UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 08 Mei 2018 12:12
WADUH..!! Daud Yordan Ditawari Jadi Warga Spanyol
SAMBUTAN. Daud Yordan menyampaikan sambutan setibanya di Sukadana yang disambut langsung Bupati Kayong Utara H Hildi Hamid, belum lama ini. Kamiriluddin-RK

PROKAL.CO, SUKADANA- Ketua KONI Kabupaten Kayong Utara, Damianus Yordan akan memberikan reward kepada Daud "Cino" Yordan. Penghargaan ini diberikan bukan lantaran Daud merupakan adik kandungnya. Tapi karena prestasinya.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Damianus melihat, jauh sebelum dirinya menjadi Ketua KONI Kayong Utara, ada pemberian reward dari pemerintah. KONI akan mempelajarinya lebih lanjut. Namun Damianus yakin jika tidak menyalahi aturan, kenapa tidak KONI memberikan reward, meskipun Daud saudara kandungnya.

"Saya tetap akan memberikan apresiasi kepada Daud, mengikuti kebijakan-kebijakan yang sudah ada dan selama ini dijalankan. KONI akan bersikap profesional. Bukan karena Daud adalah saudara kandung dari saya. Tetapi karena Daud layak untuk mendapatkannya," terang Damianus, Minggu (6/5).

Dilanjutkannya, Daud sampai berdarah-darah untuk memperebutkan sabuk kejuaraan ketika bertanding di Rusia, beberapa waktu lalu. Tujuannya hanya satu untuk mengharumkan nama Republik Indonesia dan Kabupaten Kayong Utara pada khususnya. “Dia bertarung dengan baik, sehingga sang Merah Putih bisa berkibar di luar negeri. Kita sebagai insan olahraga supaya tidak ada lagi dikotomi atau perbedaan antara atlet yang amatir maupun profesional,” tuturnya.

Menurut Damianus, sekarang ini beranggapan bahwa petinju-petinju profesional tidak bisa dibiayai oleh negara. Padahal kalau melihat Undang-Undang Olahraga Nomor 3 Tahun 2015, pada pembukaannya dijelaskan bahwa atlet Indonesia adalah orang Indonesia yang tidak dibeda-bedakan. Tidak diskriminasi pembinaannya.

"Ini sudah sangat jelas. Apa bedanya Daud Yordan dengan Atlet-Atlet profesional yang lainnya,” tukasnya.  Mungkin melalui teman-teman di media kata dia, bisa menyuarakan kesulitan atlet-atlet profesional untuk mendapatkan reward. “Atau mendapatkan perhatian dari pemerintah karena alasan atlet profesional," timpalnya.

Jika Daud tidak bisa diberi reward atau katakanlah ‘upah’ dari prestasinya, dia bisa saja diambil negara lain. Damianus khawatir kalau ini tetap dipertahankan, di pertandingan-pertandingan berikutnya Daud sudah menyanyikan lagu kebangsaan negara lain. Pasalnya, Spanyol memiliki keinginan untuk menarik Daud menjadi warga negaranya. Ini akan menjadi tamparan buat Republik Indonesia.

"Selama Daud masih menyanyikan lagu Indonesian Raya, mengibarkan Merah Putih, harus kita hargai dan kita berikan apresiasi," demikian Damianus.  (Kamiriluddin/rk)

 


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers