UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 04 Mei 2018 11:22
MIRIS..!! Mana Nih Pemerintah..!! Belajar Hanya Satu Jam, Sekolah Diajar Hanya Satu Guru Honor
ilustrasi

PROKAL.CO, MELAWI- Banyak problematika pendidikan mengiringi momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018. Salah satunya, masih ada sekolah yang hanya memiliki satu guru. Satu diantara sekolah dengan hanya satu guru itu adalah SDN di Dusun Selang Batu, Desa Nanga Belimbing, Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi. Kekosongan tenaga pengajar menjadi hambatan proses belajar mengajar di SD tersebut. Tak pelak, murid kelas 1 hingga kelas 6 di SD tersebut hanya diajar selama satu jam pelajaran dalam sehari.

Diberitakan Rakyat Kalbar, padahal, hasrat warga dusun, agar anak-anaknya mengenyam pendidikan layak sangatlah besar. Tokoh masyarakat Dusun Selang Batu, Heri, mengungkap SD tersebut masih merupakan SD filial. SD jarak jauh. Artinya, lokal kelas di SD tersebut dibangun jauh dari sekolah induknya. Sekolah induknya di Desa Nanga Belimbing. 

Dikatakan Heri, seharusnya sekolah itu sudah bisa dijadikan sekolah negeri yang dipisah dari sekolah induknya. Sebab, sudah memiliki kurang lebih 40 hingga 50 murid. Di bangku kelas 1 sampai kelas 6. Dengan jumlah murid di satu dusun tersebut, meskipun baru memiliki 2 lokal pernanen dan satu rumah guru, semangat warga untuk menyekolahkan anak-anak mereka tak surut.

“Namun, yang menjadi persoalan, yang mengelola sekolah tersebut hanya 1 guru honorer saja. Sehingga proses belajar mengajar di sekolah filial tersebut tak efektif. Hanya bisa berlangsung selama satu jam. Dengan murid yang berbeda kelas digabung,” ujar Heri, kepada Rakyat Kalbar, Rabu (2/5).

Pria yang akrab disapa Anyot ini mengatakan, seorang guru honor yang menangani sekolah tersebut hanya bisa mengajar para murid sejak pukul 13.00 sampai pukul 14.00. Dengan murid dari kelas 1 hingga kelas 6 yang harus digabung menjadi satu. Bagaikan gado-gado. “Yang menangani hanya 1 guru honor. Sekolah masuk mulai jam 1 siang dan pulangnya jam 2 siang. Sistem pengajaran pun harus digabung. Kelas 1 sampai kelas 3 digabung menjadi satu lokal. Kemudian, kelas 4 sampai kelas 6 digabung menjadi satu lokal,” bebernya.

Menurut dia, guru honor tersebut patut diberi penghargaan. Karena hingga saat ini mampu bertahan untuk mengajar murid kelas I sampai kelas 6 seorang diri. Hanya saja, masyarakat khawatir mutu pendidikan para buah hatinya tak berkembang. Sehingga mengharapkan Pemerintah Kabupaten Melawi bisa menambahkan minimal satu guru PNS.

“Kalau tidak ada guru PNS, pihak warga akan protes dan meminta gabung masuk dengan Desa Melamut,” tegas Heri. Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi I DPRD Melawi, Taufik, mengakui bahwa di Melawi masih sangat sering ditemukan persoalan seperti ini. Sarana dan prasarana pendidikan yang kurang mendukung. Kemudian persoalan kekurangan guru. Sehingga pemerintah perlu mencari solusi.

“Kita minta pemerintah bisa melakukan pemerataan guru yang ada di dalam kota. Sebab kita melihat guru PNS menumpuk di dalam kota. Sementara di pedalaman masih banyak sekolah kekosongan guru, seperti SD Filial di Dusun Selang Batu, Desa Nanga Belimbing,” tuturnya.

Itu, kata dia, salah satu potret yang memprihatinkan atas dunia pendidikan Melawi. Persoalan ini harus dikroscek langsung oleh Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Melawi. “Dengan turun langsung ke lapangan,” pinta Taufik. Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin, juga angkat bicara. Kata dia, menanggapi persoalan dunia pendidikan Melawi yang masih memprihatinkan, harus ada pemecahan masalahnya. Memberikan perhatian atau kesejahteraan terhadap para ‘Oemar Bakri’ yang berjuang di sekolah-sekolah pedalaman dalam mengajar para murid-muridnya.

“Kekurangan guru haruslah diselesaikan dan dicarikan solusi bersama. Pemkab harus ada terobosan baru. Kemudian harus ada perhatian memberikan kesejahteraan terhadap guru honor yang menjadi pejuang pendidikan di pedalaman, lantaran tak memiliki guru PNS,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Disdikbud Melawi, Joko Wahyono, yang dikonfirmasi mengenai persoalan ini mengaku tidak mengetahui bahwa di Dusun Selang Batu ada SD jarak jauh. Karena pihaknya tidak pernah membangun sekolah di sana. “Untuk SD jarak jauh di Selang Batu ini siapa yang dirikan? Disdik jika mendirikan atau membuka sekolah pastilah bertanggungjawab. Untuk itu, jika masyarakat membuka sampaikanlah ke pemerintah. Khususnya Disdikbud Melawi. Jangan asal buka sekolah,” paparnya.

Imbuh dia, “Kami tidak pernah dikabari akan SD Filial Selang Batu, makanya kami belum tahu dengan jelas”. Lebih lanjut, Joko menerangkan, berdasarkan aturan, dilarang mendirikan SD filial karena tidak efisien. Jika mendirikan SD jarak jauh, maka syarat utama harus bisa menjaring minimal 60 siswa.

“Nah, sekali lagi kami sampaikan bahwa kami belum pernah diberitahui mengenai SD filial di Dusun Selang Batu ini,” ungkapnya. (Dedi Irawan/RK)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 10:51

Gadis SMP Nikah Pesanan dengan Lelaki Tiongkok

MEMPAWAH-Penjualan gadis bawah umur untuk pengantin pesanan lelaki Tiongkok, belum…

Minggu, 20 Oktober 2019 21:32

PARAH..!! 11 Siswa Dicabuli Kepala Sekolah

NGABANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Landak tengah berduka dengan terungkapnya…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:41

Pembunuhan Kepala Skeolah, FS Ditetapkan Jadi Pelaku Utama

SINTANG- Polres Sintang menetapkan FS sebagai tersangka utama pelaku pembunuhan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:45

MASIH KECIL..!! Serapan Beras Lokal Kalbar Hanya 5 Persen

PONTIANAK- Beras di Kalbar tak menjadi komoditi yang mengalami inflasi.…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:43

Sukimin Tewas Ditusuk Bekas Ponakan Mantu

SINTANG- Sayang keponakan, tak disayang menantu siapa menduga? Akhirnya, Sukimin,…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:36

Lindungi dan Bangun Tata Niaga Kratom, Ini yang Dilakukan Petani

PUTUSSIBAU-. Keresahan para petani kratom di Kapuas Hulu diharapkan jadi…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:58

Berkilah Stroke, Bandot Tua Jadikan Anak Bawah Umur Korban Nafsunya

SINGKAWANG- Kasus cabul terhadap anak di bawah umur kembali terjadi.…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:44

Sembilan WNI Ditahan TDM

SANGGAU- Kita samua basudara, tak hanya melibatkan anak bangsa se…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:40

MELUAS..!! Penolakan Pembangunan PLTN di Kalbar Sampai ke Pusat

PONTIANAK—Tidak hanya suara ribuan mahasiswa berlanjut ke Ketua DPR RI…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:21

Tahun Depan, Restorasi Gambut Kalbar Seluas 149.901 Ha

PONTIANAK- Tahun 2020 mendatang Badan Restorasi Gambut (BRG) akan merestorasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*