UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 20 Maret 2017 10:01
MENDESAK..!! Perlu Bandara Baru di Selatan Kalbar
SURVEI LAHAN BANDARA. Dirjen Hubud Kemenhub, Agus Santoso, naik motor meninjau lahan yang dicanangkan Pemkab Ketapang di Tempurukan sebagai pengalihan Bandara Rahadi Oesman yang berada di kawasan kota Ketapang, Sabtu (18/3). Tempurukan hanya satu dari beberapa lokasi yang dia survei. KAMIRILUDDIN

PROKAL.CO, KETAPANG- Sabtu (18/3) sekitar pukul 11.45, pesawat maskapai Garuda Indonesia sempat gagal mendarat di Bandara Rahadi Oesman Ketapang. Saat itu, pesawat Garuda mencoba mendarat dari arah selatan dan nyaris menyentuh landasan pacu. Tiba-tiba, pesawat terus melaju. Kembali mengudara. Beberapa menit kemudian, datang lagi dari arah utara. Kali ini, mendarat dengan sempurna.

“Banyak faktor penyebab dari pada gagalnya pesawat itu mendarat, dan salah satunya landasan pacu yang pendek,” tutur Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) Kementerian Perhubungan RI, Agus Santoso, menjawab Rakyat Kalbar.

Agus kebetulan melihat peristiwa tersebut. Ia hendak menuju Pontianak untuk balik ke Jakarta. Pendeknya landasan pacu pada Bandara, diakui Dirjen Hubud yang resmi dilantik Menhub Budi Karya pada 24 Februari 2017 ini, sudah pasti memiliki risiko. “Anda tahu ndak sih dengan go around (sudah mau mendarat tapi tidak jadi, red)? Dan go around ini banyak faktor penyebabnya, salah satunya landasan yang pendek,” terangnya.

Memang, seiring berjalannya waktu, kesibukan kian meningkat di Bandara Rahadi Oesman. Bahkan, Agus menyebut, jika dilihat dari dimensinya, Bandara Rahadi Oesman termasuk melayani penerbangan yang tergolong sibuk.

“Karena di sini (Ketapang, red) dari dulu melimpah hasil hutan. Dan setelah hasil kayu habis diganti dengan perkebunan sawit, dan muncul lagi hasil tambang yang luar biasa, inilah yang menjadikan Ketapang ini banyak dikunjungi oleh pekerja-pekerja profesional maupun pekerja-pekerja berbagai level lainnya,” papar dia.

Sehari sebelumnya, Agus dan staf meninjau kondisi Bandara. Hasilnya, mereka memantau bahwa intensitas penerbangan di Bandara Rahadi Oesman relatif tinggi. Rata-rata pertumbuhan penumpang, diakuinya, luar biasa dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Nah, lanjut dia, menampung pesawat-pesawat yang kapasitasnya besar dengan spin (putaran) dan wing (sayap) yang lebar, maka seharusnya Bandara Rahadi Oesman berklasifikasi besar. Sebab, lebar runway street (tempat pesawat mengambil ancang-ancang dalam takeoff atau juga sebagai tempat landing) ke kiri 150 dan kanan 150. Sehingga total lebar Bandara (melintang) harusnya 300 meter.

Ternyata, sambung Agus, Bandara Rahadi Oesman hanya 150 meter. Artinya, masih mengalami kekurangan paling tidak dua kali luas saat ini. “Baru ditinjau dari arah melintangnya, belum lagi dari segi memanjangnya,” ujar dia.

Untuk sisi memanjang, ia menjelaskan, pihaknya sudah merancang sepanjang 1.650 meter. Akan tetapi yang di-declare IP (diklarifikasi informasi untuk penerbangan) hanya 1.400 meter. Dengan demikian, masih kurang 250 meter.

Kekurangan ini, diakui Agus, telah dibicarakan dengan Pemkab Ketapang. Bahkan, ia meminta pemerintah setempat membebaskan lahan di sekitar Bandara. Dengan harapan, runway di Bandara ini tidak mubazir dan 1.650 meter bisa dipakai semuanya.

Setakat ini, runway Bandara baru 1.400 meter yang artinya masih pendek. Ini berdampak bagi si pengemudi pesawat.  “Kan pilot tidak berani untuk mendarat terlalu rendah, jadi dia harus ada ancang-ancang, tapi di situ dia harus shut down. Nah kalau terjal kasian dengan pilotnya untuk mengempukan pesawat. Ini semua merupakan dasar daripada potensi-potensi adanya gangguan terhadap penerbangan,” terangnya.

Hanya saja, disinggung pembicaraan soal perluasan lahan dengan Pemkab Ketapang, ia sedikit mengalihkan pembicaraan. “Ya.. dari Pemda Ketapang memang.... gini loh sebetulnya penanggungjawab Airport itu tidak hanya mengelola Airport namun juga masyarakat sekitar,” tutur Agus.

Imbuh dia, “Kabarnya sih..., ini baru kabarnya, setiap saat harga tanah naik terus jadi APBD (Ketapang) yang dialokasikan tidak cukup, makanya sampai sekarang masih ada rumah di situ (Bandara). Ini yang menjadi kendala”.

Terlebih, sambung dia, jika memperluas Bandara Rahadi Oesman, minimum harus dua kali luas sekarang. “Bisa dilihat kalau di kiri dan kanan sekitar Bandara keberadaan perumahan penduduk padat, keberadaan Bandara kan juga di dalam kota,” ucapnya.

Hal ini berakibat, ketika masyarakat yang ingin mendirikan hotel atau bangunan tinggi lainnya tidak bisa. Oleh karena itu, biasanya Airport yang berada di dalam kota harus dipindahkan ke luar kota. “Makanya, pembicaraan ini dengan pejabat pemerintah setempat, termasuk Bupati Kayong Utara mulai kemaren (Sabtu, 18/3) sore sampai malam cukup panjang. Tindaklanjutnya, pada pagi harinya selepas subuh kita berangkat meninjau lokasi bandara baru di Riam Berasap, Kayong Utara, dan Tempurukan, Ketapang,” ungkap Agus.

Ditanya lahan mana yang layak dibangun, apakah Kayong Utara atau Ketapang, Agus belum memberi jawaban final. Pihaknya masih harus mengkaji. Itu sebabnya, Agus membawa Profesor Masyhur Irsyam yang ahli Geoteknik untuk meneliti tanah. Nantinya, Prof. Masyhur menjadi panel ahli Direktorat Bandar Udara di Dirjen Hubud.

Kata Agus, daerah-daerah yang berada di pinggiran kota telah dikunjunginya. Mulai dari Ketapang hingga Kayong Utara. “Tanah itu masih harus distudi jangan sampai berada di lahan yang bergambut. Walaupun gambut ini sebetulnya bisa diatasi, namun menjadi lebih mahal jika untuk membangun Airport,” ulasnya.

Sejauh ini, pihaknya telah membuat skenario 5 sampai 6 lokasi sebagai alternatif Bandara. Nantinya diupayakan untuk tempat yang sudah clear dengan luas tanah yang tidak seperti Bandara Rahadi Oesman.

 “Kalau Rahadi Oesman, masa’ Airport yang segede ini hanya 36 hektar, padahal Airport yang besar itu harus memiliki lahan di atas 200 sampai 300 hektar. Nah, cari tanah yang 300 hektar di sekitar ini (kota) tidak bisa, makanya kita harus cari alternatif lain di tempat sana,” timpal Agus.

Lantas, jika jadi Bandara di tempat baru, apakah Bandara Rahadi Oesman ditutup? “Soal itu urusan nanti, dan fokus kita sekarang membuat Airport baru yang jauh dari gangguan. Dan yang pertama sekali kami tekankan itu adalah keselamatan, keselamatan, dan keselamatan,” jawabnya.

Di Kalimantan, ia menambahkan, ada beberapa Bandara yang hampir sama nasibnya dengan Bandara Rahadi Oesman. Seperti sebuah Bandara di Samarinda. Di sana, Bandara tempat mendaratnya hanya seperti lorong, makanya dibuatkan airport baru yang ada di Samarinda Baru. Letaknya jauh dari kota dan sekarang juga baru setengah jadi.

 “Tipikalnya mirip seperti Rahadi Oesman yang tempatnya sudah sempit sehingga direncanakan sama Pemda dipilih tempat-tempat yang baru untuk Airport baru,” tegas Agus.

Ditambahkan Prof. Mashur Irsyam, lokasi Bandara di Riam Berasap, Kayong Utara memiliki tekstur tanah yang cukup baik. “Tapi harus kita teliti labih mendalam nantinya,” ucap ahli Earthquake Geotechnic Engineering atau Rekayasa Geoteknik Kegempaan ini.  (Kamiriluddin/Mohamad iQbaL)

 


BACA JUGA

Senin, 24 April 2017 11:10

Logo Persipon, Elang yang Gagah dan Jeli

Kalbar punya tim sepakbola. Ya, namanya Persipon. Persipon akan bertanding di Liga II. Semangat yang…

Rabu, 19 April 2017 13:51

Ini Dia Kapolda Kalbar yang Baru

PONTIANAK- 127 Perwira menengah dan tinggi Polri dimutasikan pasca terbitnya Surat Telegram (ST) Kapolri…

Rabu, 19 April 2017 13:49

Mancing, Bocah Hilang Terbawa Arus Sungai Melawi

Sungai Melawi kembali meminta korban. Pelajar SMPN 2 Sintang , Riko (13), hilang terbawa arus Sungai…

Rabu, 19 April 2017 13:43

Daripada Bapak Mati, Mending Rumah yang Terbakar

PONTIANAK- Kebakaran kembali melanda Pontianak. Ya, tiga rumah di Jalan Kom Yos Sudarso, Komplek Yuka,…

Rabu, 19 April 2017 13:41

Dihantam Bus, Junaidi Penyet

SANGGAU- Warga Dusun Sungai Ayak, Nanga Taman, Sekadau, Junaidi Kopon, 21 tewas ditabrak bus di Jalan…

Selasa, 18 April 2017 14:07

Bawa 30 Butir Peluru, Dua Warga Malaysia Diborgol

PUTUSSIBAU– Para penyelundup barang ilegal dari Malaysia ke Indonesia kian marak. Khususnya melalui…

Senin, 17 April 2017 11:47

Ada Apa Ini, Pedagang Babi Keliling Dirazia

SEKADAU- Agar para pedagang berjualan di tempat yang sudah disediakan, Pemkab Sekadau melalui Dinas…

Senin, 17 April 2017 11:09

Motor Air Meledak, Bapak Anak Nyaris Tewas Terbakar

NANGA PINOH- Percikan api dari mesin membuat motor air milik Rusli (42) meledak dan terbakar. Insiden…

Senin, 17 April 2017 11:06

Satgas Pamtas Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal dari Malaysia

SUNGAI RAYA- Kembali Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 131/Braja Sakti mengamankan…

Minggu, 16 April 2017 12:34
Perlintasan di Perbatasan Kalbar, Indonesia-Malaysia

NGGA SEBANDING..!! Cuma 3 yang Resmi, 82 Jalur Tikus

KUCHING- Pembahasan bilateral soal pengamanan perbatasan antara Indonesia-Malaysia sudah sering dilaksanakan.…

YA ALLAH..!! Speedboat yang Angkut Bocah TK Tenggelam

Lima Penumpang Longboat Ditemukan Tewas

Lihat Pria Ini, Terlantar di Desa Wajok, Tahu Nama Anak tapi Tak Tahu Nama Istri

Logo Persipon, Elang yang Gagah dan Jeli

Ikan Indonesia Kembali Disikat Nelayan Vietnam

Apa Kabar Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing?
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .