UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 29 Juni 2018 21:07
Midji-Norsan Unggul di Lembaga Survei Kredibel
Ingin Menang Tanpa Membuat Lawan Kalah
KONFERENSI PERS KEMENANGAN. Gubernur Kalbar yang dinyatakan menang oleh lembaga-lembaga survei, Sutarmidji melakukan konferensi pers kemenangan di halaman rumahnya, Pontianak, Rabu (27/6). Dihadiri para petinggi partai koalisi, relawan, dan simpatisan, serta pendukungnya. Maulidi Murni-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Hitung cepat dari lembaga-lembaga survey kredibel disambut suka cita oleh pasangan calon pemimpin Kalbar nomor urut 3, Sutarmidji-Ria Norsan. Quick count tersebut memang menunjukkan keunggulan mereka, Rabu (27/6).

Rabu sore, mendapat kepastian dari dialog antara Lembaga Survei Indonesia (LSI) plus Poltracking dengan tvOne, Sutarmidji menggelar konferensi pers di halaman rumahnya, Jalan Tebu, Gang Waris, Pontianak. Didampingi petinggi-petinggi partai pengusung: Golkar, Nasdem, PKB, PKS, dan Hanura.

Menurut Midji, karib Sutarmidji disapa, hasil yang didapatkan merupakan perjuangan bersama. Baik dari partai koalisi, relawan, simpatisan. Untuk mewujudkan Kalbar Baru yang lebih maju dan sejahtera.  "Insya Allah bersama pak Ria Norsan, kami akan mewujudkan apa yang diinginkan oleh masyarakat Kalimantan Barat. Insya Allah semuanya akan berjalan dengan baik," ungkapnya.

Dijanjikannya, akan menjadi pemimpin Kalbar untuk semua warganya. Yang merupakan bagian dari NKRI.  Lebih lanjut, Midji menegaskan, kompetisi untuk meraih kemenangan sudah berakhir. Hari ini penentuannya. Quick count hari ini tidak jauh dengan hasil survei yang dilaksanakan LSI dan Poltracking. Dua lembaga survei yang sangat kredibel di mata Wali Kota Pontianak itu.

Kepada istri dan anak-anaknya, yang dalam waktu lebih kurang 130 hari ia tinggalkan, Midji mengucapkan terima kasih atas kesabaran mereka. "Dan kepada tim, saya mohon maaf jika saat melakukan kampanye saya emosi, terutama kepada para sopir, karena saya sangat cerewet di mobil," ucapnya, diikuti tawa ringan.

Dibeberkannya, sampai empat sopir yang diganti. Dengan alasan kenyamanan. Toh, selama kampanye berjalan, semua selamat dan aman. Bagi dirinya, ini merupakan kemenangan bersama. “Sekarang ini tinggal mengawal, hasil yang ada bukan dijadikan dasar untuk penetapan, tapi dari hasil sementara ini harus terus dikawal hingga hasil penetapan disampaikan,” papar Midji.

Insya Allah, ia menegaskan, akan berlaku adil untuk semuanya. Sebab, tujuannya maju sebagai Gubernur bersama Ria Norsan untuk membangun Kalbar. “Supaya kita bangga menjadi warga Kalimantan Barat," sebut Midji. Tepuk tangan audience dalam konferensi pers tersebut sontak bergemuruh.

Hanya saja, ia berpesan kepada seluruh pendukungnya agar tak melakukan pawai. Menurutnya, semua harus berjalan biasa-biasa saja. Yang penting Kalbar tetap kondusif.  "Saya ingin istilahnya menang dengan tidak membuat lawan kalah. Insya Allah semuanya akan berjalan kondusif," pungkas Midji.

Tanda-tanda keunggulan itu sebenarnya tampak ketika ia mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) terdekat dengan kediaman. Midji terdaftar di TPS 006, Kelurahan Sungai Beliung, Pontianak Barat. TPS tersebut tempatnya dan keluarga menyalurkan suara kemarin.

Sekitar pukul 07.45, Midji mendatangi TPS itu. Bersama istri dan anak-anaknya berjalan kaki menuju TPS. Mereka tampak kompak, mengenakan kostum putih-putih. Setiba di lokasi, ia pun langsung mendaftar, lalu menunggu panggilan dari petugas PPS. Midji mendapatkan nomor urut 60, sedangkan istri dan dua anaknya nomor urut 61-63. Di TPS itu, ia tampak akrab dengan warga yang hadir.

Hasilnya, dari 429 Daftar Pemilih Tetap (DPT), hadir sebanyak 376 masyarakat yang menyalurkan hak suara mereka. Hasil perhitungan Pilgub Kalbar di TPS itu, pasangan nomor urut 1 Milton Crosby-Boyman Harun meraih tiga suara. Sedangkan pasangan nomor urut 2 Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot 41 suara. Dan Midji-Norsan menyapu 326 suara.

Sementara untuk suara tidak sah ada enam. Sisanya golput atau tidak memberikan hak suara. Penghitungan suara di TPS tersebut selesai sekitar pukul 14.45.  Midji mengatakan, Pilkada harus aman dan kondusif. Dan keberhasilan Pilkada itu kalau partisipasi tinggi dan berjalan secara demokratis.

Dalam pertarungan Pilkada, menurutnya, menang kalah merupakan hal biasa. Jika berani maju, berarti harus siap. Dikatakannya siapa saja yang menang harus bisa merangkul, dan yang kalah bisa menerima dengan legowo. "Saya yakin, pilkada ini, partisipasinya lebih baik untuk kota dibandingkan dengan sebelumnya," terangnya. "Kalau saya tidak ada target (persentase kemenangan/jumlah suara,red), yang penting menang," pungkasnya.

Beberapa jam usai pernyataan kemenangan Midji-Norsan sebagai gubernur Kalbar, peneliti dari Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengeluarkan pengumuman terkait quick count yang mereka lakukan dari hasil Pilkada Kalbar.   "Berdasarkan hasil quick count yang kita lakukan, diketahui pasangan Sutarmidji-Ria Norsan keluar sebagai pemenang. Dengan perolehan suara 58,29 persen," kata Peneliti LSI, Dewi Cahyani, Rabu (27/6).

Dia menjelaskan, data tersebut diambil dari jumlah sampling pada 355 TPS. Dimana sampel tersebar secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih dan dipilih secara acak di seluruh Kalbar. Dengan sampling error yang digunakan sebanyak 1 persen.

Adapun persentasi perolehan pasangan calon lainnya berdasarkan hasil Quick Count Pilkada Kalbar versi LSI Denny JA: untuk pasangan Milton-Boyman sebanyak 7,37 persen. Pasangan Karolin-Gidot 34,35 persen. "Perlu kami tegaskan, hasil quick count ini bukan hasil resmi. Data resmi tetap berdasarkan pada hasil pleno penetapan suara oleh KPU Kalbar," tegas Dewi.

Dari jumlah pemilih 3.448.653 dengan jumlah TPS 11.658, diambil sampel sebanyak 355 TPS. Prosesnya, kata Dewi,  LSI mendatangi TPS yang sudah ditentukan dan mengikuti hasil pemilihan di TPS.  Selanjutnya, hasil itu langsung disampaikan ke SMS center dan dilaporkan ke koordinator wilayah jika sudah mencatat sampel tersebut. "Data SMS kemudian dikumpulkan dalam satu database dan dianalisis dan disampaikan hasilnya kepada masyarakat," jelasnya.

Peneliti LSI lainnya, Fajar Moestar memaparkan, mengapa Sutarmidji-Norsan bisa menang, dari hasil riset kualitatif yang dilakukan.  Karena persepsi masyarakat bahwa pasangan ini merupakan sudah berhasil menjadi kepala daerah di Pontianak dan Mempawah selama dua periode.  “Terlebih indeks kepuasan masyarakat dari dua daerah ini sangat tinggi," katanya.

Faktor lainnya, pergerakan pasca penetapan calon gubernur dan wakil gubernur.  Pasangan ini langsung bergerak ke berbagai desa dengan frekuensi tinggi diatas rata-rata kandidat lain.  "Sehingga disini mesin politik tampak bergerak secara masive dan sistematis seperti parpol dan ormas pendukung paslon," tuturnya.

Fajar mengatakan, pada survei terakhir, tercatat approval rating Sutarmidji yang tertinggi dibanding calon lainnya. Hal ini merupakan salah satu faktor kemenangan paslon ini. Faktor ini pula yang tidak bisa diantisipasi lajunya oleh paslon lain. "Kemudian, salah satu faktor yang sangat menentukan kemenangan pasangan ini berada di pemilih muslim cukup solid. Semuanya mendukung pasangan Sutarmidji-Ria Norsan dan hal ini yang tidak diantisipasi lawan politik lainnya," pungkasnya.

Sebelumnya, saat mencoblos, Ria Norsan meyakini menang di atas 50 persen. Hal itu dikatakan saat bersama istri yang juga calon bupati Mempawah nomor urut tiga menyalurkan hak pilih di TPS 8 Jl. Raden Sujarwo, Mempawah, sekitar pukul 9.45 pagi.  “Saya pribadi, insya Allah meyakini Pilkada untuk provinsi kita akan meraih 50-54 persen,” tuturnya optimis.

Turut hadir anak-anak beserta menantu yang turut menyalurkan hak pilihnya di TPS tersebut dengan mengenakan pakaian berwarna serba putih. Bagi Norsan, Pilkada saat ini memiliki rentan waktu yang panjang untuk melakukan kampanye dan juga antar kandidat saling bersaing untuk mendapatkan hati masyarakat. Namun dirinya menyesali permainan ‘kotor’ yang dilakukan oknum-oknum tak bertanggung jawab dengan cara hujat menghujat di media sosial.

 “Saya berpesan untuk para peserta pilkada mendatang, kalau kita ingin menang, jangan menghujat orang, ayo kita beradu program. kalau menjelekkan seseorang itu tidak ada artinya, menang pun dose, apalagi kalah,” tegasnya.

Ia mengatakan, Pilkada ini bukanlah akhir dari segala-galanya, namun norsan menyebut momentum ini adalah sebuah perjalanan demokrasi dalam memilih pemimpin didaerahnya masing-masing. “Di dalam pilkada ini ada yang menang dan ada yang kalah, kalau kita menang Alhamdulillah, dan kalau kita kalah berarti bukan saatnya untuk kita memimpin. Setidaknya kita kembali untuk memimpin keluarga,” ungkapnya.

Norsan pun mengapresiasi kepada pihak penyelenggara. “Pihak penyelenggara oke, sudah bagus. begitu juga penegak hukum bagus juga,” ucapnya. Timpal dia, “Saya setelah ini akan berkeliling TPS, mengingat tanggal 23 kemarin saya sudah kembali bekerja sebagai Bupati Mempawah”.  (Maulidi Murni, Rizka Nanda, Ari Sandy/rk)


BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 00:25

Kapolda Kalbar Beri Perhatian Serius Ke Penggelola Grup Medsos

PONTIANAK—Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto memberikan…

Kamis, 27 Februari 2020 00:24

Pilkada Serentak di Depan Mata, Polda Kalbar Petakan Potensi Masalah

PONTIANAK—Tahapan Pilkada serentak tahun 2020 sudah berjalan. Sebanyak tujuh Kabupaten…

Senin, 24 Februari 2020 10:51

Survei: Dari Unsur Kepala Daerah, Anies Capres Terkuat di 2024

Lembaga survei Indo Barometer menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan…

Senin, 24 Februari 2020 10:47

Jangan Kriminalisasikan dan Tangkap Peladang Tradisional

PONTIANAK – Kasus kriminalisasi yang dialami peladang terus mendapat perhatian…

Senin, 24 Februari 2020 10:44

750 Batang Kayu Hasil Pembalakan Liar Diamankan Lantamal

PONTIANAK- Lantamal XII Pontianak melalui Posal Lanal Ketapang berhasil menggagalkan…

Rabu, 12 Februari 2020 12:51

Ke Singkawang dan Sambas, Gubernur Hadiri Cap Go Meh sampai ke PLBN Aruk

GUBERNUR Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji melaksanakan rapat kerja (raker) di Kota…

Rabu, 12 Februari 2020 12:48

Tunggu Air Surut, Keruk Lumpur Siang Malam

PONTIANAK—Eskavator difungsikan untuk mengeruk sendimen yang berada di Parit Sungai…

Rabu, 12 Februari 2020 12:44

Korban Trafficking Usia 14 Tahun Melahirkan di Rumah Sakit Kuching

PONTIANAK – Seorang gadis 14 tahun asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat…

Minggu, 09 Februari 2020 21:53

Tak Bisa Berenang, Bocah Tenggelam di Kolam

KETAPANG – Bocah 9 tahun tenggelam di Kolam Renang Pawan…

Sabtu, 08 Februari 2020 13:06

Rapat Lintas Instansi di Kantor Staf Presiden, Gubernur Minta Jangan Buru-Buru Larang Kratom

JAKARTA – Gubernur Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menghadiri rapat terkait…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers