UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 09 Juli 2017 11:37
Anak Tak Lulus Masuk SMA Negeri, Orangtuanya Ngamuk
LIHAT PENGUMUMAN. Salah seorang orangtua calon siswa melihat hasil seleksi yang diumumkan panitia PPDB SMA Negeri 1 Bengkayang, Sabtu (8/7). KURNADI

PROKAL.CO, BENGKAYANG-Karena anaknya tak diterima masuk sekolah, orang tuanya pun ngamuk. Inilah yang terjadi di seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Bengkayang.

Sehari sebelumnya, Jumat (7/7) seluruh calon siswa-siswi SMA Negeri 1 Bengkayang mengikuti seleksi melalui tes tertulis setelah mendaftar sejak 3 Juli lalu. Kemudian pengumuman hasil tes PPDB ditempel di pintu kaca depan dan belakang gedung sekolah. Sejumlah orangtua calon siswa itu kecewa melihat hasil seleksi tes PPDB yang ditempel panitia.

“Proses seleksi PPDB SMA Negeri 1 Bengkayang tidak adil. Pasalnya pihak sekolah tidak menempelkan hasil seleksi siswa/siswi secara keseluruhan, baik yang lulus maupun tidak lulus,” tegas Kuen, SH orangtua calon siswa yang anaknya tidak lulus kepada Rakyat Kalbar ditemui di SMA Negeri 1 Bengkayang pukul 10.00, kemarin.

Kuen mengatakan, seleksi tidak adil karena panitia hanya menempelkan calon siswa yang lulus seleksi saja. Mestinya, kata dia, mengumumkan hasil keseluruhan jumlah peserta atau nilai dari mata pelajaran yang diujikan. “Itu yang ditempel, jadi terbuka semua, bisa dilihat dan bisa dibaca siapa yang lulus dan tidaknya,” cetusnya.

Dia juga meragukan hasil seleksi yang dilakukan panitia SMA Negeri 1 Bengkayang. “Apakah mungkin dalam waktu 12 jam koreksi tes bisa segera diumumkan. Padahal untuk koreksi saja tentunya butuh waktu lama, kok dalam selang belum sampai 24 jam sudah tertera nilai siswa yang lulus. Sementara yang tidak lulus tidak tercatat berdasarkan nomor pendaftaran,” kesal PNS Pemkot Singkawang itu.

Kuen meminta kepala sekolah dan panitia mengumumkan secara terbuka. Jika tidak, dia meminta proses seleksi diawasi oleh tim independen. “Selain itu hasil tes keseluruhan siswa, baik yang lulus dan tidak lulus harus diumumkan melalui papan pengumuman. Jika hanya diumumkan yang lulus saja, maka sulit dipahami dimana kekurangan peserta yang tidak lulus,” tegasnya.

Sebelumnya ketua panitia PPDB SMA Negeri 1 Bengkayang Wahyu Nugroho menegaskan, penerimaan siswa-siswi menyesuaikan kapasitas atau daya tampung di sekolahnya. “SMA Negeri 1 Bengkayang menentukan PPDB sesuai kapasitas enam ruangan kelas atau hanya sebanyak 216 siswa saja,” jelas Wahyu.

Menanggapi masalah tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bengkayang Dr. Yan, S.Sos, M.Si mengaku sudah mengantisipasi PPDB dengan melakukan rapat koordinasi bersama bupati beberapa waktu lalu. Apalagi dia mengaku banyak mendapatkan telepon dan short message service (SMS) dari orangtua siswa dengan adanya sistem PPDB dengan tes seleksi.

“Seperti kita mendapatkan informasi di beberapa SMA Negeri di Kota Pontianak tidak ada tes. Karena siapa yang bertanggungjawab atas koreksinya dan mengawasinya,” tegas Yan dilansir Rakyat Kalbar. .  Mungkin, kata dia, karena panitia PPDB di tingkat SMA, SMK sederajat tidak perlu berkoordinasi lagi dengan Disdikbud Kebudayaan Kabupaten Bengkayang. Sehingga tidak ada informasi dan laporan yang disampaikan ke Disdikbud kabupaten. “Kita juga tidak tahu, atau mungkin pihak sekolah langsung menyampaikan kepada tingkat provinsi (Disdikbud Kalbar,” ungkapnya.

Menurut Yan, PPDB sudah ada diatur dan mengacu pada Permedikbud Nomor 17 tahun 2017 tentang PPDB Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menegah Atas (SMA), Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) sederajat.  (Kurnadi/rk)

 


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers