UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 24 Maret 2018 13:06
Polisi Gagalkan 60 Orang Korban Human Trafficking
TERSANGKA. Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono menasehati para tersangka TPPO dan TKI Ilegal yang mengenakan baju orange saat rilis pengungkapan kasus di Mapolda Kalbar, Kamis (22/3). Ocsya Ade CP-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Sebanyak 60 orang korban kasus human trafficking berhasil diungkap Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jajaran Polda Kalbar dalam kurun Desember 2017-Maret 2018. Yaitu 33 laki-laki, 20 wanita, bahkan ada anak-anak dan bayi 7 orang. Mereka semua menjadi korban TPPO dan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal.

"Kejahatan perdagangan orang ini sudah menjadi atensi pimpinan negara dan pimpinan Polri. Penanganan human trafficking yang masuk ke dalam transnasional crime harus diprioritaskan karena umumnya korban adalah perempuan dan anak-anak," kata Kapolda Kalbar, , Irjen Pol Didi Haryono seperti dilansir Rakyat Kalbar.

Dari 13 Laporan Polisi (LP), berhasil mengamankan 15 orang tersangka. Teridiri dari 8 kasus TPPO (termasuk penjualan bayi) dengan 7 orang tersangka dan 5 Kasus TKI Ilegal dengan 6 orang tersangka. "Dari 15 orang tersangka ini, 6 orang sudah kita kirim tahap dua ke Jaksa Penuntut Umum untuk diproses di persidangan, sementara yang sembilan orang ini sedang dalam proses," jelasnya.

Sebagai penjaga stabilitas Kamtibmas sekaligus penegakan hukum, Kapolda mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kalbar, bahwa eksploitasi terhadap seseorang adalah suatu tindak pidana. "Kepolisian tidak segan-segan melakukan upaya paksa karena ini sudah mengganggu, memberikan image yang buruk terutama kepada provinsi Kalbar," tegasnya.

Lanjutnya, jika masyarakat ingin berkerja ke luar negeri, lengkapi dokumen perjalanan dengan benar. Jangan mau diimingi dengan gaji besar dan sebagainya yang pada akhirnya malah terjebak bujuk rayu. Waspadai para calo TKI yang menghalalkan segala cara seperti bersedia membuat dokumen palsu, menyuruh membuat dokumen palsu, bujuk rayu, iming-iming gaji berkali lipat, perkerjaan enak tanpa keahlian khusus dan lainnya."Begitu sampai di sana ternyata dieksploitasi tenaganya menjadi perkerja yang tidak benar," imbuhnya.

Didi meminta seluruh Masyarakat peka terhadap situasi lingkungan jika ada penampungan tenaga kerja liar. "Yang memperkerjakan orang-orang di penampungan yang tidak jelas itu segera melaporkan aparat setempat. Sehingga keberadaan penampungan dapat kita telusuri," imbaunya.

Sebab, kata Didi dari kasus terungkap adalah dari informasi masyarakat yang curiga dengan penampungan pelatihan.  "Sehingga kita dalami dan ternyata ada kegiatan pelatihan yang untuk diperkerjakan ke luar negeri secara ilegal. Dari situ kami kembangkan yang korbannya sampai 60 orang itu," bebernya. Namun sayang dalam keterangan pers ini Didi tidak membeberkan di wilayah mana penggerebekan tersebut. Yang pasti dia mengatakan, pada umumnya motivasi para pelaku adalah kebutuhan sehari-hari, faktor ekonomi dan gaya hidup.

"Ya, ingin gaya hidup yang wah, sehingga ingin mendapatkan uang yang cepat. Ini yang harus kita antisipasi, harus kita cegah jangan sampai terjadi korban yang begitu banyak, terutama anak dan bayi," gugahnya. Selain pelaku, barang bukti yang diamankan berupa dokumen surat perjalanan palsu, paspor palsu, beberapa  alat komunkasi dan kendaraan pengangkut. Mereka rencana akan dibawa ke Sarawak, Malaysia.

"Banyak sekali peralatan yang bisa dijadikan barang bukti, sehingga kami terima kasih kepada aparatur penegak hukum dari kejaksaan, pengadilan memberikan sanksi tegas kepada para pelaku TPPO dan TKI Ilegal ini," ucap Didi. Sering lolosnya para TKI Ilegal ke negeri jiran menggunakan dokumen palsu diduga lemahnya pengawasan di pintu perbatasan. Akibatnya memicu para pelaku melakukan hal yang sama dari tahun ke tahun. Terkait itu, menurut menurut Didi, pintu perbatasan saat ini sudah baik dan ketat pengawasannya. Koordinasi antara instansinya dengan aparatur yang bertanggung di border juga berjalan baik."Kita sudah ke Entikong, Badau dan Aruk. Sudah sangat bagus. Yang namanya para pelaku ingin  dapat instan dia mencoba memalsukan dokumen, tapikan ketangkapnya belum sempat masuk (ke Malaysia). Sudah ada koordinasi kami dengan imigrasi, PJTKI, itulah informasi kita cek sebelum lewat, ini kan terungkap sebelum lewat," paparnya.

Nah, terungkapnya kasus kata Didi, karena ketatnya pengawasan dan sudah sangat sinergis. "Makanya kita bisa ungkap karena pengawasan yang sudah sangat sinergis anatara aparat penegak hukum maupun aparatur yang bertanggung jawab terhadap dokumen itu," ujarnya. Berkaitan penyeludup TKI melalui jalan tikus, dia pun meminta masyarakat di perbatasan agar sama-sama mencegah hal itu.

"Kepada masyarakat, melalui jalan tikus itu jangan sampai mereka masuk. Tapi selama ini namanya perdagangan orang selalu kita bisa dapatkan karena informasinya cepat," ungkapnya. Lebih lanjut kata Didi, karana human trafficking ini menjadi atensi pimpinan dan negara. Berarti menjadi atensi seluruh masyarakat sebagai warga negara juga. “Kita berkewajiban mencegah dan memproses sesuai dengan aturan hukum," pungkas Kapolda. (ambrosius/rk)


BACA JUGA

Minggu, 20 Oktober 2019 21:32

PARAH..!! 11 Siswa Dicabuli Kepala Sekolah

NGABANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Landak tengah berduka dengan terungkapnya…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:41

Pembunuhan Kepala Skeolah, FS Ditetapkan Jadi Pelaku Utama

SINTANG- Polres Sintang menetapkan FS sebagai tersangka utama pelaku pembunuhan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:45

MASIH KECIL..!! Serapan Beras Lokal Kalbar Hanya 5 Persen

PONTIANAK- Beras di Kalbar tak menjadi komoditi yang mengalami inflasi.…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:43

Sukimin Tewas Ditusuk Bekas Ponakan Mantu

SINTANG- Sayang keponakan, tak disayang menantu siapa menduga? Akhirnya, Sukimin,…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:36

Lindungi dan Bangun Tata Niaga Kratom, Ini yang Dilakukan Petani

PUTUSSIBAU-. Keresahan para petani kratom di Kapuas Hulu diharapkan jadi…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:58

Berkilah Stroke, Bandot Tua Jadikan Anak Bawah Umur Korban Nafsunya

SINGKAWANG- Kasus cabul terhadap anak di bawah umur kembali terjadi.…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:44

Sembilan WNI Ditahan TDM

SANGGAU- Kita samua basudara, tak hanya melibatkan anak bangsa se…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:40

MELUAS..!! Penolakan Pembangunan PLTN di Kalbar Sampai ke Pusat

PONTIANAK—Tidak hanya suara ribuan mahasiswa berlanjut ke Ketua DPR RI…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:21

Tahun Depan, Restorasi Gambut Kalbar Seluas 149.901 Ha

PONTIANAK- Tahun 2020 mendatang Badan Restorasi Gambut (BRG) akan merestorasi…

Senin, 14 Oktober 2019 12:55

Plisss..!! Jangan Terpancing Kampanye SARA

PUTUSSIBAU- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, salah satunya bakal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*