UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 04 Juni 2017 13:37
Banjir Kepung Sukadana, Terparah Dalam 1 Dekade
BERTAHAN. Warga transmigrasi di Dusun Semanai, Desa Simpang Tiga, Sukadana, Kayong Utara, bertahan di tengah banjir. Walaupun mereka harus susah payah menyelamatkan berbagai barang berharga dari ancaman air, Sabtu (3/6). KAMIRILUDIN

PROKAL.CO, SUKADANA- Banjir besar melanda merata di Kecamatan Sukadana, Kayong Utara. Tingginya nyaris mencapai pinggang orang dewasa. Disebut-sebut, ini yang terparah dalam 1 dekade terakhir.  “Kita pernah mengalami hal serupa (banjir, red) pada 10 tahun silam atau pada tahun 2009. Namun, jika dibandingkan dengan kondisi banjir saat ini, maka jauh lebih parah,” tutur Camat Sukadana, Syahrial Solihin, ditemui bersama rombongan dari kabupaten meninjau kondisi banjir di Desa Simpang Tiga dan Desa Riam Berasap Jaya, Sabtu (3/6).

Dari sepuluh desa yang ada, empat desa mengalami genangan air paling parah.  Empat desa dimaksud adalah Desa Sutera yang merupakan ibukota kecamatan Sukadana, yang juga pusat pemerintahan Kayong Utara. Tiga desa lainnya: Desa Sedahan Jaya, Simpang Tiga, dan Riam Berasap.  “Kita sempat “disemprot” Pak Bupati (Hildi Hamid,red), sebab ternyata Desa Simpang Tiga dan Riam Berasap tak kalah parahnya seperti Sedahan Jaya. Namun lamban diatasi sebab laporan ke kita juga baru dapat sekarang (kemarin,red),” terang Syahrial yang tengah sibuk mendata korban banjir.

Padahal, dua desa yang berbatasan darat langsung dengan Kabupaten Ketapang, yakni Simpang Tiga dan Riam Berasap Jaya, disergap banjir mulai Jumat (2/6) siang. Ratusan rumah di Simpang Tiga terendam.  Sekalipun banyak yang bertahan di rumah, namun tak sedikit warga terpaksa mengungsi. Seperti puluhan penduduk di RT 001/RW 001 Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga, yang mengevakuasi diri ke Puskesmas Siduk dan sebagian numpang menginap di rumah keluarga dan kerabat yang letaknya di kawasan lebih tinggi.

Camat Sukadana datang bersama tim kabupaten yang dipimpin Sekda Kayong Utara, Hilaria Yusnani. Turut serta dalam rombongan ini, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Agus Rudi Suandi, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wahono, Plt Kepala Satpol PP Basri, dan Kepala Bidang Sosial Sunardi.

Dari Simpang Tiga, Sekda KKU dan rombongan meneruskan perjalanan meninjau kondisi banjir di Desa Riam Berasap Jaya hingga ke Pal 12 atau Dusun Pangkalan Tapang, yang merupakan pemukiman paling ujung di Kayong Utara. Untuk Desa Simpang Tiga, Pemkab menempatkan Puskesmas Siduk dan SDN 08 Siduk sebagai tempat penampungan korban banjir. Seluruh korban diinventarisir dan diberi bantuan darurat berupa makanan dan kebutuhan lainnya.

Terjadinya banjir kali ini, lebih disebabkan hujan dengan intensitas tinggi. Memang, hujan lebat merata mengguyur Sukadana selama lebih kurang 15 jam. “Ini air hujan dari hulu meluap dan turun ke dataran rendah,” kata Kepala Bidang Sosial, Sunardi.

Kalau banjir tahun 2009 silam, menurut dia, disebabkan air permukaan laut naik. Namun, tidak separah dengan air yang sekarang turun dari perhuluan. Kecamatan lainnya juga bernasib serupa. Walaupun tak separah Sukadana.  “Di Simpang Hilir juga terjadi banjir namun tidak parah dan warga dapat menanggulangi secara mandiri,” ujar Plt Kepala Satpol PP, Basri.

Dari pantauan, banjir ikut menenggelamkan ruas jalan provinsi Siduk-Sukadana. Akibatnya, jalur transportasi sempat lumpuh. Banyak kendaraan termasuk truk muatan barang dari Ketapang dan sebaliknya menghentikan perjalanan dan bertahan bermalam di pasar Siduk yang terbilang aman dari banjir.

Kendaraan roda dua dan empat tidak dapat melintas. Banyak yang nekat menerobos, namun tak semua bisa lolos dari air yang mengepung.  “Motor saya mogok karena mencoba melintasi banjir di jalan provinsi dan masuk bengkel di Siduk. Bayar Rp100 ribu,” tutur seorang pengendara, Salihin.

Seorang pengusaha penginapan di Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga, Juanda mengaku kalau penginapannya pada Jumat (2/6) malam penuh. Lantaran banyak warga yang terjebak banjir menginap di tempat usahanya yang bertajuk Larasati itu.  Hingga Sabtu (3/6), kondisi banjir di Simpang Tiga mulai menyusut. Air yang tumpah dari perhuluan lari ke laut dengan menerobos tanggul air asin yang membentengi Dusun Siduk. Tanggul tersebut sengaja dibangun untuk menghidupkan kawasan pertanian.

 “Air mulai cepat mengering lantaran tanggul kita ada yang jebol akibat diterjang banjir,” kata Amat Lase, warga RT 01 Dusun Siduk.  Ia berharap, semoga cuaca bersahabat dan tidak hujan dalam waktu dekat. Jika hujan kembali melanda, maka derita banjir akan berkepanjangan.  “Mudah-mudahan jangan hujan dulu,” ujar Amat Lase sambil menengadahkan kepalanya melihat langit yang mendung.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kayong Utara, Idrus, bersama istrinya, Rahmah, telah menengok langsung keadaan korban banjir di Dusun Sidorejo, Desa Sedahan Jaya. Pengungsi di sana ditempatkan di gedung PNPM kantor Desa Sedahan Jaya, pada Jumat (2/6) malam. Idrus dan Rahmah datang tidak dengan tangan kosong. Mereka membawa beberapa makanan siap saji, seperti mi instan, air mineral, dan popok untuk anak. (Kamiriludin/rk)

 


BACA JUGA

Jumat, 28 Februari 2020 15:01

Kisah Yoga dan Kuas Lukisnya, Set Alat Lukis Hilang Hingga Harus Menumpang di Truk

Petualangan itu dimulai dari sebuah ide kecilnya, berbagi. Yoga Ilhamsyah,…

Jumat, 28 Februari 2020 14:59

Kisah Yoga dan Kuas Lukisnya, Keliling Indonesia untuk Mengajar di Pedalaman

Petualangan itu dimulai dari sebuah ide kecilnya: berbagi. Yoga Ilhamsyah,…

Jumat, 28 Februari 2020 14:56

Ekspor di PLBN Aruk Kian Menggeliat, Kalau Ditambah Hasil Industri Pengolahan Makin Top..!!

PONTIANAK – Ekspor barang via Pos Lintas Batas Negara (PLBN)…

Kamis, 27 Februari 2020 00:25

Kapolda Kalbar Beri Perhatian Serius Ke Penggelola Grup Medsos

PONTIANAK—Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto memberikan…

Kamis, 27 Februari 2020 00:24

Pilkada Serentak di Depan Mata, Polda Kalbar Petakan Potensi Masalah

PONTIANAK—Tahapan Pilkada serentak tahun 2020 sudah berjalan. Sebanyak tujuh Kabupaten…

Senin, 24 Februari 2020 10:51

Survei: Dari Unsur Kepala Daerah, Anies Capres Terkuat di 2024

Lembaga survei Indo Barometer menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan…

Senin, 24 Februari 2020 10:47

Jangan Kriminalisasikan dan Tangkap Peladang Tradisional

PONTIANAK – Kasus kriminalisasi yang dialami peladang terus mendapat perhatian…

Senin, 24 Februari 2020 10:44

750 Batang Kayu Hasil Pembalakan Liar Diamankan Lantamal

PONTIANAK- Lantamal XII Pontianak melalui Posal Lanal Ketapang berhasil menggagalkan…

Rabu, 12 Februari 2020 12:51

Ke Singkawang dan Sambas, Gubernur Hadiri Cap Go Meh sampai ke PLBN Aruk

GUBERNUR Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji melaksanakan rapat kerja (raker) di Kota…

Rabu, 12 Februari 2020 12:48

Tunggu Air Surut, Keruk Lumpur Siang Malam

PONTIANAK—Eskavator difungsikan untuk mengeruk sendimen yang berada di Parit Sungai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers