UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 19 Maret 2017 11:21
Bansos Nontunai Tembus ke Perbatasan
PENCAIRAN BANSOS. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyaksikan proses pencairan bantuan sosial PKH di Kabupaten Mempawah, Sabtu (18/3). ARI SANDY

PROKAL.CO,  PONTIANAK- Program Keluarga Harapan (PKH) Non Tunai kini menjangkau Perbatasan RI-Malaysia. Sedikitnya 16.957 keluarga di Kalbar telah menerima bantuan sosial (Bansos) yang memanfaatkan teknologi perbankan ini. Total yang disalurkan mencapai Rp32 miliar.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan ada delapan kecamatan di wilayah perbatasan RI- Malaysia yang menjadi lokasi pencairan PKH Non Tunai dalam kunjungan kerja presiden ke Kalbar kali ini. Delapan kecamatan itu masing-masing masuk dalam wilayah Kabupaten Kapuas Hulu (3 Kecamatan), Sambas (2 Kecamatan), dan Mempawah (3 Kecamatan).

Diterangkan Khofifah, dari 172 kecamatan di 14 kabupaten/kota di Kalbar yang menjadi sasaran PKH, sudah 24 kecamatan yang mengintegrasikan penyaluran Bansos secara nontunai. Sedangkan, secara keseluruhan, nilai total Bansos untuk Kalbar yang disalurkan pemerintah melalui Kementerian Sosial senilai Rp464,9 miliar. Yang terdiri dari Bansos PKH, beras sejahtera, Bansos lanjut usia, Bansos disabilitas, dan hibah dalam negeri.

 “Ini bagian dari upaya pemerataan jangkauan Bansos nontunai sesuai strategi nasional keuangan inklusif. Jadi tidak hanya di wilayah perkotaan saja, namun hingga wilayah perbatasan,” ungkapnya.

Khusus untuk PKH 2017, lanjut dia, baik KPM maupun dana yang digelontorkan untuk Kalbar meningkat tajam dibandingkan tahun 2016. Bila sebelumnya total PKH hanya Rp97,9 miliar dengan jangkauan sebanyak 46.478 KPM, maka pada 2017 jumlahnya meningkat menjadi Rp156,6 miliar dan menjangkau lebih dari 82.897 KPM.

 “Harapannya, semakin luas jangkauan penerima Bansos maka semakin mempercepat pula upaya penurunan kemiskinan di Indonesia,” terang Khofifah.  Selain itu, Legislator PKB tersebut meminta pemerintah daerah lebih agresif dalam melakukan penyisiran guna mengetahui keberadaan warga yang berhak atau eligible menerima perlindungan sosial berupa bantuan sosial (bansos). “Harus memastikan setiap anak dan warga kurang mampu di wilayahnya terdata dan mendapatkan perlindungan sosial,” pintanya.

Ia menegaskan, setiap anak dan warga kurang mampu berhak mendapatkan perlindungan sosial. Khofifah mencontohkan, untuk KIS diberikan kepada keluarga kurang mampu agar bisa mengakses layanan kesehatan.

Sedangkan, bantuan Rastra agar mereka bisa memenuhi kebutuhan dasar pangan, yaitu beras sebagai makanan pokok. Selanjutnya, untuk PKH diberikan kepada warga kurang mampu dengan basis keluarga, dan KIP diperuntukkan bagi anak dari keluarga kurang mampu yang berusia 6-21 tahun atau usia sekolah.

Karena itu, lanjut Khofifah, diperlukan respon cepat pemerintah daerah manakala didapati ada warganya yang berada di bawah garis kemiskinan namun "terlewat" dalam penyaluran program bansos pemerintah.

Ditambahkan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat. Kata dia, meskipun infrastruktur di wilayah perbatasan masih sangat terbatas namun bukan berarti bansos non tunai sulit direalisasikan. Hal ini berkat kerja sama dengan Himpunan Bank Negara (Himbara).

 “Khusus wilayah perbatasan kami (Kemensos-red) bekerja sama dengan BRI memanfaatkan fasilitas "Teras Keliling BRI". Layanan mobile ini sangat memudahkan KPM selain keberadaan ATM di wilayah perkotaan dan fasilitas umum,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2016, bansos PKH mulai disalurkan nontunai kepada 1,2 juta KPM. Pada tahun 2017, jumlahnya ditambah sebanyak 1,8 juta KPM sehingga total penerima bansos PKH Non Tunai tahun ini mencapai 3 juta KPM.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Puan Maharani menjelaskan, pembagian KIP di Mempawah kepada 1.018 siswa. “Untuk SD mendapatkan 450 ribu, SMP 750 ribu, SMA 1 juta Rupiah. Setiap tahunnya,” ujar Puan.

Pemerintah Pusat juga memberikan program makanan tambahan di Kabupaten Mempawah sebanyak 1 ton bantuan makanan. “Untuk KIS di Kabupaten Mempawah sebanyak 8.900 orang yang mendapatkannya,” tutur dia. Ia mengingatkan kepada masyarakat dan siswa yang mendapat kartu sakti untuk menggunakan sesuai dengan kebutuhan. Seperti KIS digunakan untuk kesehatan dan KIP digunakan untuk kebutuhan anak-anak dalam bersekolah.  (Deska Irnansyafara, Ari Sandy/rk)


BACA JUGA

Jumat, 24 Maret 2017 10:53
Pesona Kulminasi Matahari Maret 2017

Menikmati Bayangan yang Menghilang

Perayaan kulminasi di Pontianak dan sekitarnya, terutama di Tugu Khatulistiwa, berlangsung semarak.…

Jumat, 24 Maret 2017 10:49

Jauh-Jauh dari Myanmar, Cuma untuk Survey Selimut dan Karpet

SINGKAWANG- Jiang Xu Xin diringkus dan ditahan di Kantor Imigrasi Kelas II Kota Singkawang, Rabu (23/3).…

Kamis, 23 Maret 2017 11:34

Kalbar Kejar Provinsi Layak Anak

PONTIANAK- Provinsi Kalbar bertekad menjadi negeri yang layak bagi anak. Ya, anak merupakan generasi…

Kamis, 23 Maret 2017 11:32

Menteri Sakit, Peserta Lokakarya Muntah-muntah

PONTIANAK- Sejumlah peserta Lokakarya Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di Kalimantan Barat,…

Kamis, 23 Maret 2017 11:29

Rumah Dinas Mantan Pejabat Dieksekusi Paksa

PONTIANAK- Rumah dinas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalbar, Ir. H. Rudi Bachtiar, MT dieksekusi…

Selasa, 21 Maret 2017 13:56

Alamakkk...!! Ternyata Kalbar Masih Fakir Sinyal Selular

PONTIANAK- Walaupun Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) telah memasang Base Transceiver Station…

Selasa, 21 Maret 2017 13:53

Dukun Penipu, Minta Mahar Emas Batangan

PONTIANAK- Zaman sudah maju begini kok masih percaya dukun dan klenik. Namun, faktanya masih ada juga…

Selasa, 21 Maret 2017 13:40

Bawang Merah Selundupan asal Malaysia, Polresta Selidiki Gudang Penyimpanan

Polisi terus mengamankan barang-barang illegal yang masuk dari Malaysia. Diantaranya minuman beralkohol,…

Selasa, 21 Maret 2017 13:32

Murid SD Ini Susah Kencing, Saat Ditanya Orangtuanya, Ternyata...!!

SAMBAS- Kasus pencabulan kembali terjadi. Ini adalah kejadian kesembilan kalinya selama 2017, jajaran…

Senin, 20 Maret 2017 10:10

PLBN Beroperasi, Harus Untungkan Warga

PUTUSSIBAU- Beroperasinya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas…

Murid SD Ini Susah Kencing, Saat Ditanya Orangtuanya, Ternyata...!!

Dituduh Curi Listrik, Disuruh Bayar Rp18 Juta, Penghuni Rumah Pingsan

Menteri Sakit, Peserta Lokakarya Muntah-muntah

Dukun Penipu, Minta Mahar Emas Batangan

Opelet Semakin Terpinggirkan, Cuma Karena Rp4.000 Bisa Baku Hantam, Apalagi Jika Lahan Direbut

Bawang Merah Selundupan asal Malaysia, Polresta Selidiki Gudang Penyimpanan

GEGER..!! Langit-langit Terminal Keberangkatan Bandara Supadio Runtuh Lagi, Dua Orang Luka Ringan

Alamakkk...!! Ternyata Kalbar Masih Fakir Sinyal Selular

Ada Kawah di Bumi Sebalo Akibat Tambang Ilegal

Rumah Dinas Mantan Pejabat Dieksekusi Paksa
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .