UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 11 Mei 2017 15:03
Polisi Tertawa Ngakak Saat Bakar Obat Kuat Wanita
BAKAR OBAT KUAT. Kapolresta dan Kajari Pontianak memusnahkan barang bukti farmasi tanpa izin edar dengan cara dibakar, Selasa (9/5). ACHMAD MUNDZIRIN

PROKAL.CO, PONTIANAK- Barang bukti kejahatan tahun 2014-2016 akhirnya dimusnahkan di Kejari Pontianak, Selasa (9/5) pukul 10.00. Yang bikin unik, Kapolresta Kombes Pol Iwan Imam Susilo dan Kajari Bambang Gunawan tertawa ketika memusnahkan obat kuat. Obat kuat itu bagian dari barang bukti kejahatan tahun 2014-2016.

Pemusnahan ini dihadiri pejabat Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, BPOM dan Rubasan. Pemusnahaan barang bukti itu dilakukan mengacu pada amanat Undang-Undang berkaitan dengan putusan hakim yang sudah inkrah.

Barang bukti hasil kejahatan sejak tiga tahun terakhir itu tak hanya dari tindak pidana umum, juga tindak pidana khusus. Diantaranya berkaitan dengan pangan yang tidak memiliki izin edar alias ilegal. Termasuk obat-obatan.

Barang bukti yang dimusnahkan berupa gula illegal sebanyak 36 karung, sosis 275 dus, berbagai jenis minuman kaleng sebanyak 107 dus dan minuman beralkohol sebanyak 844 botol? serta beberapa sembako seperti bawang putih, daging sapi dan minyak goreng.

Selain itu barang bukti kejahatan farmasi tanpa ijin edar perkara tahun 2016, berupa obat ginseng sebanyak 810 dus, kosmetik 107 dus? dan cream temulawak sebanyak 677 kotak, termasuk Obat kuat. Tak hanya itu, narkoba juga dimusnahkan dari 114 perkara. Narkotika jenis sabu sebanyak 299,9 gram,? ekstasi 509,8 gram, ganja 457,6. gram? dan Happy Five 110 butir.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di dalam beberapa tong yang sudah disiapkan. Secara spontan berbagai pihak yang menyaksikan pemusnahan barang bukti itu tertawa, ketika melihat Kapolresta dan Kajari Pontianak memegang obat kuat untuk dibakar.

Bahkan Kapolresta dan Kajari juga ikutan tertawa. Rupanya barang bukti yang dipegang dan hendak dimusnahkan itu adalah farmasi tanpa izin edar berupa obat kuat untuk wanita. “Hahaha,” tawa keduanya yang kemudian diikuti pejabat lainnya.

Kemudian Kajari dan Kapolresta melemparkan obat kuat itu ke dalam tong yang sudah terbakar. “Ini kita musnahkan (obat kuat, red),” kata Kapolresta.

Kasipidum Kejari Pontianak, I Putu Eka Suyantha mengatakan, pesmunahan barang bukti itu sudah memiliki kekuatan hukum tetap? atau inkrah atau telah divonis oleh hakim. “Sudah ada putusan inkrah, selain itu pula barang bukti ini berbahaya, sehingga harus dimusnahkan,” jelasnya.

Pemusnahan itu dilakukan dengan dua cara, dibakar dan dimasukkan ke dalam air. “Pemusnahan ini akan terus berlanjut, sesuai dengan apa yang sudah diamanatkan dalam undang-undang,” tegas I Putu Eka. (zrn)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers