UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Sabtu, 18 Maret 2017 10:37
Jokowi Datang, Warga Berhamburan Keluar Rumah
MEMBELUDAK. Ribuan warga dari berbagai kecamatan lini satu perbatasan tumpah ruah di lokasi peresmian PLBN Terpadu Badau, Kapuas Hulu, ingin melihat Presiden Jokowi yang baru saja keluar dari area PLBN, Kamis (16/3). ANDREAS

PROKAL.CO, Kendati terkesan mendadak, informasi kedatangan Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) ke Kabupaten Kapuas Hulu cepat menyebar ke masyarakat. Seperti biasa, banyak warga dari beberapa kecamatan berdatangan ke Putussibau untuk melihat secara langsung wajah orang nomor satu di republik ini.

Pertamakali menginjakan kakinya di Bumi Uncak Kapuas, Presiden Jokowi disambut ribuan masyarakat dan pelajar di luar Bandara Pangsuma Putussibau, Kamis (16/3).

Sepanjang jalan warga berhamburan keluar rumah, ingin melihat Presiden Jokowi. Ada yang teriak minta bersalaman dengan sang presiden. Hingga satu hari pasca kedatangannya ke Kapuas Hulu, Presiden Jokowi terus menjadi perbincangan hangat di masyarakat kabupaten paling ujung timur Kalbar itu. Sepanjang jalan dari Putussibau, ibukota Kabupaten Kapuas Hulu menuju Kecamatan Badau, masyarakat siap menyaksikan Presiden Jokowi lewat. Di kecamatan, desa maupun kampung yang dilalui mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuju Badau sudah terpasang umbul-umbul dan baliho selamat datang.

Masyarakat berharap banyak, dengan melihat langsung kondisi rill di lapangan, dengan menempuh perjalanan darat menuju perbatasan RI-Malaysia, Jokowi bisa membuat banyak lagi berbagai terobosan pembangunan.

Namun satu hal yang membuat masyarakat kecewa, mereka terbatas menemui presiden mereka, karena ketatnya penjagaan Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden). Hanya beberapa warga saja yang bisa menerobos penjagaan aparat keamanan untuk melihat langsung sang presiden saat meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Kecamatan Badau.

Sesampainya di Badau, Presiden Jokowi diserbu warga perbatasan. Hanya saja, warga yang boleh masuk area peresmian PLBN Badau dibatasi. Mereka harus menunggu di luar dengan dibatasi portal yang dijaga ketat.

Warga bernama  Suhaidah mengaku kecewa. Dia tidak bisa bersalaman dengan Presiden Jokowi ketika tiba di Putussibau. Suhaidah menganggap, ketatnya pengamanan menciptakan jarak antara pemimpin dengan rakyatnya. “Kapuas Hulu ini aman, tidak perlu pengamanan ketat seperti itu,” ungkap Suhaidah, Jumat (17/3).

Wanita ini bahkan rela meluangkan waktu dan biaya, jauh-jauh dari Kecamatan Suhaid yang merupakan daerah pesisir Sungai Kapuas ke Putussibau, dengan harapan bisa bersalaman dan berfoto bersama Presiden Jokowi. Namun ketika ia hendak meminta berfoto dan bersalaman dengan Jokowi, dihalang-halangi Paspampres.

 “Saya sangat ingin sekali mengabadikan moment dengan Pak Joko Widodo untuk kenang-kenangan. Padahal moment penting, belum pernah ada presiden yang datang ke Kapuas Hulu ini,” bebernya.

Senada diungkapkan warga Kecamatan Jongkong, Rahayu. Dia mengaku, terjatuh ketika hendak berusaha menerobos barisan Paspampres, demi untuk bersalaman dengan Presiden Jokowi. “Presiden itu dipilih oleh rakyat. Kita sebagai rakyat ingin menyapa langsung pemimpin kita,” katanya.

Begitu juga di Kecamatan Badau, teriknya matahari di tapal batas siang itu, tidak mengurangi semangat ribuan masyarakat dan pelajar yang datang dari berbagai penjuru kecamatan lini satu perbatasan. Mereka berbaris di luar portal untuk menunggu kedatangan Presiden Jokowi di lokasi peresmian PLBN Terpadu Badau. Setelah melihat rombongan presiden, masyarakat berusaha menutup jalan untuk menyapanya.

Cuaca semakin panas, semangat masyarakat terus membara, menunggu Presiden Jokowi menyalurkan kartu sakti dan sembako yang dipusatkan di halaman Kantor Camat Badau. Warga rela berdesak-desakan untuk menyaksikan Presiden Jokowi tampil di podium Kantor Camat Badau sambil membagikan doorprize. Dalam kesempatan tersebut Jokowi memberikan sejumlah pertanyaan berbentuk cerdas-cermat, serta pertanyaan-pertanyaan tentang nasionlisme. Diantaranya menghafal Pancasila serta wawasan kebangsaan. (Andreas, Kapuas Hulu/rk)

 


BACA JUGA

Minggu, 15 Oktober 2017 11:52

Gara-gara Rabies, Ribuan Nyawa Anjing Liar Terancam

SEKADAU- Ribuan anjing peliharaan dan anjing liar di Sekadau terancam meregang nyawa. Ya, kasus rabies…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:18

Digigit Anjing Gila, Akhirnya Bocah Itu Meninggal Dunia

SEKADAU- Dua hari dalam keadaan gawat karena terjangkit virus Rabies, Sentia Resa menghembuskan nafas…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:06

Makin Susah Dapat Rotan di Hutan

 Perajin rotan di Sambas makin terjepit. Salah satu perajin bernama Muslihad mengungkapkan, membuat…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:05

Perajin Rotan Sambas Tergerus Modernisasi

SAMBAS- Produk rotan tak kunjung membaik di Kalbar, khususnya di Kabupaten Sambas. Menurunnya nilai…

Rabu, 11 Oktober 2017 09:23

Puluhan Rumah Terendam, Ratusan Warga Mengungsi

NANGA MAHAP- Tingginya curah hujan tiga hari terakhir di pedalaman Sekadau, membuat aliran sungai meluap.…

Rabu, 11 Oktober 2017 09:21

Kualitas DAS di Kalbar Menurun, Begini Akibatnya

PONTIANAK- Daerah aliran sungai atau DAS di Kalbar, kualitasnya semakin tahun semakin menurun. Hal ini…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:29

Tambang Ilegal Merajalela, Sungai Terancam Tercemar

SAMBAS- Pencemaran sungai di Sambas sudah sangat meresahkan warga, dampak dari pertambangan ilegal.…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:18
Jelang

Warga Bercocok Tanam di Malaysia, Ini yang Dilakukan Danrem dan Pemerintah

Masalah di perbatasan Indonesia-Malaysia di Camar Bulan, belumlah tuntas. Yang pasti, Malaysia mengizinkan…

Sabtu, 07 Oktober 2017 12:27

Gara-Gara Ini, Truk CPO Masuk Parit

SAMBAS- Truk tangki milik CV Ayukng Dirie yang mengangkut Crude Palm Oil (CPO) masuk parit di kawasan…

Senin, 02 Oktober 2017 11:58

Kehidupan Transmigran asal Semarang di Kayong Utara Membaik

MATA-MATA- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyambangi warga trasmigrasi asal Semarang yang bermukim…

Gara-gara Rabies, Ribuan Nyawa Anjing Liar Terancam

Lagi, Polisi Perbatasan Sita Barang Ilegal

Perajin Rotan Sambas Tergerus Modernisasi

Kelola Sawah Itu Mesti Serius

Digigit Anjing Gila, Akhirnya Bocah Itu Meninggal Dunia

Makin Susah Dapat Rotan di Hutan

MASYAALLAH..!! Formasi Guru Kontrak Cuma 150, yang Daftar Ribuan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .