UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 05 Mei 2017 10:07
Idealnya Kalbar Dimekarkan Jadi Tiga Provinsi Lagi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Pelayanan kepada warga Kalbar masih jauh dari yang diharapkan. Luas dan kondisi geografis Provinsi Kalbar yang setara dengan luas wilayah Pulau Jawa dan Bali sehingga menyebabkan realisasi pembangunan infrastruktur di seantero ‘Bumi Borneo Barat’ pun dirasakan lamban.

Oleh karena itu, Kalbar perlu dimekarkan menjadi dua atau bahkan tiga provinsi. Langkah itu penting sebagai solusi untuk mengejar ketertinggalan pembangunan dari provinsi lain di Nusantara.

 “Luasnya Provinsi Kalbar menjadi perhatian bagi pembangunan infrastruktur jalan yang masih banyak belum terealisasi. Bahkan, seharusnya Kalbar harus melakukan pemekaran untuk dibagi menjadi dua atau bahkan tiga provinsi,” ucap Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalbar, Suyanto Tanjung, Selasa (2/5).

Wakil rakyat asal Dapil Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi dan Kabupaten Kapuas Hulu ini mengungkapkan, sejauh ini kondisi infrastruktur jalan di Kalbar belum sepenuhnya mulus. Sehingga Provinsi Kalbar perlu melakukan pemekaran wilayah supaya pembangunan infrastruktur jalan bisa berjalan lancar.

 “Yang berwenang memekarkan adalah pemerintah pusat. Ayo kita beramai-ramai dan bersama-sama mengajukan pemekaran Provinsi Kalbar. Mau di mana ibu kota, tidak masalah bagi saya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, legislator Partai Hanura ini menyinggung ihwal proses Pemekaran Provinsi Kalbar yang sejauh ini terkesan terabaikan. “Saya rasa kita mengetahui bersama bahwa Sintang yang sudah menyiapkan diri sebagai ibu kota Provinsi Kapuas Raya. Sampai hari ini konon katanya tinggal selangkah lagi. Tetapi sampai sekarang belum juga terbentuk,” lugasnya.

Bersamaan itu, Suyanto Tanjung mengajak semua stakeholder terkait untuk bersama-sama mendorong proses pemekaran Provinsi Kapuas Raya.  “Seluruh pemimpin dan stakeholder yang ada di Kalbar. Mulai dari kabupaten yang mau memekarkan diri, pemerintah, legislatif serta DPR maupun pemerintah pusat mesti duduk bersama bagaimana Kalbar yang luas ini segera kita mekarkan,” ulasnya.

Suyanto Tanjung berpendapat, dengan mengharapkan alokasi dana melalui APBD Provinsi Kalbar yang jumlahnya hanya mencapai Rp4 hingga Rp5 triliun saja tentu sulit untuk melakukan pembangunan infrastruktur yang memadai. “Anggaran pun kecil. Jadi mimpilah kalau infrastruktur Kalbar bisa bagus. Karena hitungannya jelas,” ucapnya. ( Zainudin/rk)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers