UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 29 Juli 2017 12:20
RABIES MERAJALELA…!! Indonesia-Malaysia Pusing, Ini yang Dilakukan Kedua Negara....
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Virus rabies membuat resah pemerintah dua Negara, Indonesia dan Malaysia. Kedua Negara pun tak saling menuding, namun kompak mencari solusi. Inilah yang dilakukan di Kalbar. Dua Negara sepakat melakukan vaksinasi hewan penular rabies (HPR) di wilayah perbatasan dengan radius 30-50 kilometer dari batas negara masing-masing.

Hal ini dijelaskan oleh Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Paperkeswan) Kalbar, drh. H. Abdul Manaf. Dia menyebutkan, ada tujuh kesepakatan yang dilahirkan dalam rapat koordinasi penanganan wabah rabies di Indonesia-Malaysia. “Salah satunya memvaksinasi hewan (anjing) dengan jarak 30-50 kilometer dari batas negara,” kata Manaf.

Di Indonesia ada dua wilayah yang terfokus untuk dilakukan vaksinasi. Kabupaten Bengkayang dan Sanggau. Di dua kabupaten inilah wabah rabies berkembang. Bahkan dari data kasus rabies di Kabupaten Sanggau terbanyak dibandingkan daerah lainnya.

Kesepakatan lainnya pelatihan teknis tenaga laboratorium di lapangan. Untuk pelatihan ini Sarawak termasuk Kuala Lumpur akan mengirim petugasnya untuk mengikuti pelatihan di Laboratorium Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kota Pontianak.

 “Mereka tertarik untuk mengikuti pelatihan, setelah tahu cara pengujian yang kita lakukan, guna melihat virus rabies di hewan. Kita menguji dengan metode RIAD. Metode ini sangat membantu dalam diagnosa tindakan pengendalian penyakit serta pertolongan korban gigitan,” jelas Manaf.

Kesepakatan lainnya, saling menginformasikan apabila ada kasus atau wabah rabies. Lalu harmoinisasi aturan diagnosa rabies. Dalam keadaan darurat dapat saling meminjamkan VAR untuk korban gigitan atas dasar kemanusiaan, guna meminimalisir kasus kematian penderita gigitan anjing rabies.

 “Untuk pengiriman VAR bisa kami lakukan, jika memang ada lebih stok di Kalbar. Tapi ini harus persetujuan dari pemerintah pusat,” ungkapnya. Selanjutnya kerjasama ini di bawah payung Sosekmalindo antardua negara. Terakhir melarang melalulintaskan anjing, kucing dan kera antarnegara, baik melalui pintu resmi (Karantina) maupun pintu-pintu masuk sepanjang perbatasan di dua negara.

“Dalam pelaksanaanya melibat TNI AD dan Tentara DRM setelah mendapatkan persetujuan pemerintah pusat,” jelas Manaf.  (Rizka Nanda/rk)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers