UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Senin, 28 Agustus 2017 09:32
Bantah Lontarkan Omongan Tentang Kotoran Sapi
ilustrasi

Meriyanti sendiri membantah keras isu larangan berhijab dikeluarkan pihaknya. Kata dia, tidak pernah ada aturan itu. Bahkan, ia menyatakan, paham apa itu berhijab. “Saya muslim, saya mualaf, suami saya juga muslim,” tuturnya. Guru-guru yang mengajar di sana pun banyak yang mengenakan hijab.

Imbuh dia, "Standarnya kita kan memang dari dulu, histori Fajar Harapan dari dulu begitu. Intinya ingin menerapkan aturan disiplin dari pakaian agar seragam. Tidak pernah melarang menggunakan hijab". Terkait aturan pemakaian rok yang dibuatnya sudah disosialisasikan kepada wali murid. Ditempel di papan pengumuman.

Kata dia, misalnya baju batik merah kerudungnya hitam. “Namun masih ada juga yang menggunakan kerudung putih, jadi jika dilihat tidak ada keseragaman,” ujarnya.

Sedangkan untuk celana, ia menjelaskan, mungkin beberapa tahun lalu memang ada dikarenakan wabah demam berdarah. Jadi dari wali kota membolehkan memakai celana, sehingga menjadi keterusan.

Karena itu, Meriyanti menjelaskan, per tahun ajaran bulan Juli, ia membuat aturan internal sekolah yang baru. Untuk siswi nonhijab harus pakai rok di bawah lutut. Sedangkan yang pakai hijab mengenakan rok panjang berbaju lengan pendek dan ber-ankle.

"Karena kalau lengan panjang, mereka yang nonhijab juga mengenakan lengan panjang juga. Kok dia boleh, sedangkan saya tidak boleh, inikan namanya juga anak-anak, jadi kita tertibkan disiplinnya," papar perempuan berusia 35 tahun ini.

Ia juga membantah telah mengeluarkan omongan tak sedap kepada orangtua murid, Lina Juliandari. “Saya tidak pernah mengatakan seperti itu, itu hal yang sangat zalim banget bagi saya, kalau saya sampai bawa, maaf kotoran sapi dibawa-bawa, bendahara saya di tempat juga pasti dengar, " tegas Meriyanti. Intinya, sambung dia, sangat tidak masuk akal kalau ia berbicara sampai mengucapkan kotoran sapi.

Terkait kenaikan iuran SPP, dijelaskannya, semua itu bertujuan untuk menaikkan gaji dan kesejahteraan guru yang selama tujuh tahun tidak meningkat. Naiknya iuran itu dari Rp140 ribu ke Rp165 ribu.

Dan bahkan biaya SPP, disebutkannya, pernah dibebaskannya untuk murid yang rumahnya mengalami peristiwa kebakaran. Bahkan ada juga yang menunggak hingga setahun dan berbulan-bulan. Pihaknya tidak bisa menspesialkan siapapun. Karena akan tidak adil jika ada orangtua yang membayar sebesar Rp165 ribu sedangkan ada yang ngotot meminta SPP Rp110 ribu.  "Saya sudah beri keringanan sebesar Rp150 ribu," pungkas Meriyanti.  (Maulidi Murni/rk)

 

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 28 Juni 2022 11:35

Harus Dilindungi, Ada 202 Jenis Burung Berkicau Diperdagangkan Secara Online

 Yayasan Planet Indonesia (YPI) mencatat sebanyak 202 jenis burung berkicau,…

Jumat, 17 Juni 2022 11:40

Kalbar Kekurangan Tenaga Ahli Konstruksi

Pembangunan infrastruktur yang masif di Kalimantan Barat (Kalbar) belum diimbangi…

Senin, 13 Juni 2022 10:56

Ketika Para Bocah Meraup Cuan di Kota Layak Anak, Mereka Ngaku Tak Terpaksa

Beberapa tahun ini, jamak dilihat anak-anak menenteng keranjang berisi dagangan.…

Rabu, 08 Juni 2022 23:55

Wali Kota Pontianak: Pelaku Usaha Masih Banyak yang Tidak Jujur

 Wali kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melihat, masih terdapat pelaku…

Rabu, 08 Juni 2022 23:53

Kebijakan Penghapusan Tenaga Honorer Bikin Ketar Ketir 4 Ribuan Honorer di Pemkot Pontianak

Kebijakan penghapusan tenaga honorer di lingkup institusi pemerintah yang dikeluarkan…

Senin, 06 Juni 2022 10:56

Wali Kota Pontianak Kaji Pemutusan Tenaga Honorer

Wali kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono belum bisa menanggapi soal…

Jumat, 03 Juni 2022 10:07

Solar Subsidi Dijual ke Industri, Polisi Ringkus 24 Tersangka

 Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalbar meringkus komplotan penampung dan penjual…

Jumat, 03 Juni 2022 10:04

Jangan Main-Main..!! Jika Tak Bayar PBB, TPP ASN Bisa Ditangguhkan

 Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mendorong agar Pembayaran PBB menjadi…

Jumat, 03 Juni 2022 10:03

Lima Bandit yang Resahkan Warga Pontianak Berhasil Diringkus Polisi

 Lima pelaku kejahatan yang beraksi di beberapa wilayah Pontianak berhasil…

Senin, 30 Mei 2022 23:17

Dokter di Jongkong Tertangkap Saat Transaksi Sabu

Seorang oknum dokter berinisial F, yang bertugas di Kecamatan Jongkong,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers