UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 24 Maret 2018 13:00
Satu Kasus di Serdam, Wabah Rabies Semakin Meluas
TEGAS..!! Musnahkan Anjing Liar Tanpa Ganti Rugi
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK-. Awal tahun 2019, wabah rabies di Kalbar terus meluas. 9 Maret 2018, terjadi lagi satu kasus gigitan anjing dan dinyatakan positif rabies di kawasan Jalan Sungai Raya Dalam (Serdam) Kabupaten Kubu Raya.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, Abdul Manaf mengatakan, dinyatakan positif lantaran setelah dilakukan observasi laboratorium selama 14 hari. Korbannya sudah diberi vaksin. "Rabies ini perlu diwaspadai. Kemarin baru terjadi di Kubu Raya, di Perumahan Korpri. Hal ini menandakan rabies sudah mendekati Kota Pontianak," jelas Manaf kepada wartawan di kantornya, Rabu (21/3).

Mendapatkan laporan kasus rabies, pihaknya langsung melakukan koordinasi bersama Polresta untuk melakukan penyuluhan vaksinasi. Kemudian meminta polisi untuk mengawasi lalu lintas anjing. "Saya menduga anjing yang masuk ini mungkin anjing itu ada di bawa keluar. Atau ada dari luar yang membawa anjing yang positif rabies masuk ke sana," ulasnya.

Dijelaskan Manaf, dari 14 kabupaten/kota se Kalbar hanya Pontianak yang belum terkena wabah rabies. Akan tetapi statusnya terancam. Pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh pihak yang berwenang dalam upaya membasmi wabah rabies ini.

Selain rabies, gigitan anjing juga bisa menyebabkan penyakit lain seperti tetanus. "Kalau ada rabies dia lebih cepat tetanus. Kalau tidak dia bisa sebabkan tetanus jika tidak di bersihkan dengan baik," jelasnya.

Selain kasus gigitan di Komplek Korpri, pada Februari lalu juga telah terjadi kasus gigitan di Kota Singkawang tepatnya di daerah Nyarungkup. Yakni perbatasan antara Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang. "Ada lima orang digigit dan sudah ditangani dengan memberikan vaksin anti rabies (VAR), dan pemerintah Singkawang sudah berupaya untuk mengendalikan rabies ini," tuturnya.

Manaf menilai, wabah rabies ini pada tahun ini cenderung meluas. Sehingga pada Selasa (20/3) pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi (Rakor) bersama Pemkot Singkawang. Di dalam Rakor itu mereka meminta agar Pemkot Singkawang memberikan sosialisasi kepada masyarakat mulai dari pertemuan di tingkat rukun tetangga (RT).

"Kemudian meminta segera pendataan anjing supaya dilakukan melalui sistem pemerintahan terendah itu kan dusun yaitu lurah dan camat yang mengkoordinir. Ketiga kita minta seratus persen anjing terutama kecamatan tertular untuk di vaksin," papar Manaf.

Kemudian yang keempat empat adalah eleminasi atau pembunuhan. Pihaknya meminta polisi untuk membantu mengawasi lalu lintas anjing. Serta membentuk rabies center dengan menunjuk Puskesmas yang siap melayani kasus dan laporan gigitan.

"Kita juga sudah meminta Pemkot Singkawang untuk membentuk tim anti rabies. Terakhir minta supaya Pemkot Singkawang mengeluarkan edaran berupa imbauan untuk melakukan vaksinasi dan melarang untuk keluarkan anjing. Anjing liar harus di musnahkan tanpa ganti rugi," tuturnya. Manaf menuturkan para petugas lapangan masih menemukan beberapa persoalan, yakni masih ada lokasi yang perlu pendekatan secara budaya. Ada beberapa kelompok yang menolak adanya vaksinasi, bahkan memberi uang petugas. "Dan dari lima orang yang digigit menolak divaksin, kebetulan bukan penduduk setempat dari poteng ke nyarungkup," ujarnya.

Untuk mekanisme pencegahan awal kata Manaf, Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan tata laksana tentang penanganan kasus gigitan. "Sudah jelas sekali itu yang saya sampaikan kepada petugas," katanya. Tata laksana itu harus di pahami seluruh petugas. Seperti, misalkan  ada anjing menggigit, petugas harus menangkap hewan itu untuk kemudian dilakukan observasi selama 14 hari.

"Kalau 14 hari masih hidup lepas saja. Tapi orangnya harus di kasi Vaksin, kalau mati sebelum 14 hari orang yang tergigit harus di beri vaksin lengkap," pungkasnya. Berdasarkan data yang dimiliki, total gigitan dari Januari hingga Maret 2018 sebanyak 383 orang. Hasil positif sebanyak 2 orang, korban meninggal sebanyak 4 orang. Sedangkan populasi anjing sebanyak 190.173 ekor.

Sedangkan di tahun lalu, Kota Singkawang dan Pontianak ada kasus gigitan saja di Singkawang, namun setelah diobservasi tidak positif. "Tahun ini ada yang positif rabies," jelasnya. Untuk jumlah terbesar dari 13 kabupaten/kota yang tertular adalah Kabupaten Landak dengan jumlah 3 orang meninggal dan 163 gigitan dari 53.851 ekor anjing. Semua petugas lapangan sudah di beri VAR untuk mengurangi risiko. Jumlah petugas yang sudah dilatih sebanyak 280 orang se Kalbar. Para petugas itu berfungsi untuk memberikan penyuluhan dan mendampingi masyarakat.

"Kita menyediakan seratus ribu dosis vaksin untuk seluruh Kalbar yang saat ini sedang proses tender. Dari pusat sedang dalam perjalanan sebanyak tujuh ribu dosis.  Kalau masyarakat butuh, vaksin sudah siap," papar Manaf. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Andy Jap menuturkan, jumlah vaksin rabies untuk manusia masih tercukupi.

"Vaksin rabies kita kalau manusia masih tercukupi, dulu permasalahannya vaksin, tapi sekarang sudah aman," ujarnya. Andy Jap mengatakan, sebetulnya tidak ada istilah memberi pencegahan kepada manusia. Justru encegahan itu sebenarnya harus difokuskan kepada hewan penular rabies.

"Jadi VAR hanya diberikan kalau ada gigitan. Untuk stok vaksin sendiri masih ada ribuan, artinya di pusat untuk stok vaksin manusia dalam kondisi aman beda dengan tahun kemarin yang memang tidak mencukupi. Sehingga nanti kurang berapa, tinggal ambil," demikian Andy Jap. (Rizka Nanda/rk)


BACA JUGA

Minggu, 20 Oktober 2019 21:32

PARAH..!! 11 Siswa Dicabuli Kepala Sekolah

NGABANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Landak tengah berduka dengan terungkapnya…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:41

Pembunuhan Kepala Skeolah, FS Ditetapkan Jadi Pelaku Utama

SINTANG- Polres Sintang menetapkan FS sebagai tersangka utama pelaku pembunuhan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:45

MASIH KECIL..!! Serapan Beras Lokal Kalbar Hanya 5 Persen

PONTIANAK- Beras di Kalbar tak menjadi komoditi yang mengalami inflasi.…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:43

Sukimin Tewas Ditusuk Bekas Ponakan Mantu

SINTANG- Sayang keponakan, tak disayang menantu siapa menduga? Akhirnya, Sukimin,…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:36

Lindungi dan Bangun Tata Niaga Kratom, Ini yang Dilakukan Petani

PUTUSSIBAU-. Keresahan para petani kratom di Kapuas Hulu diharapkan jadi…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:58

Berkilah Stroke, Bandot Tua Jadikan Anak Bawah Umur Korban Nafsunya

SINGKAWANG- Kasus cabul terhadap anak di bawah umur kembali terjadi.…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:44

Sembilan WNI Ditahan TDM

SANGGAU- Kita samua basudara, tak hanya melibatkan anak bangsa se…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:40

MELUAS..!! Penolakan Pembangunan PLTN di Kalbar Sampai ke Pusat

PONTIANAK—Tidak hanya suara ribuan mahasiswa berlanjut ke Ketua DPR RI…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:21

Tahun Depan, Restorasi Gambut Kalbar Seluas 149.901 Ha

PONTIANAK- Tahun 2020 mendatang Badan Restorasi Gambut (BRG) akan merestorasi…

Senin, 14 Oktober 2019 12:55

Plisss..!! Jangan Terpancing Kampanye SARA

PUTUSSIBAU- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, salah satunya bakal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*