UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 19 Juli 2017 12:15
Wabah Rabies Makin Menggila di Kalbar
Bakal Ada Pembantaian Anjing Besar-Besaran di Kalbar?
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Wabah rabies yang hampir menyerang seluruh kabupaten kota di Kalbar meresahkan banyak pihak. Berbagai macam cara sudah dilakukan. Ada wacana melakukan pemusnahan anjing-anjing yang diduga terpapar rabies seperti dilakukan di beberapa provinsi.

Wakil Ketua DPRD Kalbar H. Suriansyah menuturkan, virus rabies adalah penyakit berbahaya yang sampai sekarang belum ada obatnya. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan anjing ke hewan lainnya, tidak hanya anjing dan manusia. Tidak terlalu lama setelah gigitan, maka manusia yang tertular rabies akan mengalami sakit yang luar biasa dan disusul dengan kematian.

Dia mengatakan, pemilik hewan seperti anjing harus ikhlas apabila anjingnya dimusnahkan. Karena sangat berbahaya untuk dirinya sendiri, untuk orang lain bahkan untuk hewan lainnya. Jika tidak ada kesadaran, maka aparat keamanan harus melakukan upaya paksa pemusnahan dengan cara diracun atau menembaknya.

“Obat yang ada hanya bisa mengurangi rasa sakit dan memperlambat proses kematian saja. Untuk itu rabies harus dicegah semaksimal mungkin. Upaya pengendalian penyebaran penyakit rabies tidaklah mudah, harus ada upaya bersama agar hewan yang menyebarkan penyakit ini diperiksa atau diketahui tanda-tandanya dan segera dimusnahkan,” tegas legislator asal Sambas itu.

 “Pihak kepolisian sebaiknya membentuk Satgas Anti Rabies agar masyarakat terlindungi. Belum terserangnya Kabupaten Sambas, Kota Singkawang dan Kota Pontianak perlu disyukuri,” lanjut Suriansyah.

Mungkin karena ketiga daerah tersebut cukup jauh dari sumber penyakit ini, yaitu Kalteng, baik dari jalur timur yang berbatasan dengan Kabupaten Melawi dan Sintang maupun dari jalur Kayong Utara dan Ketapang. “Kami mengimbau Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan terus melakukakan upaya pencegahan dan pengendalian dengan penyuluhan, sosialisasi, koordinasi dan penindakan, agar penyakit rabies bisa terkendali,” ucapnya.

Dia mengatakan, jumlah vaksin memang terbatas karena harganya mahal. Makanya tidak bisa dilakukan vaksinasi secara massal. Begitu juga tenaga medis yang mampu menangani kasus ini juga terbatas. Apabila ada serangan akan sangat merepotkan. “Makanya upaya pencegahan adalah jalan terbaiknya,” tegas Suriansyah.

Wakil Ketua DPRD Kalbar lainnya, Hj. Summa Jenny Heryanti, SH, MH mengimbau warga, bantu lakukan eliminasi terhadap anjing yang berkeliaran. Kalau itu ada pemiliknya, anjing harus berada di pekarangan rumah atau diikat, jangan dilepas dan berkeliaran keluar rumah. Kalau sampai keluar rumah, silakan dieliminasi.

“Mana yang lebih kita cintai, anjingnya atau manusianya. Kalau tidak mau dieliminasi, jangan biarkan anjing peliharaan berkeliaran di luar. Akan bahaya anjing anda tertular rabies dan akhirnya menularkan seiisi rumah serta warga sekitar,” tegas Summa.

Summa mengungkapkan, tidak hanya mengikat anjing di rumah, tetapi diharapkan agar memberikan vaksin secara rutin. Menurutnya, berapa banyak pun Vaksin Anti Rabies (VAR) disediakan, maka hal itu tetap tak akan cukup mengatasi penyebaran rabies.

Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa mengklaim sudah melakukan vaksinasi terhadap anjing sehat demi mencegah penyebaran virus rabies. (zai)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers