UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Senin, 04 September 2017 11:56
Warga Belum Diajak Bahas Ganti Rugi Lahan Jembatan Landak
BATAS LAHAN. Amin Lohendro Akwe, 57, menunjukan tanda batas lahan yang akan dibebaskan di halaman ruko miliknya, Senin (28/8) lalu. RIKO SAPUTRA

PONTIANAK- Jembatan Landak bakal dibangun. Persoalan ganti rugi atas tanah warga pun mencuat. Kalbar menemui warga yang bangunan ruko dan lahannya masuk dalam kawasan pembangunan jembatan, mereka mengaku terdapat beberapa warga yang belum pernah mengikuti musyawarah. Apalagi membahas besaran biaya ganti rugi yang akan mereka terima.

Pemilik Toko Barokah Jati, Sri Suarni, 47, mengaku memiliki empat ruko. Dia mengatakan belum mengetahui nominal ganti rugi. Bahkan sampai sekarang belum ada panggilan untuk rapat atau musyawarah. Sementara halaman dari empat ruko dia yang akan dibebaskan oleh pemerintah selebar empat meter per ruko dengan panjang delapan meter dari batas tanah negara.

 “Kemarin janji minta fotocopy sertifikat. Kalau memang mau dimulai (pembangunan jembatan, red) katanya mau diadakan rapat untuk ganti rugi. Cuma kita sampai saat ini belum ada pemberitahuan dari pihak kelurahan,” kata Sri.

Sri mengaku sangat mendukung pembangunan jembatan paralel Landak. Program pemerintah itu sangat bagus untuk kebaikan masyarakat banyak. “Rencana pemerintah itu bagus, memperlebar jalan katanya. Ini kan mau bikin tol (jembatan, red) baru, jadi kita tidak masalah,” ucap Sri.

Senada juga disampaikan Amin Lohendro Akwe, 57. Dia mengaku belum pernah mengikuti rapat. Bahkan dia sudah bertanya kepada beberapa tetangga (pemilik ruko lainnya, red). Namun menurut mereka belum mengetahui rapat dan sistem ganti rugi.

 “Belum ada, waktu itu kan pertama mereka ukur dia minta fotocopy sertifikat tanah sama nomor handphone. Setelah itu tidak pernah ada informasi lagi yang kita terima. Malahan (lahan, red) sudah mereka ukur dan ada tanda-tandanya (ganti rugi, red),” ujar Amin sambil memperlihatkan tanda di halaman ruko miliknya. Amin sendiri memiliki dua ruko yang akan dibebaskan lahannya.

Beberapa waktu lalu, kata Amin, ramai petugas yang datang untuk mengukur jalan dan sebagian bangunan ruko. Petugas tersebut tidak dikenali olehnya, karena tidak ada pemberitahuan dari pihak mana. “Mereka cuma langsung permisi dan mengukur,” ungkap Amin.

Pedagang sembako itu berharap, biaya ganti rugi harus sesuai dengan keinginan warga. “Harapan kita, rakyat kecil jangan disakiti, kasih saja harga yang sesuai, biar sama-sama lancar,” tegas Amin. Dikonfirmasi, Lurah Tanjung Hilir, Pontianak Timur, Tukiman, S.ST membenarkan sebagian warga belum diundang untuk bermusyawarah. Dia menjelaskan dari 20 ruko yang lahannya terkena area pembangunan jembatan paralel Landak, pemilik lahan yang berdampak paling parah telah diundang dan mengikuti rapat. Kemudian untuk sosialisasi lanjutan, beberapa warga yang berdampak tidak parah karena hanya mengenai halaman rukonya, maka akan diundang dan dilakukan rapat pada Rabu (6/9) lusa.

 “Depan sekitar 25 ruko yang parah, pas kaki jembatan ada 20 ruko. Sudah rapat dengan pemilik 20 pintu ruko yang kena dampak paling parah. Rencananya Rabu (6/9) akan dilakukan sosialisasi lanjutannya,” ujar Tukiman ketika diwawancra di kantornya, Kamis (31/8) lalu.

Dia mengatakan, besaran ganti rugi juga belum diketahui. Menurutnya untuk 20 ruko sudah dinilai oleh tim appraisal. Namun hingga saat ini belum diketahui kisaran biayanya. Sementara yang sudah mengikuti rapat tahap pertama beberapa lalu, nanti akan dipanggil kembali untuk kesepakatan harga. Mereka yang mengikuti rapat tahap pertama, menurut Tukiman, dianggap sudah selesai. Tim appraisal sudah turun di setiap ruko. Dia juga menyampaikan, warga sebagian besar setuju untuk pembebasan lahan. Asalkan ganti rugi dengan harga yang wajar. Sementara biasanya pemerintah mengambil di bawah harga pasar. “Intinya mereka (warga) itu tidak rugi,” jelas Tukiman.

Dia juga mengatakan, rencananya menurut tim dari pusat, September ini petugas sudah mulai bekerja dan menyimpan material di kaki jembatan, tepatnya berada di sekitar 20 ruko. Pada intinya masyarakat yang punya ruko setuju, bahkan mereka menyuruh pemerintah tidak usah membuat pagar baru cukup menggunakan dinding ruko sebagai pagarnya agar lebih menghemat biaya.

 “Memang dari dulu tidak ada aktivitas, karena ruko di sana kurang laku untuk berjualan. Karena jalur cepat, mau singgah ke ruko itu beloknya jadi segan. Yang buka cuma satu ruko saja yang pemiliknya masih jualan. Pemilik ruko juga mengatakan tidak usah buat pagar lagi. Jadikan dinding ruko mereka sebagai pagar, jadi tidak besar biayanya,” jelasnya. (Riko Saputra/rk)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 28 Juni 2022 11:35

Harus Dilindungi, Ada 202 Jenis Burung Berkicau Diperdagangkan Secara Online

 Yayasan Planet Indonesia (YPI) mencatat sebanyak 202 jenis burung berkicau,…

Jumat, 17 Juni 2022 11:40

Kalbar Kekurangan Tenaga Ahli Konstruksi

Pembangunan infrastruktur yang masif di Kalimantan Barat (Kalbar) belum diimbangi…

Senin, 13 Juni 2022 10:56

Ketika Para Bocah Meraup Cuan di Kota Layak Anak, Mereka Ngaku Tak Terpaksa

Beberapa tahun ini, jamak dilihat anak-anak menenteng keranjang berisi dagangan.…

Rabu, 08 Juni 2022 23:55

Wali Kota Pontianak: Pelaku Usaha Masih Banyak yang Tidak Jujur

 Wali kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melihat, masih terdapat pelaku…

Rabu, 08 Juni 2022 23:53

Kebijakan Penghapusan Tenaga Honorer Bikin Ketar Ketir 4 Ribuan Honorer di Pemkot Pontianak

Kebijakan penghapusan tenaga honorer di lingkup institusi pemerintah yang dikeluarkan…

Senin, 06 Juni 2022 10:56

Wali Kota Pontianak Kaji Pemutusan Tenaga Honorer

Wali kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono belum bisa menanggapi soal…

Jumat, 03 Juni 2022 10:07

Solar Subsidi Dijual ke Industri, Polisi Ringkus 24 Tersangka

 Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalbar meringkus komplotan penampung dan penjual…

Jumat, 03 Juni 2022 10:04

Jangan Main-Main..!! Jika Tak Bayar PBB, TPP ASN Bisa Ditangguhkan

 Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mendorong agar Pembayaran PBB menjadi…

Jumat, 03 Juni 2022 10:03

Lima Bandit yang Resahkan Warga Pontianak Berhasil Diringkus Polisi

 Lima pelaku kejahatan yang beraksi di beberapa wilayah Pontianak berhasil…

Senin, 30 Mei 2022 23:17

Dokter di Jongkong Tertangkap Saat Transaksi Sabu

Seorang oknum dokter berinisial F, yang bertugas di Kecamatan Jongkong,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers