UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Minggu, 04 Juni 2017 12:30
Mau Dijual ke Warga India, 21 Ton Getah Damar Diamankan
GETAH DAMAR. Dua truk pengangkut getah damar yang diduga illegal diamankan di Mapolresta Pontianak, Jumat (2/6) malam. KASAT RESKRIM POLRESTA PONTIANAK FOR RAKYAT KALBAR

PONTIANAK- Damar Gum atau getah damar sebanyak 21 ton diamankan oleh polisi, di tempat penampungan di Jalan Dr. Wahidin, Pontianak Kota, Jumat (2/6) pukul 23.00. Dammar gum atau getah damar biasa digunakan untuk memproduksi cat, tinta dan kosmetik. Bahan baku tersebut disita jajaran Polresta Pontianak karena tidak memiliki izin. Getah damar itu diangkut menggunakan dua unit truk bernomor polisi AA 1665  GB dan KB 9999 EE dari Kabupaten Sintang.

Getah damar ini diangkut dari Desa Sungai Resap, Binjai Hulu, Sintang. Pemiliknya bernama Eka Juliansyah. Polisi membekuk dua sopir truk yang mengangkut getah damar dari Sintang, Suwandi dan Maman Jainudin.

Ketika diperiksa, keduanya tidak dapat menunjukan dokumen sah berupa Faktur Angkutan Hasil Hutan Bukan Kayu (FAHHBK). Akhirnya dua truk beserta getah damar sebanyak 21 ton langsung diamankan di Mapolresta Pontianak guna proses penyelidikan dan penyidikan. Termasuk kedua sopir truk.

“Berdasarkan interogasi kita, getah damar tanpa dokumen sah ini ditujukan kepada Ifan, warga Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya,” jelas Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli, Sabtu (3/6).

Terungkapnya kasus ini setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat. Kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan. “Informasi masuk kepada kita, tentang penampungan getah damar diduga ilegal ini di Jalan Dr. Wahidin. Kita datangi dan kita gerebek, ternyata benar. Begitu kita periksa, getah damar itu tidak memiliki FAHHBK,” tegas Kompol Husni.

Diduga getah damar ini hendak dibawa ke luar Kalbar. Polisi sudah mengantongi nama dua belukar calon dari calon pembeli, yakni Jamal Muhammad Syarahil warga Jawa Timur dan Govind Baxani alias Gerry asal India. Keduanya berdomisili di Jakarta.

“Kita masih melakukan penyelidikan dan penyidikan. Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Kalbar berkaitan dengan regulasi penata usaha hasil hutan bukan kayu berupa getah damar tersebut,” papar Kompol Husni. (zrn)


BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers