UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 30 Desember 2017 11:56
KRI Ini Perkuat Pengamanan Laut wilayah Barat

Satkat Koarmabar Kerahkan KRI Todak-631

MERAPAT. KRI Todak-631 saat merapat ke Pelabuhan Dwikora Pontianak, beberapa hari lalu—Dispen Lantamal XII Pontianak/RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Todak-631 telah bersandar di Pelabuhan Dwikora Pontianak, sejak beberapa hari lalu. KRI yang dikomandani Letkol Laut (P) Dian Wahyudi A.W, S.T, M.Tr. Hanla ini merupakan salah satu unsur Satuan Kapal Cepat Komando Armada RI Kawasan Barat (Satkat Koarmabar) sebagai kapal perang anti kapal permukaan.

Tujuan kapal buatan anak bangsa oleh PT PAL Indonesia ini merapat ke Kalbar untuk melaksanakan Operasi Lintas Laut wilayah Barat dan pengamanan unsur laut dalam rangka kunjungan kerja Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Kota Pontianak, sejak Kamis (28/12) kemarin.

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) XII Pontianak, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI (Mar) Endi Supardi melalui Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal XII Pontianak, Mayor Laut (E) Irawan TB menerangkan, KRI Todak-631 merupakan kapal pertama dalam seri FPB-57 Nav V untuk TNI Angkatan Laut. Diluncurkan dari galangan pada tahun 1999 dan masuk ke jajaran Armada TNI AL pada tahun 2000.

KRI Todak-631 memiliki bobot pada muatan penuh 445 ton. Dengan dimensi 58,10 m x 7,62 m x 2,85 m. Memiliki 2 mesin diesel, 2 shaft yang menghasilkan 8,850 shp. Tenaga ini sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 27 knot.

Selain itu, dilengkapi 2 rudal permukaan C 802 dengan jangkauan maksimal sekitar 130 Km, Meriam Bofors SAK 57/70 berkaliber 57 mm dengan kecepatan tembakan 200 rpm, jangkauan 17 Km untuk target permukaan dan udara dengan pemandu tembakan Signal LIROD Mk.

Kemudian Meriam Bofors SAK 40/70 berkaliber 40 mm dengan kecepatan tembakan 300 rpm, jangkauan 12 Km untuk target permukaan serta udara. Juga ada Kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20 mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 2 Km untuk target udara.

"Tujuan kedatangan KRI ini untuk melaksanakan Operasi Lintas Laut wilayah Barat dan juga untuk pengamanan unsur laut dalam rangka kunjungan kerja Presiden Joko Widodo beserta rombongan ke Pontianak," jelas Irawan kepada sejumlah wartawan.

Diberitakan Rakyat Kalbar, dukungan pengamanan ini juga melibatkan Satuan Keamanan Laut (Satkamla) Lantamal XII Pontianak. Dimana Komandan Satkamla, Mayor Laut (P) Thomas Riyanto (Han) menurunkan KAL Lemukutan II-12-15, Patkamla Kapal Motor Cepat (KMC) dan Patkamla Sea Reader II-12-30.

 “KAL Lemukutan II-12-15 ini merupakan kapal yang bertugas melaksanakan operasi keamanan laut terbatas dan memperkuat pengamanan di sekitar perairan Kalbar di bawah jajaran wilayah kerja Lantamal XII Pontianak," ujar Irawan.

Ia menjelaskan, KAL Lemukutan II-12-15 yang dikomandani Kapten Laut (P) Dharmansyah merupakan buatan anak bangsa, dari Tesco Indomaritim. Memiliki panjang 28 meter dan lebar 5,85 meter. Kecepatan maksimum 28 knot, daya tahan hingga 648 Nm (36 jam pada kecepatan 18 knot). Dan memiliki 15 personel.

"Akan sangat mudah bergerak cepat mengejar dan menghalau musuh di sekitaran perairan wilayah operasi Lantamal XII Pontianak," ujarnya. Ia menambahkan, dalam rangka menjalankan tugas pokok TNI AL di bidang pertahanan, serta menegakkan hukum dan menjaga keamanan wilayah laut yuridiksi nasional, Lantamal XII Pontianak menerjunkan tim Western Fleet Quick Response (WFQR).

 “WFQR adalah pasukan yang melaksanakan operasi penindakan insiden laut di wilayah kerja Lantamal XII Pontianak secara cepat. Apalagi dilengkapi dengan peralatan yang canggih ini, maka ereka akan cepat bergerak mengejar dan menghalau musuh,” jelasnya.

Keberadaan tim WFQR, kata Irawan, telah banyak membantu dalam menekan tingkat pelanggaran yang ada di laut. Seperti di Selat Malaka, Selat Philips dan Laut Cina Selatan khususnya di perairan Kalbar.

Dalam melaksanakan tugasnya, tim WFQR dapat menjaga stabilitas keamanan, sehingga berdampak pada menurunnya tindak kejahatan seperti perompakan dan penyelundupan jalur laut. (oxa)

 


BACA JUGA

Minggu, 24 November 2019 13:24

Banjir Hantam Pontianak, Jalan dan Rumah Terendam

PONTIANAK – Hujan lebat yang mengguyur Kota Pontianak sejak sore hingga…

Jumat, 22 November 2019 13:24

Sidang Karhutla Tetap Lanjut, Pengacara Tambah Enam,

SINTANG - Di tengah riuh rendah unjukrasa, sidang lanjutan perkara…

Selasa, 19 November 2019 10:03

Mantan Timses Nakhodai Perusda, Ini Kata Gubernur

PONTIANAK – Panitia Seleksi (Pansel) lelang jabatan Dewan Pengawas dan Direksi…

Selasa, 19 November 2019 10:01

Gubernur Dorong Perusda Benar-Benar Untung

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji resmi melantik tiga dewan pengawas…

Minggu, 17 November 2019 20:32

Angkat Kopi Lokal Biar Berjaya

PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berkomitmen mengangkat citra kopi lokal…

Jumat, 15 November 2019 12:56

AWAS AJA..!! Jukir Jangan Macam-Macam saat Konser Kebangsaan

PONTIANAK-Penanganan tata kelola parkir saat konser kebangsaan Malam nanti (Jumat)…

Rabu, 13 November 2019 12:31

BKD Ancam Penunggak Pajak, Termasuk yang Besar-Besar

PONTIANAK- Sudah selayaknya Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Pontianak berterima…

Minggu, 10 November 2019 20:55

Ibu Tewas Terpanggang dalam Kebakaran di Pontianak

Satu orang meninggal dunia akibat kejadian kebakaran yang menghanguskan lima unit…

Minggu, 10 November 2019 20:31

Korban KDRT Bisa Berakibat Disfungsi Seksual

Kekerasan rumah tangga (KDRT) yang dialami oleh wanita antara lain…

Kamis, 07 November 2019 12:05

Pemkot Fasilitasi Dua Pelajar Pontianak ke Jepang

PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan memfasilitasi keberangkatan dua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.