UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 07 Mei 2018 11:08
Saprahan, Tradisi yang Indah
TOLAK BALA- Acara tradisi budaya tolak bala di Sungai Pulau, Desa Teluk Pakedai, Kubu Raya Sabtu (5/5). Humas Pemkab for Rakyat Kalbar

PROKAL.CO, KUBU RAYA- Tolak bala merupakan tradisi kebudayaan masyarakat. Yang dimaknai sebagai kegiatan ibadah. "Jadi ini merupakan kegiatan tradisi, adat serta kebudayaan yang sangat bagus dan harus kita lestarikan. Namun dalam tolak bala yang paling utama yang harus kita lakukan adalah doa dan ibadah kepada Allah SWT. Sebab pertolongan kita hanya kepada Allah," ucap Bupati Kubu Raya, Rusman Ali, usai menghadiri acara tolak bala di Sungai Pulau, Desa Teluk Pakedai Satu, Kecamatan Teluk Pakedai, Sabtu (5/5).

Rakyat Kalbar memberitakan, sebagaimana tradisi serta adat istiadat yang ada di masyarakat setempat, bupati menjelaskan, tolak bala juga diisi dengan acara makan saprahan bersama. “Makan bersama-sama saprahan di sepanjang jalan serta jembatan di Sungai Pulau. Sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas rezeki, iman dan kehidupan yang diberikan kepada manusia,” ulasnya.

Dalam kesempatan itu, ia berharap tradisi saprahan juga harus dijaga serta dilestarikan. Sebab dalam makan saprahan banyak nilai-nilai kehidupan yang didapat. "Dalam makan saprahan bersama banyak nilai-nilai kehidupan yang kita dapatkan. Kita bisa saling berbagi serta duduk sama rata seluruh komponen masyarakat,” tuturnya.

Tidak ada perbedaan kasta-kasta masyarakat, Rusman menegaskan, semua sama sesama saudara. “Bertukar makanan yang dibawa dari rumah masing-masing. Ini adalah tradisi yang sangat indah. Persaudaraan, kekompakan dan keharmonisan yang sangat indah," paparnya.

Tak hanya itu, ia sangat mengapresiasi kegiatan maayarakat di Sungai Pulau. Dalam kegiatan tolak bala di Sungai Pulau juga diisi dengan lomba sampan bidar. Yang menarik kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh kelompok pria, melainkan juga kelompok perempuan. "Kita sangat mendukung kegiatan ini agar terus dikembangkan dan dilestarikan. Jika biasanya sampan untuk transportasi masyarakat menuju kebun dan ladang. Kali ini dilombakan, sehingga menjadi sebuah hiburan bagi masyarakat," terang Rusman.

Apalagi dalam kegiatan seperti ini perekonomian masyarakat juga berputar. Sebab banyak ibu-ibu berjualan makanan dan minuman serta berjualan berbagai barang kebutuhan warga selama kegiatan berlangsung.

"Yang paling penting adalah bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Menang kalah adalah hal yang lumrah. Yang terpenting adalah agar tetap saling hormat menghormati serta saling menghargai satu sama lain," pinta dia. (Syamsul Arifin/rk)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 10:51

Gadis SMP Nikah Pesanan dengan Lelaki Tiongkok

MEMPAWAH-Penjualan gadis bawah umur untuk pengantin pesanan lelaki Tiongkok, belum…

Minggu, 20 Oktober 2019 21:32

PARAH..!! 11 Siswa Dicabuli Kepala Sekolah

NGABANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Landak tengah berduka dengan terungkapnya…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:41

Pembunuhan Kepala Skeolah, FS Ditetapkan Jadi Pelaku Utama

SINTANG- Polres Sintang menetapkan FS sebagai tersangka utama pelaku pembunuhan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:45

MASIH KECIL..!! Serapan Beras Lokal Kalbar Hanya 5 Persen

PONTIANAK- Beras di Kalbar tak menjadi komoditi yang mengalami inflasi.…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:43

Sukimin Tewas Ditusuk Bekas Ponakan Mantu

SINTANG- Sayang keponakan, tak disayang menantu siapa menduga? Akhirnya, Sukimin,…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:36

Lindungi dan Bangun Tata Niaga Kratom, Ini yang Dilakukan Petani

PUTUSSIBAU-. Keresahan para petani kratom di Kapuas Hulu diharapkan jadi…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:58

Berkilah Stroke, Bandot Tua Jadikan Anak Bawah Umur Korban Nafsunya

SINGKAWANG- Kasus cabul terhadap anak di bawah umur kembali terjadi.…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:44

Sembilan WNI Ditahan TDM

SANGGAU- Kita samua basudara, tak hanya melibatkan anak bangsa se…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:40

MELUAS..!! Penolakan Pembangunan PLTN di Kalbar Sampai ke Pusat

PONTIANAK—Tidak hanya suara ribuan mahasiswa berlanjut ke Ketua DPR RI…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:21

Tahun Depan, Restorasi Gambut Kalbar Seluas 149.901 Ha

PONTIANAK- Tahun 2020 mendatang Badan Restorasi Gambut (BRG) akan merestorasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*