UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Kamis, 19 April 2018 19:04
Melestarikan Tradisi Meriam Karbit, Warga Hadapi Berbagai Kendala
Terganjal Waterfront, Bahan Baku pun Semakin Mahal
BIKIN MERIAM. Salah satu kelompok meriam karbit melakukan persiapan dengan membuat meriam yang merupakan tradisi menyambut Idul Fitri, Selasa (17/4). Maulidi Murni-RK

Permainan meriam karbit merupakan tradisi Kota Pontianak menjelang hari raya Idul Fitri. Persiapan biasanya dilakukan warga jelang Ramadan.

Maulidi Murni, Pontianak

Perkumpulan permainan meriam karbit yang ada, sebagian sudah melakukan persiapan. Di antaranya kelompok meriam karbit Setia Tambelan di RT lV/RW 1 Kelurahan Tambelan Sampit Kecamatan Pontianak Timur. Namun untuk melestarikan tradisi permainan berbahan utama balok di tepian sungai Kapuas ini warga harus berusaha lebih ekstra.

Rakyat Kalbar memberitakan, saat ini, balok sulit didapat. Kalau pun ada harganya lumayan mahal. Satu balok jenis mabang saja seharga Rp3,5 juta. "Tahun ini tempat kami ada dua balok baru," ujar salah seorang anggota kelompok meriam karbit Setia Tambelan, Izwar, Selasa (17/4).

Meski bulan puasa belum tiba, persiapan sudah dilakukan sedari awal. Sehingga bisa meringankan waktu dalam proses pembuatannya. Dengan demikian diharapkan jelang Idul Fitri para pengurus tidak capek melakukan persiapan.

Selain harga balok, mereka juga merasa bimbang terkait bahan lainnya. Di antaranya rotan yang digunakan untuk melilit balok atau biasa disebut simpaian meriam. Belum lagi untuk membeli karbit, yang merupakan imunisi meriam balok.  Sebelumnya, 1 kilogram rotan dihargai Rp3.500. Sedangkan mereka setidaknya membutuhkan 700 kg rotan yang akan digunakan untuk tujuh balok meriam karbit. Sedangkan untuk harga karbit Rp19 ribu per kg. Kelompok meriam karbit Setia Tambelan membutuhkan sebanyak 100 kg. "Semoga jak tahun ini harganya turun," harap pria 39 tahun ini.

Tak hanya masalah bahan bakunya, kendala baru bagi warga tepian sungai Kapuas ini adalah dengan adanya waterfront. Mereka bingung harus membuat tempat meriam berdiri atau landasan. Sebab mereka harus membuat di luar waterfront, sehingga kayu yang digunakan untuk tiangnya harus lebih panjang.

Hal itu telah mereka coba. Namun pada bagian tepi saja bisa menggunakan kayu mentangau yang berukuran 12 meter. Sayangnya pada bagian selanjut atau tengah, ukuran tersebut tak mencukupi. "Udah kita coba, bagian tengah karena tanahnya dalam, tidak bisa satu kayu mentangau, harus di sambung lagi," jelas Izwar.

Alhasil, dari kendala tersebut mereka harus menambah pengeluaran. Sementara pengalaman tahun lalu, dana yang diperoleh tak sesuai harapan. Apalagi pada tahun ini rencananya mereka akan membuat delapan meriam karbit.

Lurah Tambelan Sampit, Sy. Abdurrahman Alkadrie menanggapi lokasi tempat permainan meriam karbit di waterfront tersebut. Menurutnya, jika berada di antara waterfront dan geretak tidaklah masalah. Asalkan jangan sampai memakan lantai atau berada di atas waterfront. Namun jika berada di antara waterfront dan geretak dikhawatirkan dapat membahayakan yang lainnya ketika sedang menonton atau lewat. "Idealnya memang di luar, takutnya rusak," ucapnya.

Untuk membuat landasan diakuinya memang membutuhkan kayu yang lebih banyak. Sementara terkait lokasi permainan meriam karbit di kelurahan Tambelan Sampit, belum ada koordinasi. Kedepan pihaknya akan mengundang kelompok meriam karbit yang ada untuk koordinasi. "Kita coba diskusikan, kita coba ajukan dengan dinas terkait untuk tambahan biaya," ujarnya.  Di Kelurahan Tambelan Sampit, ada delapan kelompok permainan meriam karbit. Tapi di lokasi yang terdapat waterfront hanya ada tiga kelompok permainan meriam karbit. (*/rk)


BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers