UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 31 Mei 2017 12:25
Sintang dan Singkawang Bantah Beli Opini WTP
SEKDA SINTANG. Yosepha Hasnah. ACHMAD MUNANDAR

PROKAL.CO, SINTANG- Ribut-ribut tertangkapnya suap pengenaan opini keuangan kabupaten kota di BPK, membuat banyak pihak meragukan apakah opini wajar tanpa pengecualian (WTP) itu benar-benar murni. Nah,  dua daerah di Kalbar, Pemkab Sintang dam Pemkab Singkawang mengklaim mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melalui sistem profesional dan akuntabel.

“Kita laporan keuangan secara mandiri. Bahkan sebelum mendapatkan WTP, kita juga pernah mendapatkan opini disclaimer dari BPK,” kata Sekda Sintang Yosepha Hasnah, Selasa (30/5).  Setelah mendapatkan opini disclaimer, Yosepha mengaku Pemkab Sintang terus berbenah. Berupaya meningkatkan kualitas SDM pengelolaan keuangan, baik internal BPKAD maupun pengelolaan keuangan OPD.

“Kita sering mengirim pengelola keuangan OPD untuk mengikuti Diklat keuangan. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas SDM dalam pengelolaan laporan keuangan,” paparnya.  Sekda mengaku, Pemkab Sintang juga pernah tiga tahun berturut mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Sementara opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP) sudah empat kali berturut-turut.

“Opini kita peroleh dengan kerja keras, melalui peningkatan seluruh SDM pengelola keuangan. Laporan keuangan kita juga sudah sangat baik. Kalau pun kita dapat opini WTP lagi, itu sudah sangat wajar,” tegas Yosepha.

Menurut Yosepha, BPK dalam memeriksa laporan keuangaan, dengan meyakinkan bahwa laporan telah disajikan sesuai standar akuntansi pemerintah. Kemudian, laporan keuangan yang diserahkan oleh pemerintah daerah harus mengacu pada  opini pernyataan professional. (lihat grafis).  Sekda mengaku, Pemkab Sintang tidak memberikan iming-iming kepada tim auditor BPK saat melakukan pemeriksaan laporan keungan. Dengan kondisi laporan keuangan yang sudah semakin maju, dia optimis Pemkab Sintang mendapatkan opini WTP dari BPK. “Kita profesional. Jika ada kekurangan kita perbaiki sistem pelaporan keuangan kita,” katanya.

Tak Beri Fasilitas

Pengakuan serupa juga diutarakan Sekda Singkawang Drs Syech Bandar, M.Si. Dia mengaku Pemkot Singkawang tidak pernah memberikan fasilitas dan iming-iming kepada tim auditor BPK. “Tiap daerah tentu diperiksa laporan keuangannya. Pemeriksaan yang mereka (BPK) lakukan sesuai kriteria, setelah 60 hari disuruh melakukan perbaikan,” jelas Syech Bandar kepada Rakyat Kalbar, Selasa (30/5).

Menurutnya, sebelum dilakukan perbaikan, tetap pada angka Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Kembali pada penilaian tim auditor BPK itu sendiri.

Syech Bandar mengaku, ada petugas BPK yang menolak fasilitas, meskipun disuguhkan air minum. “Tak tahu kenapa, ditawarkan minum mereka tidak mau, kita hanya memfasilitasi ruangan ketika mereka melakukan pemeriksaan. Diajak makanpun mereka tidak mau dan mereka pun tidak mau difasilitasi menginap di hotel,” ungkap Syech Bandar.

 “Selain itu juga, kita pun tak punya anggaran untuk memfasilitasi dan itu juga tidak boleh dilakukan. Kalau untuk daerah lain, saya kurang tahu,” sambungnya. Syech Bandar mengungkapkan, fasilitas makan dan minum saja, petugas BPK tidak mau, apalagi diberi uang saku. “Kita kejar prestasi dengan cara yang benar dan harus sesuai prosedur. Tidak kita benarkan ada SKPD yang bermain-main atau mengada-ada. Semua laporan keuangan satu pintu, dan ini tugas Sekda untuk dipertanggungjawabkan ke wali kota,” papar Syech Bandar.

Penilaian laporan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) masih disandang Kota Singkawang. Sekda beralasan, ada beberapa laporan keuangan yang belum ditindaklanjuti dan juga masalah asset. “Masalah asset tahun ini selesai, sehingga kita berharap Singkawang bisa mendapat WTP,” harapnya.

Pemerintah daerah yang mendapatkan predikat WTP, akan dihargai dengan pemberian reward dalam bentuk meningkatnya anggaran Dana Alokasi Umum (DAU). Meskipun mendapatkan predikat WDP, Syech Bandar mengklaim Kota Singkawang menjadi percontohan bagi daerah lain dalam pemeriksaan keuangan. (Achmad Munandar, Suhendra/rk)

 


BACA JUGA

Jumat, 28 Februari 2020 15:01

Kisah Yoga dan Kuas Lukisnya, Set Alat Lukis Hilang Hingga Harus Menumpang di Truk

Petualangan itu dimulai dari sebuah ide kecilnya, berbagi. Yoga Ilhamsyah,…

Jumat, 28 Februari 2020 14:59

Kisah Yoga dan Kuas Lukisnya, Keliling Indonesia untuk Mengajar di Pedalaman

Petualangan itu dimulai dari sebuah ide kecilnya: berbagi. Yoga Ilhamsyah,…

Jumat, 28 Februari 2020 14:56

Ekspor di PLBN Aruk Kian Menggeliat, Kalau Ditambah Hasil Industri Pengolahan Makin Top..!!

PONTIANAK – Ekspor barang via Pos Lintas Batas Negara (PLBN)…

Kamis, 27 Februari 2020 00:25

Kapolda Kalbar Beri Perhatian Serius Ke Penggelola Grup Medsos

PONTIANAK—Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto memberikan…

Kamis, 27 Februari 2020 00:24

Pilkada Serentak di Depan Mata, Polda Kalbar Petakan Potensi Masalah

PONTIANAK—Tahapan Pilkada serentak tahun 2020 sudah berjalan. Sebanyak tujuh Kabupaten…

Senin, 24 Februari 2020 10:51

Survei: Dari Unsur Kepala Daerah, Anies Capres Terkuat di 2024

Lembaga survei Indo Barometer menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan…

Senin, 24 Februari 2020 10:47

Jangan Kriminalisasikan dan Tangkap Peladang Tradisional

PONTIANAK – Kasus kriminalisasi yang dialami peladang terus mendapat perhatian…

Senin, 24 Februari 2020 10:44

750 Batang Kayu Hasil Pembalakan Liar Diamankan Lantamal

PONTIANAK- Lantamal XII Pontianak melalui Posal Lanal Ketapang berhasil menggagalkan…

Rabu, 12 Februari 2020 12:51

Ke Singkawang dan Sambas, Gubernur Hadiri Cap Go Meh sampai ke PLBN Aruk

GUBERNUR Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji melaksanakan rapat kerja (raker) di Kota…

Rabu, 12 Februari 2020 12:48

Tunggu Air Surut, Keruk Lumpur Siang Malam

PONTIANAK—Eskavator difungsikan untuk mengeruk sendimen yang berada di Parit Sungai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers