UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 18 Mei 2017 11:26
Ketika 255 Pasangan Buruh Migran Indonesia di Kuching Dinikahkan
ARAK-ARAKAN. Sebelum melangsungkan pengesahan pernikahan, pasangan suami istri WNI yang menikah sirri ini diarak-arak terlebih dahulu dari aula Kantor KRJI Kuching ke lokasi pelaksanaan sidang itsbat nikah, Selasa (16/5) - OCSYA ADE CP

PROKAL.CO,

Lantunan gamelan khas Jawa mengiringi langkah pasangan Warga Negara Indonesia (WNI) berpakaian khas Melayu dan ragam suku lainnya di Kuching, Sarawak, Malaysia, Selasa (16/5) siang.

Ocsya Ade CP, Kuching

Mereka dikawal para pendekar pencak silat menuju pelaminan. Ya, serangkaian ini merupakan prosesi pembukaan sidang itsbat nikah yang dilaksanakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching di aula serba guna KJRI di No 21, Jalan Stutong. Ada 255 pasangan suami istri (Pasutri) yang pernikahan sebelumnya hanya secara kampung, bawah tangan, nikah sirri dan hanya menikah imam atau buku nikahnya hilang. Ikatan pernikahan mereka akan disahkan oleh tim Pengadilan Tinggi Agama Jakarta yang dihadirkan ke Kuching selama tiga hari sejak Selasa 16 Mei hingga Kamis 18 Mei nanti.

Selasa kemarin, ketukan palu Hakim Ketua Hj Ernida Basry yang didampingi dua Hakim Anggota Alia Al Hasna dan Chaeruddin serta paniteranya Tratna Dewy sudah mengesahkan pernikahan 83 pasutri WNI. Pasangan itu tersebar di Kuching, Mukah dan Simunjan secara administrasi negara. Sisanya yang tersebar di Bintulu dan Miri akan dikebut selama dua hari kedepan.

Relatif banyaknya pernikahan pasutri WNI yang tidak tercatat atau terdaftar resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) RI inilah yang membuat kegiatan sidang itsbat nikah tersebut harus dilaksanakan. “Kegiatan hari ini yang menjadi sejarah buruh migran Indonesia di Sarawak. Ini merupakan salah satu upaya dan kegiatan perlindungan untuk WNI dan TKI dalam bentuk penerbitan buku nikah kepada pasutri," ujar Jahar Gultom, Konsul Jenderal RI Kuching, usai membuka sidang itsbat nikah yang ke empat ini.

Seperti diketahui, pernikahan sirri dan segala macamnya itu dapat diartikan sebuah pernikahan yang dilakukan secara sah menurut hukum agama, namun tidak tercatat dalam perlembagaan sipil atau di KUA. Pernikahan sirri hanya sah di sisi hukum agama saja, karena sudah memenuhi syarat sah dan wajibnya menurut syariat Islam, yaitu adanya pengantin pria, adanya wali perempuan, dua saksi, ijab kabul dan mahar.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers