam menanggapi berbagai isu yang beredar. Kalaupun ada melakukan hal-hal yang tidak sesuai harus ditindak.

Anggota DPRD Kalbar, Ishak Al-Muthahar merasa gembira melihat masyarakat Kalbar sudah berjiwa besar. Ditambah lagi situasi dan keamanan sudah kondusif. Sehingga lembaga-lembaga melayu khususnya umat Islam mengajak serta mengimbau untuk dapat duduk bersama-sama menentukan sikap bahwa Kalbar aman dan tenteram.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers