UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Jumat, 15 Juni 2018 13:50
Rumah Zakat Kalbar Himpun Donasi Umat
Warga Pinggiran Kapuas Jadi Target Penyaluran

Kemenag Imbau Hindari Pengumpulan Mustahik

LAYANI DONATUR. Salah seorang donatur menyerahkan zakat di Rumah Zakat Kalbar di Jalan Irian, Pontianak, Selasa (12/6). Bangun Subekti-RK

Jelang Idul Fitri, aktivitas Rumah Zakat Kalbar semakin sibuk. Lembaga ini setia menanti umat yang ingin menyalurkan donasinya. Baik berupa zakat fitrah, zakat mal maupun sekedah.

Tahun ini, Rumah Zakat Kalbar tidak mematok target muluk-muluk. “Untuk zakat fitrah dalam bentuk uang, kami targetkan di angka lima juta rupiah. Sementara untuk zakat mal dan juga paket Lebaran, masing-masing dua ratus juta rupiah," tutur Branch Manager Rumah Zakat Kalbar, Asrul Putra Nanda Asrul ketika menjawab Rakyat Kalbar di Jalan Irian, Pontianak, Selasa (12/6).

Untuk paket Ramadan, pihaknya membuat empat program. Yaitu berbagi buka puasa, kado Lebaran anak yatim, syiar Quran dan bingkisan Lebaran keluarga. Target yang dituju adalah masyarakat di pinggir sungai Kapuas yang merupakan lokasi program Desa Berdaya yang dicanangkan Rumah Zakat.

"Tahun ini kami mencoba di situ. Kalau untuk pesantren dan panti asuhan, kami berikan kesempatan untuk rekan-rekan lembaga zakat yang lain," papar Asrul.

Diberitakan Rakyat Kalbar, program buka puasa diperuntukkan bagi anak-anak yatim dan miskin. Ditargetkan, akan ada dua ribu penerima manfaat dari program ini. Program kado Lebaranan diperuntukkan bagi anak yatim. Berupa perlengkapan sekolah seperti tas dan buku tulis. “Ada pula makanan dan snack kesukaan anak-anak,” jelasnya.

Sementara untuk program kado Lebaran keluarga diperuntukkan bagi warga miskin dan janda. Sedangkan untuk zakat mal, Rumah Zakat akan menyalurkannya melalui program-program pemberdayaan, seperti pemberian modal usaha, pendidikan dan kesehatan. “Yang kami utamakan tetap masyarakat pinggir Kapuas, seperti masyarakat yang berada di wilayah Banjar Serasan," katanya.

Saat ditanya mengenai antisipasi bila target tidak tercapai, Asrul menyatakan, bahwa ada langkah-langkah yang bisa diambil. Salah satunya dengan menalangkan dana yang ada untuk program Ramadan. Tetapi bila donatur menyerahkan donasinya untuk program Ramadan, maka saat itu juga segera disalurkan.

Salah seorang donatur, Trisna mengatakan, dirinya sudah lama menjadi donatur Rumah Zakat. Namun dirinya mengaku baru dua kali mendonasikan hartanya di kantor Rumah Zakat yang berada di Jalan Irian, Pontianak. "Kalau dulu saya biasanya berzakat di UPZ yang berada di Masjid dekat rumah. Sekarang langsung ke sini saja," ujar Trisna dengan ramah.

Ia mengaku bahwa selain membayar zakat fitrah, ia juga membayar zakat mal. Bila sudah masuk Ramadan, harta yang ia simpan selama setahun akan segera disumbangkan. "Biar momennya pas saja," tutup Trisna.

Sementara itu, dikutip dari Jawa Pos, Kementrian Agama (Kemenag) mengamati sepanjang Ramadan masih dijumpai pembagian zakat secara langsung. Yakni dengan cara mengumpulkan mustahik atau orang yang berhak menerima zakat. Kemenag berpesan supaya budaya atau cara seperti ini sebaiknya dihindari.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag M. Fuad Nasar mengatakan pembagian zakat mendekati lebaran bisa jadi semakin intensif. Ribuan warga miskin rela antri dan berdesakan untuk mendapatkan zakat. "Bahkan orang lanjut usia dan anak-anak harus siap terhimpit di tengah kerumunan penerima zakat lainnya," kata Fuad di Jakarta, Selasa (12/6).

Fuad mengatakan Kemenag menghimbau supaya kebiasaan membagikan zakat secara langsung dengan menghadirkan mustahik ditinggalkan oleh masyarakat muslim di Indonesia. Cara seperti itu malah mempertontonkan kemiskinan. "Sebaiknya dihentikan dan diubah dengan cara menyalurkan zakat melalui Baznas atau Lembaga Amil Zakat (LAZ, Red)," tuturnya.

Seandainya ada muzakki atau pembayar zakat yang ingin menyerahkan secara langsung, Fuad menyarankan supaya diantarkan langsung ke rumah si penerima. Cara seperti ini menurutnya lebih mulia ketimbang mengumpulkan mustahik. Sebab tidak ada unsur merendahkan martabat orang miskin. Selain itu mengumpulkan mustahik juga bisa memicu rasa ingin pamer atau riya'.

Dia mencontohkan tragedi pembagian zakat secara langsung di Pasuruan pada 2008 lalu jangan sampai terjadi. Kala itu dilaporkan ada 21 orang penerima zakat yang meninggal akibat kericuhan. “Setiap kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain bisa kena sanksi pidana," jelasnya. Meskipun kegiatannya dalam konteks perbuatan kebajikan, seperti pembagian zakat.

Menurut Fuad pembagian zakat secara massal dalam jumlah berapapun, tidak menyelesaikan masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial. Sebaliknya cenderung menambah orang yang merasa miskin lantaran dipancing dengan adanya pembagian zakat secara massal dan langsung. Sebaliknya ketika zakat disampaikan ke Baznas atau LAZ, penggunaannya bisa lebih terencana dan digunakan untuk program-program produktif pengentasan kemiskinan.

Penyaluran zakat melalui Baznas atau LAZ juga dianjurkan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin. "Membagikan zakat secara sendiri-sendiri malah bisa menimbulkan masalah," jelasnya. Sebaiknya zakat diserahkan melalui lembaga amil. Kemudian lembaga Amil harus menjalankan amanah untuk menyalurkan hasil pengumpulan zakat dengan benar dan sesuai ketentuan agama Islam.

Lebih lanjut Ma'ruf mengatakan selama menjalani ibadah di bulan puasa, umat Islam bisa semakin bertaqwa dan meningkat kesalehan sosialnya. Semakin peduli kepada kaum dhuafa, fakir miskin, dan anak-anak yatim piatu.

Sebelumnya Ketuas Baznas Bambang Sudibyo memperkirakan pengumpulan zakat secara nasional khusus di bulan puasa bisa mencapai Rp 3,2 triliun. Sedangkan sepanjang 2017 lalu, pengumpulan zakat secara nasional mencapai Rp 6,2 triliun. Rata-rata pengumpulan zakat di bulan puasa porsinya mencapai 40 persen dari raihan selama satu tahun.  (Bangun Subekti, Jawa Pos/JPG)

loading...

BACA JUGA

Senin, 23 Mei 2022 11:27

Lima Maling Motor yang Beraksi di Pontianak Utara Berhasil Ditangkap

 Lima pelaku kejahatan yang beraksi di wilayah Kecamatan Pontianak Utara…

Senin, 23 Mei 2022 11:26

Penularan PMK Meluas, Serang Empat Kecamatan di Pontianak

Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak terus…

Jumat, 20 Mei 2022 13:25

Kasus Korupsi Pajak Daerah, Jaksa Sita Tiga Bidang Tanah

Tim Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan…

Minggu, 15 Mei 2022 11:40

Mess PABSI Dikosongkan, Atlet dan Pelatih Pasrah, Terancam Dibajak Provinsi Lain

 Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji akhirnya angkat bicara terkait kisruh penertiban…

Minggu, 15 Mei 2022 11:11
Pencegatan Ketua Komisi V DPR RI

Katanya Tak Ada Setingan, Kader PDI Perjuangan Kalbar Tersinggung Cuitan Midji

Ketua PDI Perjuangan Kota Pontianak Satarudin menyatakan, kejadian pencegatan rombongan…

Sabtu, 07 Mei 2022 12:50

Penumpang Feri Naik Tajam, Bikin Macet Jembatan Kapuas I

Jumlah penumpang feri penyeberangan Bardanadi – Siantan mengalami lonjakan cukup…

Kamis, 05 Mei 2022 13:19

Volume Sampah di Pontianak Meningkat, DLH Kerahkan 750 Petugas Pembersih Sampah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak Saptiko mengatakan, sejak…

Kamis, 05 Mei 2022 13:03

Tradisi Meriam Karbit Harus Dikembangkan

Permainan meriam karbit harus dikembangkan sebagai salah satu destinasi paling…

Senin, 25 April 2022 14:42

Tak Ada Dukungan Dana, Permainan Meriam Karbit Kian Berkurang

Sejauh ini, kelompok meriam karbit di kota Pontianak masih menemukan…

Rabu, 20 April 2022 16:12

Dewan Protes Proyek Trotoar

Proyek prestisius penanganan trotoar Jalan Ahmad Yani Kota Pontianak dengan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers