UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 16 Mei 2017 10:30
NAH KAN..!! Merasa Dilecehkan di Media Sosial dan di Bundaran Untan, Gubernur Kalbar Lapor Polisi
MELAPOR. Gubernur Cornelis (berkaca mata, berbaju batik merah) duduk sederet Kapolda Erwin Triwanto (paling depan) membuat laporan polisi di ruangan SPKT Polda Kalbar, Senin (15/5), terkait penghinaan dan pelecehan melalui media sosial yang dialaminya. Termasuk lah orasi yang dilakukan salah satu Ormas di Bundaran Digulis Untan Pontianak, beberapa waktu lalu. ACHMAD MUNDZIRIN

PROKAL.CO,

PONTIANAK- Tak terima dibully di media sosial, Gubernur Kalbar Cornelis murka juga. Senin (15/5), Cornelis membuat laporan polisi terkait penggunaan, pelecehan, dan penghasutan, serta orasi yang dilakukan salah satu ormas di Bundaran Untan, Pontianak, beberapa waktu lalu.

Senin itu, lepas jam makan siang, gubernur mendatangi markas Polda Kalbar. Cornelis datang tak sendiri. Ia didampingi penasehat hukumnya, Martinus Ekok. Sebelum ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), gubernur terlebih dahulu menemui Kapolda Irjen Erwin Triwanto. "Saya laporkan semuanya itu berkaitan dengan UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)," jelas gubernur.

Kepada Kapolda, Cornelis menyerahkan sejumlah alat bukti. Paling tidak, bukti itu berjumlah 14 item postingan di media sosial yang dianggapnya bernada penghinaan, pelecehan, dan penghasutan terhadap dirinya. Termasuklah, video isi orasi yang dilakukan salah satu ormas di Bundaran Digulis Untan Pontianak. Ormas mana yang gubernur maksud? Sayang, gubernur enggan menyebutkan ormas itu. Erwin kemudian mengarahkan Cornelis untuk membuat laporan polisi ke SPKT dengan didampingi olehnya.

"Ya, ada yang melakukan penghinaan, pelecehan dan penghasutan. Dan orasi langsung di Bundaran Untan. Itu yang saya laporkan," kata gubernur.

Ia menempuh jalur hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. "Kita tidak main hakim sendiri, ini langkah terbaik. Kita serahkan kepada hukum, karena ini negara hukum," tegas mantan Bupati Landak dua periode itu.

Cornelis mengimbau kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk tidak mau diadu domba atau terprovokasi. "Tahan diri, semua persoalan kita serahkan ke penegak hukum," pintanya. Ia juga menginginkan seluruh masyarakat, yang hendak melaksanakan atau mengikuti pekan Gawai Dayak, tidak membawa barang-barang berbahaya seperti senjata tajam. "Jangan membawa segala macam. Dijamin oleh negara. Jangan percaya dengan isu-isu yang tidak benar. Itu hoax itu," tambah Cornelis.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers