UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 19 Juli 2017 12:11
GAWAT..!! Sebaran Rabies di Kalbar Semakin Luas

11 Kabupaten Terpapar Rabies

ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Waspadalah, virus rabies atau penyakit anjing gila semakin mengganas di Kalbar. Bahkan penyebarannya semakin meluas, sudah sebelas kabupaten dari 14 kabupaten/kota di kalbar. Hanya Kabupaten Sambas,  Kota Singkawang dan Kota Pontianak yang belum tersebar.

Wakil Gubernur Kalbar Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM mengaku pemerintah provinsi sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan wabah rabies. Bahkan menggunakan semua fasilitas yang ada dan menempuh medan yang sulit dilakukan. “Tujuannya hanya untuk ketemu anjing agar disuntik vaksin. Penyuluhan juga dilakukan,” katanya.

Bahkan, melalui media massa dan elektronik juga disampaikan, agar masyarakat ikut serta dalam menekan jumlah kasus ini. Bentuk keikutsertaan masyarakat dengan cara melapor jika ada kasus gigitan anjing. Lalu masyarakat juga harus mau jika hewannya untuk divaksin. Termasuk juga para korban.

Menurutnya hal ini selalu disampaikan dalam setiap kunjungan kerja ke daerah. “Jadi ini yang saya tekankan. Upaya pemerintah dalam menekan kasus rabies,” tegas Christiandy.  Bahkan pemerintah pusat, kata Christiandy, ikut turun tangan dengan memberikan bantuan dana sebesar Rp700 juta. Bantuan itu bisa digunakan untuk melatih tenaga vaksinasi hingga sosialisasi ke masyarakat. Dari sekian banyak bantuan itu, dirinya menilai dukungan dari masyarakat menjadi strategi ampuh untuk menekan persebaran virus rabies. “Penyebabnya adalah virus di anjing. Bisa saja seperti di Bali, dengan keberanian memusnahkan semua anjing untuk menghilangkan virus dan masukkan lagi benih baru,” jelas Christiandy.

Sementara itu anggota DPR Dapil Kalbar, Erma Suriani Ranik, SH mengaku prihatin. Dia meminta penyebaran rabies di berbagai daerah bisa diatasi dengan serius. “Harus dievaluasi di pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/kota,” katanya belum lama ini.

Menurut Erma, Kalbar sudah masuk kategori bencana rabies. Khususnya di Kabupaten Bengkayang, Landak dan di daerah timur Kalbar. Harus ada tindakan yang sangat cepat dan efektif untuk mengatasinya. “Virus rabies ini menimbulkan dampak yang luar biasa. Bahkan mengakibatkan korban meninggal dunia,” ungkapnya.

Apalagi penyebarannya melalui gigitan anjing. Sementara binatang tersebut lebih banyak dipelihara warga, khususnya di daerah perhuluan Kalbar. “Anjing juga tidak hanya menggigit satu orang dan ini bisa menggigit banyak orang. Jadi ini menjadi perhatian yang serius,” ujarnya.

Salah satu upaya yang harus dilakukan, menggencarkan sosialisasi ke masyarakat dan kerjasama semua komponen. Kemudian melakukan vaksinasi pada hewan atau pemusnahan hewan pengidap virus rabies. “Masyarakat harus lebih waspada. Setiap ada kasus gigitan hewan menular rabies harus ditangani dengan cepat dan sesegera mungkin,” tegas Erma.

Wakil Ketua DPRD Kalbar,  Ermin Elviani, SH mengatakan, masyarakat harus mengetahui ciri-ciri hewan yang terserang virus rabies. Apabila sudah tergigit, otomatis juga terjangkit.   “Saya berharap Distanak Kalbar melakukan pengawasan rutin serta memberikan vaksin kepada hewan peliharaan. Hal ini untuk pencegahan dini dari serangan penyakit rabies,” kata legislator yang akrab disapa Evi itu.

 “Tidak lupa juga, saya ingatkan kepada Distanak Kalbar, agar bisa memberikan vaksinasi secara rutin kepada hewan peliharaan, jangan sampai virus tersebut sudah menyebar kemana-mana baru melakukan tindakan. Karena Kalbar juga sudah hampir merata diserang rabies. Untuk itu pencegahan dini lebih baik daripada bertindak setelah terlanjur terjadi. Hal ini juga untuk menjaga keamanan masyarakat di Kalbar,” sambungnya.   (zai)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers