UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 09 Desember 2017 20:04
Puluhan Karung Kentang dan Wortel Malaysia Disita
SAYUR ILEGAL. Mobil bermuatan sayur Ilegal asal Malaysia diamankan Polisi, Kamis (7/12). Humas Polda for Rakyat Kalbar

PONTIANAK-  Seakan tak ada hentinya, penyelundupan dari Malaysia terus terjadi. Buktinya, tak sedikit barang ilegal dari Malaysia berhasil lolos dan masuk ke Kota Pontianak. Seperti kasus yang baru diungkap petugas dari Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar. Diberitakan oleh Rakyat Kalbar, Kamis (7/12) dini hari, petugas berhasil mengamankan dua mobil yang bermuatan ratusan karung kentang dan ratusan kotak wortel ilegal di Pasar Tradisional Flamboyan Pontianak.

 “Sayur yang berasal dari Malaysia tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen pemasukan barang dari Dinas Karantina,” kata AKBP Nanang Purnomo, Kabid Humas Polda Kalbar, Jumat (8/12). Pengungkapan ini, jelas Nanang, berawal dari informasi yang didapat bahwa masih ada sayur mayur ilegal asal negeri Jiran yang dipasok di pasar tersebut. Setelah ada informasi itu, Tim Subdit I Ditreskrimsus melakukan pengembangan.

Sekira pukul 01.15 WIB, tim menemukan mobil Toyota Kijang Innova warna hitam, bernomor polisi KB 1592 HT, yang bermuatan 120 karung kentang. Per karungnya dengan berat 10 kilogram. Hasil pemeriksaan di lapangan diketahui pemilik kentang tersebut berinisial ES, warga Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.

Selanjutnya, sekira pukul 02.30 WIB, tim kembali mengamankan mobil jenis sama berwarna merah. Mobil bernomor polisi KB 1529 AS itu bermuatan 120 kotak wortel dengan berat masing-masing kotak 10 kilogram.  “Sama, wortel ini juga berasal dari Malaysia dan tidak memiliki dokumen Karantina,” terangnya.

Pemilik wortel ini, kata Nanang, seorang warga Jalan Andalas, Desa Gaddong, Kecamatan Bontoala, Makassar berinisial Zf. Saat ini, keduanya beserta barang bukti telah diamankan di Mapolda Kalbar. “Modus pelaku, kentang dan wortel dari Malaysia ini dimasukkan ke daerah Sekayam menggunakan surat KILB (Kartu Izin Lintas Batas),” beber Nanang.

Ia menerangkan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan instansi terkait dan saksi ahli. Kedua pelaku disangkakan melanggar pasal 31 Undang-undang RI Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama tiga ahun dan denda Rp150 juta. (amb)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers